Ekonomi
Dorong Transformasi Bisnis, Erick Thohir Resmikan Mesin Sortir Robotik POS IND
Tahun ini merupakan tahun ketiga dari perjalanan transformasi bisnis POS IND.
SURABAYA — Pos Indonesia yang telah bertransformasi menjadi POS IND meluncurkan mesin sortir robotik dan RFID (radio frequency identification) di Pos Bloc Surabaya pada pertengahan pekan. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.
Erick Thohir menyambut positif atas penggunaan mesin sortir robotik dan RFID. “Ini merupakan wujud dari transformasi yang POS IND jalankan, saya juga berharap peresmian merek dan logo menjadi momentum yang baik bagi perusahaan untuk terus bertumbuh, menggarap potensi bisnis yang ada dengan memaksimalkan kemajuan teknologi saat ini,” kata Erick.
Direktur Utama POS IND Faizal Rochmad Djoemadi menyampaikan bahwa penggunaan mesin sortir robotik dan RFID dilakukan untuk meningkatkan customer experience, yaitu pengiriman produk yang lebih cepat dan aman.
“Penggunaan mesin sortir robotik dan RFID merupakan bagian dari program kerja kami, yaitu automasi dan modernisasi proses bisnis. Kami akan melanjutkan transformasi agar kerja lebih efisien dan efektif. Digitalisasi, automasi, dan robotik akan menjadi competitive dan comparative advantage bagi POS IND dalam berkompetisi,” ungkap Faizal.
Mesin sortir robotik yang digunakan di POS IND adalah Autonomous Mobile Robots (AMR). Ini merupakan jenis robot yang memiliki Artificial Intelligence (AI) yang dilengkapi dengan sensor dan teknologi komputasi, sehingga dapat mempelajari dan menafsirkan lingkungannya.
Jumlah robot yang terdapat di SPP Surabaya sebanyak 40 buah. Keempat puluh unit robot ini mampu menyortir 3.000 paket per jam.
Adapun sistem RFID merupakan sebuah sistem identifikasi obyek yang terdiri atas reader (pembaca) dan tag (penanda). Reader akan memancarkan gelombang radio yang akan memantulkan informasi tag yang berada dalam jarak jangkauannya.
Informasi tag RFID bersifat unik dan hanya ada satu di seluruh dunia. Rencananya, pada 2024 RFID akan digunakan di seluruh SPP dan KCU di Pulau Jawa.
Penggunaan mesin sortir robotik selanjutnya akan diimplementasikan di SPP Jakarta. Teknologi RFID sendiri saat ini sudah digunakan di SPP Surabaya dan SPP Jakarta. Targetnya, tahun 2024 RFID akan digunankan di seluruh SPP dan KCU di Pulau Jawa.
Faizal mengatakan, transformasi proses bisnis merupakan satu dari tujuh program transformasi yang digagas POS IND. Benang merah dari transformasi ini adalah mengautomasikan pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan terkait pemrosesan kiriman yang sebelumnya dilakukan secara manual. Tahun ini merupakan tahun ketiga dari perjalanan transformasi bisnis POS IND.
Pos Indonesia saat ini diketahui telah meresmikan merek dan logo baru bernama POS IND yang merupakan singkatan dari Pos Indonesia Integrated National Disribution. POS IND mengusung semangat kolaborasi, integrasi, dan visi untuk membangun sinergi logistik sebagai tulang punggung ekonomi negara.
Kehadiran POS IND diyakini akan mendorong perubahan serta membangun masa depan sektor logistik yang lebih baik bagi Indonesia. Persemian merek dan logo POS IND ditandai dengan pemutaran video yang disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.
"Semangat yang diusung yaitu Together to Accelerate, tagline ini menggambarkan semangat kolaborasi POS IND dengan berbagai perusahaan logistik untuk berfokus pada percepatan perkembangan dan kemajuan sektor logistik nasional,” ungkap Erick dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/11/2023).
Peresmian logo dan branding baru ini merupakan penegasan atas napas baru transformasi menuju BUMN logistik sesuai dengan arahan dari pemerintah melalui Kementerian BUMN.
Lahirnya POS IND merupakan wujud langkah transformatif dan awal babak baru dalam sejarah panjang industri pos di Indonesia. Tak hanya menjadi penyedia layanan, POS IND memiliki semangat baru guna mempercepat kemajuan logistik di Indonesia.
Faizal R Djoemadi menjelaskan bahwa peresmian merek dan logo merupakan gambaran menuju BUMN logistik yang modern, dapat bersaing secara global serta merupakan bentuk nyata atas dukungan perusahaan terhadap peningkatan ekonomi nasional.
“Transformasi menuju perusahaan logistik akan mengubah dari segi landscape portfolio pendapatan logistik yang saat ini masih sekitar 17 persen, diharapkan dapat meningkat signifikan hingga menjadi sumber pendapatan utama bagi POS IND Group melalui berbagai inisiatif yang akan dijalankan,” kata dia.
Faizal memastikan bisnis non-logistik (kurir, jasa keuangan, dan lainnya) akan tetap berjalan sesuai dengan target serta inisiatif yang akan dijalankan pada setiap segmen.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
