Petugas melayani pelaku usaha yang mengajukan permohonan sertifikasi halal di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu (18/3/2023). Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menyelenggarakan pendaftaran sertifikasi halal serentak di 1. | ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Gaya Hidup

Jeli Membaca Konsumen, Kunci Keberhasilan UMKM

Saat pandemi melanda, pengusaha harus memutar otak untuk tetap bisa menghasilkan cuan.

Peran sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai besar, salah satunya dalam mengurangi jumlah pengangguran. Ada beragam produk dari UMKM yang ditawarkan, salah satunya aksesoris yang dikembangkan oleh Wiko Wikarta.

Wiko mulai mendirikan usaha TuTu and Co pada 2019. Tadinya, usaha tersebut belum diseriusI karena ia masih berfokus pada usaha roti untuk pernikahan. Namun, saat pandemi melanda, dia harus memutar otak untuk tetap bisa menghasilkan cuan.

“Saat pandemi datang, kami tidak ada pemasukan karena pelanggan cake kami bule, dari luar negeri. Akhirnya kami coba fokus ke TuTu, riset ulang. Saya lihat orang bali banyak pakai gelang tali jadi saya modifikasi,” kata Wiko di Denpasar, Bali, Kamis (19/10/2023).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TuTu And Co. ® (@tutunco.id)

Banyak wirausaha lain yang juga menjual aksesoris, khususnya gelang. Namun, produk Wiko memiliki keunikan sendiri, yaitu segi kualitasnya. 

Dia menggunakan bahan tali tahan air. Pemilihan bahan berawal dari mayoritas orang Indonesia yang Muslim dan harus menjalankan ibadah sholat lima waktu sehari. “Kalau shalat harus wudhu. Lalu nanti basah dan bau. Ada nggak sih bahan yang anti air sampai dipakai mandi tidak apa-apa. Dari situ saya cari bahan-bahan yang pas,” ujarnya.

Sebagian besar bahan baku TuTu and Co berasal dari Indonesia, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk wilayah Jawa Tengah, berupa manik-manik kaca karena wilayah tersebut penuh dengan perajin kaca berkualitas.

Sementara Jawa Barat merupakan tempat kelahiran Wiko, sehingga dia merasa punya tanggung jawab untuk memajukan kampung halamannya. Selain itu, Wiko juga memberdayakan perajin lokal untuk memproduksi aksesoris.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TuTu And Co. ® (@tutunco.id)

Setiap produk yang dihasilkan TuTu and Co memiliki kualitas tinggi. Para perajinnya juga bekerja keras, mulai belajar dari nol. “Makanya dipelajarin dari video, standarisasinya sudah jelas. Satu gelang dengan gelang lain ukurannya pasti sama. Jadi saat rekrut perajin baru, mereka sudah tahu, belajar dari video atau bisa tanya ke senior,” ucapnya.

Menurut Wiko, di Indonesia, masih banyak perajin yang kurang dihargai. Sebab, mereka banyak dibayar underpaid. Namun, ini tidak berlaku di TuTu and Co.

Setiap kreativitas perajin akan dibayar dengan harga yang sesuai. Makanya harga produk TuTu and Co terbilang agak mahal karena mereka tidak hanya menjual produk, tapi mereka juga menjual seni dari produk itu sendiri. Di Tokopedia, harga produk yang dijual mulai dari Rp 75 ribu hingga sekitar Rp 400 ribu.

Demografi Konsumen 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TuTu And Co. ® (@tutunco.id)

Selama dua tahun ini, ada perbedaan karakteristik warna yang digemari pelanggan TuTu and Co. Tahun lalu, pelanggannya cenderung lebih suka warna pastel yang soft, seperti soft pink atau peach. Sedangkan tahun ini, mereka menyukai warna-warna yang mencolok. Contohnya neon, shocking pink.

Untuk usianya, pelanggan TuTu and Co. sebagian besar perempuan yang berusia 21-37 tahun. Pembelian terbanyaknya datang dari Jakarta Selatan, Bekasi, Tangerang, Semarang, Surabaya. Sementara luar Pulau Jawa berasal dari Medan, Riau, dan Makassar.

Bagi Wiko, tantangan UMKM yang menggeluti bidang kreatif adalah bekerja lebih keras dan lebih kreatif. Ini termasuk penyesuaian di era digital ketika berjualan tidak hanya berfokus secara luring. Menurut dia, yang paling susah bukan membaca tren tetapi membaca data.

“Misalnya, saya suka warna merah, hitam, dan putih. Tapi, nyatanya di pasar tidak laku. Makanya perlu pintar baca data. Jadi tantangan besar bagaimana mengesampingkan preferensi kita dan harus membaca fakta yang ada di lapangan. Setiap platform mempunyai marketnya sendiri,” kata dia.

Inisiatif Lokal

photo
Pengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan kolaborasi bisnis yang dilakukan oleh dua startup raksasa Gojek dan Tokopedia, melalui pembentukan GoTo diharapkan mampu menciptakan integrasi layanan yang semakin efisien dan mempercepat penguatan bisnis di sektor UMKM. - (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Tokopedia melalui inisiatif Hyperlocal berupaya membantu pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal. Hyperlocal Tokopedia punya berbagai manifestasi, seperti Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dan Dilayani Tokopedia.

“Hyperlocal Tokopedia membawa dampak ekonomi yang positif. Rerata persentase pertumbuhan ekonomi di kota tanpa Hyperlocal Tokopedia tercatat 1,26 persen. Sedangkan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia angkanya lebih tinggi, yaitu 2,78 persen,” Kepala Divisi Komunikasi Tokopedia, Antonia Adega.

Selama lebih dari 14 tahun berdiri, Tokopedia saat ini sudah terdiri dari lebih dari 14 juta penjual dan hampir 100 persen pelaku UMKM. Melalui Tokopedia, mereka memasarkan lebih dari 1,8 miliar produk kepada masyarakat di 99 persen kecamatan di Indonesia. meiliza

 

 
Tantangan UMKM yang menggeluti bidang kreatif adalah bekerja lebih keras dan lebih kreatif.
 
WIKO WIKARTA, Founder TuTu and Co. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Tiga Faktor Pendorong UMKM Lakukan Sertifikasi Halal

Perdagangan industri halal dunia didominasi oleh produk makanan dan minuman.

SELENGKAPNYA

BUMN Melebarkan Sayap UMKM ke Pasar Global

Erick Thohir menilai program Windownesia akan mengubah cara produk-produk Indonesia dilihat dan dikonsumsi di seluruh dunia.

SELENGKAPNYA

Tanah Abang, UMKM, dan Social Commerce

Pedagang harus terus didorong untuk memanfaatkan kemajuan teknologi.

SELENGKAPNYA