Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) | Prayogi/Republika

Jakarta

Gubernur Anies Baswedan Ingatkan Pentingnya Sinergi Antar-BUMD

BUMD Bank DKI ingin dilibatkan dalam pembangunan MRT Fase II.

JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi dukungan Bank DKI terkait penerapan sistem perbankan pada sektor transportasi publik, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT. Anies mengatakan, dukungan Bank DKI tersebut merupakan perwujudan sinergi BUMD pada sektor transportasi publik.

"Penerapan transportasi publik di DKI Jakarta dilakukan oleh Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Yang menyatukan adalah perbankan, yaitu Bank DKI," kata Anies pada Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia dan Sinergi BUMD DKI Jakarta di Jakarta, Sabtu (22/2).

Bank DKI mendukung sistem pembayaran transportasi publik, seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta melalui pelayanan Jakcard dan Jak Lingko. Anies mengingatkan, salah satu tugas Bank DKI yang merupakan BUMD bidang perbankan berupaya meningkatkan pelayanan pada sektor transportasi publik.

"Bank DKI harus bisa menjadi integrator dari tujuh moda transportasi umum di Jakarta melalui produk perbankan sebagai tiket pembayaran, mulai dari angkutan umum bus kecil, menengah, bus Transjakarta, LRT Jakarta, MRT Jakarta," ujar Anies.

Untuk merealisasikan sistem moda transportasi dan alat pembayaran yang selaras, Bank DKI harus mampu berkolaborasi dengan sejumlah BUMD dan SKPD. "Kolaborasi seperti ini juga berlaku untuk pelayanan bidang pangan dan pariwisata," ujar Anies.

Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Amin Subekti juga menekankan pentingnya sinergi antar-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) karena keterkaitan antara perusahaan milik daerah satu dengan lainnya. Amin mencontohkan, sinergi tersebut adalah soal pembayaran.

Misalnya, ia mencontohkan BUMD PT Pembangunan Jaya Ancol yang transaksi pembayaran masuk-keluarnya besar sehingga sangat penting pengelolaannya disinergikan. Kemudian, untuk pembiayaan, misalnya, PD Dharma Jaya butuh pembiayaan untuk modal kerja beli daging dari daerah.

Lalu, PT Food Station Media Jaya butuh pembiayaan untuk modal kerja dan investasi yang akan dilakukan, kemudian untuk pengadaan produk, seperti beras, telur, bawang, cabai, dan seterusnya. "Jadi, semuanya saling terkait dan mendukung untuk kepentingan Jakarta," kata Amin.

Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan mendorong pengembangan yang dilakukan oleh DKI Jakarta. Misalnya, PD Dharma Jaya yang ingin mengembangkan pengadaan cold storage dan MRT ingin mengembangkan jalur barat-timur Jakarta.

"Itu kan proses perlu banyak sekali dukungan dari perbankan. Karena itu, Bank DKI kami dorong untuk lebih bekerja sama dengan berbagai BUMD," kata Amin.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, sejalan dengan perkembangan zaman yang memasuki era 4.0, Bank DKI menyadari masyarakat Jakarta atau kaum urban kini membutuhkan layanan yang cepat dan praktis. Oleh karena itu, pihaknya memiliki sejumlah produk dan layanan nontunai yang dapat mengakomodasi hal tersebut, salah satunya Jakcard.

Jakcard merupakan kartu prabayar yang diterbitkan oleh Bank DKI sebagai alat pembayaran nontunai. Kepraktisan pembayaran dengan Jakcard bisa dimanfaatkan warga, salah satunya untuk pembayaran tiket naik Transjakarta.

"Memang perlu diakui, pembayaran cashless telah memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, meskipun masih banyak juga yang belum bisa melepaskan kebiasaan membayar dengan uang tunai,? kata Herry.

Minta dilibatkan

Bank DKI Jakarta juga ingin terlibat dalam pendanaan pembangunan Fase III Moda Raya Terpadu (MRT) rute Ujung Menteng-Kalideres pada 2020. "Misal, MRT yang akan membangun jalur Ujung Menteng ke Kalideres itu kita juga akan ajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain untuk ikut serta melalui sindikasi," kata Direktur Utama Bank DKI Jakarta Zainudin Mappa, Ahad.

Dana investasi tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang dibutuhkan MRT dan kesiapan BPD. PT MRT Jakarta memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Fase III rute Kalideres-Ujung Menteng mencapai Rp 53 triliun.

Rute Kalideres-Ujung Menteng merupakan bagian dari koridor Timur-Barat (East-West) yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 31,7 kilometer. Untuk tahap awal MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota (inner Jakarta).

Jika Pemprov DKI setuju, pembangunan koridor Timur-Barat (inner Jakarta) akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 km.

Lantaran besarnya dana yang dibutuhkan, MRT Jakarta mengaku, skema pembiayaan koridor Timur-Barat tidak bisa menggunakan strategi pinjaman antarpemerintah (G to G) seperti koridor Utara-Selatan fase I dan II.

Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, jumlah penumpang MRT pada Maret hingga Desember 2019 mencapai rata-rata 89.645 penumpang per hari. "Peningkatan jumlah penumpang mengalami tren positif setiap bulannya dengan total per tahun mencapai 24.621.467 penumpang," kata Tuhiyat.

Tuhiyat mengatakan, kerja sama dengan Bank DKI sebenarnya telah dirintis melalui pengelolaan administrasi keuangan MRT. Terdapat empat bentuk rintisan kerja sama, di antaranya, payroll system, operational financing, fund placement, dan kesejahteraan.