Jelajah Zoom in, Pulau Untung Jawa | Angga Indrawan

CSR

Pulau Untung Jawa Kini Lebih Terang dan Aman

Sebelumnya, warga pulau harus melakukan perjalanan ke Tangerang untuk mendapatkan lampu berkualitas.


Dalam upaya meningkatkan pelayanan listrik dan kualitas hidup warga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, ada perubahan signifikan dalam penyediaan listrik di pulau ini. Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dari Polsek Kepulauan Seribu Selatan, Aipda Masito, mengatakan dirinya merupakan anak asli pulau Untung Jawa, sehingga paham dengan perkembangan penerangan di tempat tinggalnya.

Masito mengenang masa lampau di pulau ini, ketika listrik masih bergantung pada sumber diesel PLTD yang kurang stabil dibandingkan dengan PLN. "Dulu, listrik hanya menyala pada malam hari, dan sering kali hanya sebentar. Ini membuat warga sulit menikmati hiburan seperti menonton TV," kata Masito dalam acara “in-Lite LED Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat di Pulau Untungjawa", Sabtu (26/8/2023) lalu.

Namun, situasi tersebut telah berubah berkat upaya-upaya perbaikan infrastruktur. Kini, Masito mengatakan berkat penyediaan listrik dari PLN, Pulau Untung Jawa telah menikmati akses listrik 24 jam penuh. Hal ini tentu saja membawa banyak kemudahan dan kenyamanan bagi warga.

 

photo
Jelajah Zoom in, Pulau Untung Jawa - (Angga Indrawan)

Masito juga mengingatkan pentingnya memilih lampu yang berkualitas dan aman bagi kebutuhan sehari-hari. Dia menggarisbawahi, kehati-hatian dalam membeli lampu dengan harga terlalu murah yang sering kali tidak memenuhi standar keselamatan.

 

"Terkadang, warga membeli lampu servisan dengan harga murah, tetapi kualitasnya tidak terjamin. Ada kasus di mana lampu servisan hanya bertahan sebulan, atau bahkan lebih pendek, yang tentu saja membuat warga merasa dirugikan," ujar dia.

 

Dalam rangka memberikan solusi atas permasalahan ini, Masito berharap tim in-Lite LED membagikan panduan mengenai standar kualitas dan keselamatan lampu. "Kami berharap, dengan informasi ini, warga akan lebih bijak dalam memilih lampu dan menyadari pentingnya investasi pada lampu berkualitas," kata dia.

 

photo
Merek lampu LED besutan anak negeri, in-Lite LED mendonasikan 810 lampu dan melakukan sosialisasi jenis lampu di Pulau Untungjawa, Kepulauan Seribu, Sabtu (26/8/2023). - (Republika/Umi Nur Fadhilah)

Sebelumnya, warga pulau harus melakukan perjalanan ke Tangerang untuk mendapatkan lampu berkualitas. Meskipun biaya transportasi sering kali lebih tinggi daripada harga lampu itu sendiri. Kadang-kadang, biaya transportasi bisa melampaui harga lampu sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Biaya ini belum termasuk biaya untuk makan dan kapal.

 

Perubahan ini menunjukkan peningkatan nyata dalam pemenuhan listrik dan kualitas hidup di Pulau Untung Jawa. Dengan penyediaan listrik dari PLN dan kesadaran pentingnya pemilihan lampu berkualitas, warga diharapkan dapat menikmati fasilitas yang lebih baik dan aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Pulau Untung Jawa, yang terletak di Kepulauan Seribu, telah lama menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal dan nasional. Namun, meskipun daya tariknya, situasi penerangan di pulau ini masih belum mencapai potensinya. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan lampu non-LED yang masih umum digunakan oleh sebagian besar penduduk setempat.

 

photo
Merek lampu LED besutan anak negeri, in-Lite LED mendonasikan 810 lampu dan melakukan sosialisasi jenis lampu di Pulau Untungjawa, Kepulauan Seribu, Sabtu (26/8/2023). - (Republika/Umi Nur Fadhilah)

Menyadari situasi ini, in-Lite LED, sebuah merek lampu LED buatan dalam negeri, mengambil langkah penting. Merek ini bertekad memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman di Pulau Untungjawa. Dengan komitmen ini, in-Lite LED berusaha membantu memajukan situasi penerangan di pulau ini agar dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengunjung dan penduduk setempat.

 

Memasuki tahun kesembilan, in-Lite LED mengambil langkah inspiratif dengan meluncurkan inisiatif di Pulau Untungjawa. Melalui kehadiran ini, in-Lite LED menyumbangkan sebanyak 810 lampu LED, termasuk jenis bohlam, tube light (neon), dan kapsul. Lampu-lampu ini akan memberikan penerangan menyeluruh, memberikan kenyamanan, serta keamanan bagi warga setempat.

 

General Manager Marketing in-Lite LED, Fransiska Darmawan, mengungkapkan sangat senang dapat berbagi di Pulau Untungjawa, Kepulauan Seribu. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang telah menjadi bagian rutinitas in-Lite LED dalam mewujudkan misi #TerangIndonesia.

 

photo
Merk lampu LED besutan anak negeri, in-Lite LED mendonasikan 810 lampu dan melakukan sosialisasi jenis lampu di Pulau Untungjawa, Kepulauan Seribu, Sabtu (26/8/2023). - (Republika/Umi Nur Fadhilah)

Sebelumnya, in-Lite LED telah mengadakan berbagai acara CSR yang memberikan manfaat kepada masyarakat di Indonesia. Pada 2021, in-Lite LED memberikan 50 lampu panel surya untuk menerangi posko korban gempa di Gunung Semeru, Jawa Timur.

Pada Ramadhan 2022, in-Lite LED juga berkolaborasi dengan Mall Gaia Bumi Raya City untuk berbagi kebahagiaan dengan 100 anak yatim dan dhuafa di Pontianak. Fransiska juga menekankan bahwa kegiatan CSR ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun in-Lite LED yang kesembilan.

Product Development Manager in-Lite, Gatot Sulistyo Aji, menambahkan in-Lite LED terus berupaya memberikan kontribusi bagi industri dalam negeri dan merespons dinamika, serta tren permintaan masyarakat. In-Lite LED, lanjut dia, juga terus berinovasi sebagai penyedia solusi pencahayaan yang lengkap, dengan lebih dari 30 kategori produk dan 1.000 jenis produk pencahayaan, berkualitas premium, dan dengan harga terjangkau. 

 

 
Dulu, listrik hanya menyala pada malam hari. 
 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Inovasi Sosial dalam Program CSR

Pelaksanaan CSR seharusnya berbasis permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar dan potensi wilayah.

SELENGKAPNYA

Kota Baru Lampung Kini Tinggal Kenangan

Dana yang keluar untuk pembangunan Kota baru tak sedikit.

SELENGKAPNYA

Menjelajahi Pulau Penyengat yang Kental dengan Adat Melayu

Pulau Penyengat sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional.

SELENGKAPNYA