FILE - Irish singer Sinead O | MTI

Geni

Gejolak Hidup Penuh Warna Sinead O'Connor

Kehidupan Sinead O'Connor penuh dengan cerita suka dan duka.

Menyusul berpulangnya legenda musik Irlandia Sinead O'Connor yang dikonfirmasi pada Rabu (25/7/2023) lalu, film dokumenter tentang sang musisi kini kembali ditayangkan. Tayangan tersebut berjudul Nothing Compares

Film dokumenter pemenang penghargaan itu menunjukkan sosok Sinead O'Connor sebagai seorang revolusioner yang blak-blakan. Berdurasi 97 menit, film dirilis di bioskop pada musim gugur 2022 dan kini untuk pertama kalinya disiarkan di televisi.

Disutradarai sineas Kathryn Ferguson, film ini mengeksplorasi kehidupan O'Connor yang bergejolak dan kariernya yang produktif. Tayangan menunjukkan sisi lain O'Connor yang tidak banyak diketahui banyak orang sebagai berikut, dikutip dari laman National World, Ahad (30/7/2023).

 

- Pernah harus tidur di kebun

Hubungan O'Connor dengan ibunya tidak berjalan baik, bahkan dia kerap dapat penyiksaan. O'Connor bercerita ketika dia berusia delapan tahun, ibunya menyuruh dia tidur di kebun selama beberapa pekan. Dia menangis meminta masuk, tapi sang ibu hanya mematikan lampu dan meninggalkannya di luar dalam cuaca dingin.

 

- Mengalami pelecehan saat remaja

Pada usia 14 tahun, O'Connor dikirim ke residential training center yang dijalankan oleh organisasi persaudaraan agama tertentu dan mengalami pelecehan di tempat itu. Berbicara tentang pengalaman buruknya, dia ingat mendapat doktrin bahwa "kami adalah orang-orang jahat yang tidak pantas hidup".

 

photo
Sinead OConnor memamerkan hijab selepas masuk Islam pada 2019. - (Twitter)

- Sering pindah sekolah

Selama wawancara dengan seorang pembawa acara Irlandia, terungkap bahwa selama masa kecilnya yang sulit, O'Connor kerap pindah sekolah. Dengan biaya dari ayahnya, O'Connor mengaku sudah pindah sekolah sekitar lima sampai enam kali.

 

- Sangat terinspirasi Bob Dylan

Tanpa Bob Dylan, tidak akan ada Sinead O'Connor. O'Connor mengungkap bahwa Dylan adalah sumber inspirasinya. Lagu Dylan, "Gotta Serve Somebody" dari album Slow Train Coming di 1979, membuat O'Connor yang masih berusia 11 tahun terpukau dan bertekad mendalami musik dan menggunakannya untuk kebaikan.

 

- Pernah diminta mengakhiri kehamilan

Menurut film dokumenter, label Ensign yang dulu menaungi O'Connor pernah menekannya untuk mengakhiri kehamilan. Sebab, itu dianggap akan mengganggu peluncuran promosi album debutnya. O'Connor juga mengungkapkan bahwa label tersebut melakukan pemotretan hanya dari bahunya ke atas, agar tidak memperlihatkan perutnya yang membesar.

 

- Dianggap terlalu agresif untuk Amerika

Album debut O'Connor, The Lion and the Cobra, punya sampul berbeda di Amerika Serikat (AS). Itu karena pose O'Connor dan kepala gundulnya seperti di album Inggris dianggap sebagai citra yang terlalu agresif bagi konsumen AS. Akhirnya, dipakai sampul alternatif yang lebih konservatif.

 

- Kisah sedih di balik klip ikonik "Nothing Compares 2 U

Dalam film dokumenter, O'Connor mengungkapkan air mata yang terlihat di video musik ikonik "Nothing Compares 2 U" tidak dibuat-buat. O'Connor memikirkan momen dengan ibunya saat bernyanyi. Alam bawah sadarnya juga memikirkan "gadis kecil di kebun".

 

- Dilarang oleh radio Amerika

Pada 1990, O'Connor jadi sorotan karena menolak lagu kebangsaan AS diputar sebelum penampilannya di New Jersey. Sejumlah stasiun radio di AS kemudian memboikot O'Connor, dengan tidak memutar lagunya di program mereka, tetapi ada juga yang tidak melakukannya.

 

photo
Penyanyi Irlandia Sinead OConnor tampil selama konsernya di Akvarium Klub di Budapest, Hungaria, 09 Desember 2019 (diterbitkan ulang 26 Juli 2023). OConnor telah meninggal pada usia 56 tahun, keluarga penyanyi mengumumkan hal tersebut pada 26 Juli 2023 (FILE) - EPA-EFE/Marton Monus HUNGARY OUT - (MTI). 
 

- Sering dapat ancaman

O'Connor juga menerima reaksi kebencian yang mendalam setelah penampilannya yang kontroversial di Saturday Night Live (SNL) pada 1992. Pada momen itu, dia memprotes Paus Yohanes Paulus II dengan merobek fotonya menjadi beberapa bagian. 

O'Connor melakukan itu untuk menyuarakan protes atas kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang masih terjadi di bawah institusi di bawah naungan gereja. Akibatnya, dia dimusuhi dan dapat banyak ancaman, termasuk oleh Frank Sinatra, Joe Pesci, dan akademisi feminis Camille Anna Pagila.

 

- Protes Grammy-nya mendapat respek dari Public Enemy

O'Connor melakukan protes pada Grammy 1989 yang membuatnya dihormati oleh grup rap Public Enemy. Saat bertandang ke Grammy, O'Connor menggambar logo grup Public Enemy di kepalanya untuk memprotes penghargaan untuk kategori rap yang tidak ditayangkan di televisi. 

Surat dari Dolly Parton

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dolly Parton (@dollyparton)

Penyanyi country asal Amerika Serikat (AS), Dolly Parton, pernah mengirimkan surat tulisan tangan yang menyentuh untuk penyanyi Irlandia Sinead O’Connor. Setelah O'connor dikabarkan tutup usia pekan lalu, surat itu pun kembali jadi sorotan.

Pasalnya, surat Parton menjadi salah satu bukti kuatnya kiprah sosok O'Connor di ranah musik. Dikutip dari laman American Songwriter, Ahad (30/7/2023), surat bertanggal 25 Juni 2003 itu berisi pujian dari Parton kepada O'Connor yang merupakan "junior"-nya.

Pada 2003, O'Connor membuat cover dari lagu Parton yang berjudul "Dagger Through the Heart". Versi orisinal lagu tersebut termuat di album ke-39 milik Parton rilisan 2002, yakni Halos & Horns. Sementara, versi O’Connor merupakan bentuk tribute untuk Parton.

Sebagai ciri khas, O’Connor menambahkan unsur folk dan bluegrass untuk lagu "Dagger Through the Heart" yang dia bawakan. Parton rupanya sangat terkesan. Dia berterima kasih karena O'Connor mau terlibat dalam proyek spesial itu, mencurahkan talentanya untuk karya tersebut.

"Aku selalu mengagumimu dan sekarang aku lebih mengagumimu. Aku sangat menyukai caramu menyanyikan lagu "Dagger Through the Heart". Ya ampun, aku merasakannya lagi dan lagi," ujar Parton dalam suratnya.

Album tribute itu berjudul Just Because I’m a Woman: Songs of Dolly Parton. Selain O'Connor, album tribute juga melibatkan banyak musisi, termasuk Melissa Etheridge dengan lagu "I Will Always Love You", dan duet Shania Twain dan Alison Krauss di lagu "Coat of Many Colors, serta versi lain lagu "To Daddy" yang dibawakan Emmylou Harris.

Sebelum merekamnya, O’Connor pertama kali membawakan lagu “Dagger Through the Heart” saat tampil di Saturday Night Live pada 1992. Lagu lain yang dia nyanyikan kala itu adalah "War" milik Bob Marley. Pada momen itulah O'Connor melakukan aksi kontroversial merobek foto Paus John Paul II. 

Selain "Dagger Through the Heart", O’Connor juga cukup mendalami musik country. Dia membawakan ulang lagu "Success" rilisan 1963 milik Loretta Lynn, yang termuat di album O'Connor bertajuk 'I Am Not Your Girl' dan diluncurkan pada 1992. Pada 1993, O’Connor berkolaborasi dengan Willie Nelson membawakan "Don’t Give Up" milik Peter Gabriel.

Kabar duka berpulangnya O’Connor diumumkan pada Kamis (27/7/2023). Selain beragam karyanya yang mendunia, O'Connor juga jadi sorotan karena kehidupan personalnya. Dia memutuskan masuk Islam pada 2018 dan mengganti namanya menjadi Shuhada Sadaqat.

 

 
Aku sangat menyukai caramu menyanyikan lagu "Dagger Through the Heart". 
 
DOLLY PARTON, dalam suratnya untuk Sinead O'Connor. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat