Pedagang menjual barang secara live streaming melalui platform media sosial di Toko Dewi Sri, Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Jumat (28/4/2023). Pedagang mulai menjual barang perlengkapan dan aksesoris pernikahan melalui platform media sosial imbas sepinya | Republika/Wihdan Hidayat

Inovasi

Adaptasi Teknologi, Kunci Mengubah Kehidupan

Tak bisa dimungkiri, kehadiran teknologi telah banyak membuka peluang baru, termasuk bagi pemilik usaha.

Ketika pandemi hadir, Indah Putri harus menerima kenyataan kondisi keuangannya juga mendapat pukulan berat. Saat itu, sang suami berusaha menyambung nafkah dengan menjadi pengendara ojek daring. 


Karena sehari-hari, Indah memang menghabiskan waktunya di rumah untuk mengurus keluarga, media sosial menjadi temannya sehari-hari untuk mengisi waktu. Pada masa pandemi, media sosial Tiktok memang mendapat momentum luar biasa.


Dengan banyaknya orang yang harus berkegiatan dari rumah, banyak orang yang menjajal menyalurkan kreativitasnya melalui media sosial yang satu ini. Indah adalah salah satunya.

@indahputri13_

Paket BBQ an , buat Tahun Baru nanti  ♬ suara asli - INDAH PUTRI


Awalnya, ia berbagi kecintaannya terhadap tarian. Namun, Indah memiliki percikan kecerdikan, secara halus ia menyelipkan promosi produk ke dalam video-videonya. Ternyata video-video tersebut mendapatkan perhatian yang besar.


Berangkat dari keberhasilan di awal ini, Indah lalu mengembangkan diri. Dia mulai memamerkan barang-barang sehari-hari yang dia gunakan dan sukai, seperti makeup, dan tanggapan yang didapat juga positif. 


“Dari situ, saya mulai belajar untuk berjualan melalui live streaming. Sedikit-sedikit, saya juga belajar mengedit video. Ternyata pendapatan saya dari live streaming ini mampu mengubah hidup saya,” ujar Indah kepada Republika, Kamis (22/9/2023). 


Ia melanjutkan, kini ia mampu menghasilkan Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar dalam sebulan dari kegiatan live streaming yang ia lakukan. Jumlah ini, Indah mengungkapkan, telah mentransformasi kehidupan perekonomian keluarganya. 


Kini, Indah bersama suami juga tengah merintis bisnis luringnya, sembari terus mengembangkan kreativitasnya sebagai konten kreator di Tiktok Shop yang berfokus pada produk-produk kebutuhan rumah tangga atau home living.


Proses Belajar


Cerita keberhasilan serupa juga datang dari Resya Mawaranti dan Dino Angga Ramadani, selaku pemilik usaha di bidang fashion, Floral.id. Pasangan suami istri ini, pada 2021, bergabung dengan toko Tiktok sebagai penjual dengan 35 karyawan pertama mereka. 


Kinerja mereka di Tiktok yang terus meningkat membuat Floral menjadi cukup kuat dan membuat mereka membutuhkan lebih banyak karyawan. Mereka pun terus merekrut karyawan baru dan saat ini memiliki 160 karyawan, termasuk 70 orang sebelumnya adalah pengrajin di Tanah Abang, sebelum pandemi Covid-19. 


Menurut Dino, tak bisa dimungkiri, kehadiran teknologi telah banyak membuka peluang baru, termasuk bagi pemilik usaha seperti dirinya. “Memanfaatkan teknologi memang memerlukan proses belajar, tetap bulat tekad, dan mau terus mengembangkan diri,” ujar Dino dalam kesempatan yang sama. 


Floral.id, ia melanjutkan, saat ini banyak memanfaatkan live streaming untuk terus mem-boosting penjualannya. Tak tanggung-tanggung, saat ini Floral.id telah memiliki 35 karyawan di dalam tim yang berbagi tugas untuk mengelola penjualan melalui platform Tiktok. 


Dari ke-35 karyawan tersebut, belasan di antaranya adalah host live streaming yang tampil di depan kamera dan menjadi garda terdepan untuk meningkatkan penjualan. Menurut Resya, berjualan secara live streaming tidak selalu semanis apa yang selama ini digembar-gemborkan. 


Ada pula, saat-saat di mana yang menyaksikan sesi tokonya berjualan hanya segelintir orang. “Di sinilah, tekad memainkan peranan yang penting. Selain itu, kita juga harus terus menjaga tingkat kesehatan toko kita,” ujar Resya. 


Adapun yang dimaksud dengan tingkat kesehatan toko, ia melanjutkan, adalah bagaimana selama ini kinerja toko kita dalam melayani pelanggan. Toko yang sehat, dapat diukur dari bagaimana kita merespons terhadap berbagai pertanyaan dari kustomer, kecepatan pengiriman, hingga bagaimana toko selalu menjaga kualitas barang yang sampai ke tangan kustomer. 


Resya meyakini, dengan menjaga tingkat kesehatan toko, penjual akan dapat terus mengembangkan jangkauannya di platform toko Tiktok. Hal ini, karena dari pihak platform memang melakukan pemantauan terhadap toko-toko mana saja yang memilki performa toko yang baik. 


Jaga Konsistensi 


Hendri dengan nama akun hendri_alejandro merupakan kreator affiliate yang fokus di produk kategori Mom & Baby. Ia mulai join Tiktok dari Desember 2021, sekadar untuk scrolling dan mencari hiburan. 


Namun, kemudian ia mulai membuka Tiktok Shop karena pada saat itu konsep affiliate untuk mendapatkan pendapatan mulai ramai diperbincangkan. Komisi pertama yang ia dapat ternyata membuat Hendri terkejut dan “ketagihan” untuk terus berjualan. 


Kini, lebih kurang dua tahun berlalu, ia telah memiliki usaha yang bergerak di bidang produk Mom & Baby. Ia pun fokus pada konten-konten live streaming untuk membantu para ibu, khususnya para ibu baru, untuk melengkapi kebutuhannya setelah melahirkan. 


Hendri juga sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 brand terhitung dari sejak awal ia fokus menggeluti affiliate di Tiktok Shop. Dengan jumlah pengikut kini lebih dari 400 ribu, menurut Hendri, salah satu kunci utama kesuksesannya adalah konsistensi. 


Di platform keranjang kuning, kata dia, saat ini memang sudah semakin banyak orang yang menjadi konten kreator dan berjualan seperti dirinya. Tapi, tidak semuanya konsisten. 


Banyak pula yang kemudian lelah karena penonton tak kunjung meningkat atau terhambat kesibukan sehari-hari lainnya. Hendri meyakini, dengan terus rajin membuat konten, peluang dirinya untuk makin dikenal oleh sesama pengguna di platform pun terus meningkat. 


“Saat ini, saya setiap hari selalu membuat konten. Termasuk juga di akhir pekan,” ujarnya. Menurut Hendri, jumlah pemasukan yang ia dapat dari berjualan melalui live streaming ini, bisa mencapai hingga Rp 2 miliar per bulan. 


Namun, pada momen-momen tertentu, ketika ada kampanye penjualan tersendiri, jumlah yang ia dapat bahkan bisa lebih dari Rp 2 miliar. Ia pun meyakini, dengan tetap konsisten, banyak pelaku usaha seperti dirinya yang akan dapat terus mengembangkan diri, sekaligus mengembangkan skala usahanya.

 

 
Kita harus senantiasa menjaga tingkat kesehatan toko kita. 
 
RESYA MAWARANTI, Pemilik toko Floral.id
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat