Hikmah hari ini | Republika

Hikmah

Resolusi Tahun Baru Hijriyah

Tahun baru hijriyah menjadi momentum untuk melakukan perubahan dan meningkatkan amal kebaikan.

Oleh NAWAWI EFENDI

Bulan Muharam adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan inilah, Allah SWT memerintahkan kita untuk memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat.

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu).” (QS at-Taubah [9]: 36).

Sebagai bulan pertama pada tahun hijriyah, bulan Muharam menjadi kesempatan bagi kita untuk menetapkan resolusi. Jika pada tahun yang lalu ada kekurangan dalam amal ibadah kita pada Allah SWT, maka pada bulan inilah menjadi awal perbaikan untuk masa yang akan datang. Di antara resolusi yang dapat kita lakukan adalah semangat hijrah pada kebaikan. 

Di antara resolusi yang dapat kita lakukan adalah semangat hijrah pada kebaikan. 
 

Tahun hijriyah adalah tahun yang didasarkan pada hijrahnya Rasulullah SAW beserta para sahabat dari Makkah ke Madinah. Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa hijrah tersebut adalah semangat dan tekad untuk meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan.

Penjelasan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Seorang Muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. Sedangkan seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR Bukhari).

Allah SWT juga menjanjikan balasan berupa karunia dan nikmat yang besar bagi orang yang dengan ikhlas melakukan hijrah.

“Siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang banyak dan kelapangan (rezeki dan hidup). Siapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal (sebelum sampai ke tempat tujuan), sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS an-Nisa [4]: 100).

Resolusi tahun baru hijriyah selanjutnya adalah semangat untuk meningkatkan rasa syukur pada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya. Hal tersebut sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW untuk melaksanakan puasa pada tanggal 10 Muharam atau puasa Asyura sebagai wujud syukur pada-Nya. Pada tanggal tersebut Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Firaun di lautan.

Terkait keutamaan puasa Asyura, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa hari Asyura – aku berharap dari Allah – dapat menghapuskan dosa-dosa pada tahun sebelumnya.” (HR Tirmidzi).

Dari anjuran puasa tersebut, kita dapat memahami bahwa semua ibadah yang kita lakukan – termasuk juga puasa Asyura – pada hakikatnya adalah sebagai bentuk syukur pada Allah SWT dan untuk mendapatkan ampunan dari dosa-dosa.

Jika kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT, maka kita tidak mampu melakukannya. Dari nikmat hidup, keluarga, kesehatan, sampai nikmat yang paling besar yaitu keimanan pada-Nya. Begitu juga jika kita menghitung-hitung kesalahan atau dosa yang pernah kita lakukan, maka kita pun tidak mampu menentukannya.

Untuk itu, tahun baru hijriyah menjadi momentum untuk melakukan perubahan dan meningkatkan amal kebaikan.

Dengan menetapkan resolusi di awal tahun hijriyah, diharapkan kuantitas dan kualitas amal kebaikan kita mampu menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sedangkan dasar atau landasan dari resolusi tersebut adalah firman Allah SWT, “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS al-Ashr [103]: 1-3).

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Pembakaran Alquran yang Terulang

Bukan tak mungkin pembakaran Alquran atau kitab suci lainnya berpotensi terulang.

SELENGKAPNYA

Pentingnya Ekuitas Merek pada Produk Agribisnis

Terdapat setidaknya dua masalah besar terkait merek bagi agribisnis Indonesia.

SELENGKAPNYA

Saat Istri Menyedekahkan Harta Suami

Berinfak dan sedekah dengan izin suami akan semakin baik

SELENGKAPNYA