Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan pabrik smelter alumunium milik Adaro di Kalimantan Utara, Maret 2023. | Adaro Minerals

Ekonomi

Adaro Minerals Kebut Pembangunan Smelter

Pembangunan smelter masih berfokus pada konstruksi tahap satu.

JAKARTA — PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) menyatakan proyek fasilitas pemurnian atau smelter aluminium skala besar di Kalimantan Utara masih terus berjalan sesuai rencana. Perusahaan optimistis proyek smelter dengan total kapasitas 1,5 juta ton per tahun itu akan beroperasi komersial pada akhir 2025 mendatang.

Direktur ADMR Wito Krisnahadi mengatakan, saat ini pembangunan smelter melalui PT Kalimantan Alumunium Industry (KAI) tengah fokus pada konstruksi tahap satu dengan total kapasitas 500 ribu ton per tahun. 

“Kita berencana membangun tiga tahap. Saat ini, (tahap) konstruksi untuk 500 ribu ton per tahun yang direncanakan selesai semuanya COD (commercial operation date) akhir 2025,” kata Wito dalam konferensi pers Public Expose Live 2023, Senin (27/11/20230). 

Ia mengatakan, pada tahap dua nanti, smelter akan naik kapasitasnya menjadi 1 juta ton per tahun dan di tahap ketiga menjadi total 1,5 juta ton per tahun. Operasional smelter aluminium tersebut nantinya akan mendapat dukungan energi listrik dari pembangkit listrik tenaga air yang juga tengah dibangun.

photo
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan pabrik smelter aluminium milik Adaro di Kalimantan Utara, Maret 2023. - (Adaro Minerals)

Wito menyampaikan, apabila proyek ini tuntas, ADMR akan menjadi perusahaan terbesar yang memiliki smelter aluminium di Indonesia. Wito menambahkan, ADMR melalui KAI juga telah mencapai tahap finansial close. Adapun total belanja modal yang disiapkan hingga proyek tahap satu rampung sebesar 2 miliar dolar AS. Ia mengatakan, perseroan telah mendapatkan pendanaan bank dengan total porsi 70 persen dari total kebutuhan. 

Namun, kata Wito, hingga saat ini ADMR masih fokus menggunakan ekuitas internal sebagai salah satu strategi finansial perusahaan. “Saat ini kita masih banyak memakai porsi ekuitas walaupun sudah ada pendanaan dari bank. Kita sudah dapat pendanaan tahap satu secara full sampai beroperasi di 2025,” ujar Wito. 

Sebagai informasi, ADMR membukukan pendapatan 720,62 juta dolar AS atau per September 2023. Pendapatan ADMR naik 8,12 persen dari 666,48 juta dolar AS bila dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun beban pokok pendapatan ADMR per September 2023 mencapai 341,01 juta dolar AS atau naik dari sebelumnya 251,5 juta dolar AS per September 2022. 

Sementara, laba bruto ADMR turun menjadi 379,60 juta dolar AS bila dibandingkan periode September 2022 lalu yang sebesar 414,88 juta. Adapun laba bersih ADMR turun 11,87 persen dari sebelumnya yang sebesar 283,36 juta dolar AS.

Terkait batu bara, ADMR optimistis prospek pasar komoditas batu bara metalurgi dari Indonesia tetap cerah di tengah kebutuhan global yang diprediksi terus meningkat. 
Investor Relation Manager PT Adaro Minerals Indonesia, Danuta Komar mengatakan, pasokan batu bara metalurgi dunia masih mengalami keterbatasan seiring kurangnya minat investasi.

photo
Karyawan PT Adaro Minerals Indonesia (ADMR) sedang bekerja di lokasi proyek. - (ADMR)

Di sisi lain, tren permintaan batu bara metalurgi premium dipastikan terus meningkat seiring kebutuhan produksi baja dengan blast furnace yang akan mendominasi.
“India akan menjadi pendorong utama melampuai Cina dan Jepang. Pertumbuhan ekonomi di India akan mendorong jumlah pabrik baja dan mendorong untuk mengimpor batu bara metalurgi,” kata Danuta.

Danuta menambahkan, Australia dan Kanada juga mengalami keterbatasan dalam suplai batu bara metalurgi. Oleh karena itu, lanjut dia, keterbatasan tersebut menjadi peluang bagi Indonesia. Adapun pertumbuhan di dalam negeri diyakini perseroan akan memiliki prospek positif di tengah pasokan yang terbatas. 

Direktur ADMR Hendri Tamrin mengatakan, hingga pertengahan tahun ini, inflasi menjadi pembicaraan dunia yang disertai dengan pengetatan moneter. Namun, ADMR meyakini negara-negara di dunia seiring berjalannya waktu pasti akan mengalami pelonggaran kebijakan yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. “Ini akan membuka peluang pasar yang banyak sejalan dengan rencana ekspansi perusahaan,” kata Hendri. 

Adapun untuk saat ini, pasar ekspor ADMR dipusatkan ke negara-negara Asia yang diproyeksi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke depan. Jepang, Cina, dan India masih menjadi pasar utama luar negeri. Namun, kata Hendri, tidak menutup kemungkinan kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara akan menjadi pasar baru untuk produk batu bara metalurgi premium yang diproduksi ADMR. 

“Kami akan terus fokus untuk memperkuat portofolio kami dan diharapkan semua customer kami memiliki hubungan long term,” ujaranya. 

Sebagai informasi, total volume penjualan batu bara mencapai 3,01 juta ton per kuartal III tahun 2023. Penjualan itu naik 38 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Perseroan optimistis bisa mencapai target 2023 sebesar 3,8 juta ton hingga 4,3 juta ton.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat