Petugas menyuntikan vaksin rabies kepada kucing di Kantor Kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2023). | Republika/Putra M. Akbar
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terdapat akumulasi 1.733 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada Juni 2023. | Republika/Putra M. Akbar
Angka ini yang meningkat sebanyak 206 kasus dari total 1.527 kasus pada Mei 2023. Namun DKI Jakarta masih tetap berstatus bebas rabies. | Republika/Putra M. Akbar
Sejak 2004 Jakarta telah menyandang status sebagai kota bebas rabies. | Republika/Putra M. Akbar
Hingga saat ini tidak ditemukan adanya kasus kematian yang disebabkan infeksi virus rabies akibat cakaran anjing ataupun kucing. | Republika/Putra M. Akbar
Petugas memasukan dosis vaksin rabies untuk disuntikan ke kucing di Kantor Kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2023). | Republika/Putra M. Akbar

Peristiwa

Vaksinasi Rabies bagi Hewan Peliharaan

Hingga Juni 2023 telah terjadi 1733 kasus gigitan dan cakaran tidak berakibat Rabies.

JAKARTA -- Petugas menyuntikan vaksin rabies kepada kucing di Kantor Kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2023).

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terdapat 1.733 kasus akumulasi Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada Juni 2023. Angka ini meningkat sebanyak 206 kasus dari total 1.527 kasus pada Mei 2023.

Status di Jakarta sudah eliminasi atau bebas rabies sejak 6 Oktober 2004," kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama dalam keterangannya, Senin (3/7/2023).

Ngabila mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, yakni pada Januari hingga Juni 2023 telah terjadi sebanyak 1.733 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). Menurut penuturannya, peningkatan terjadi pada Juni 2023. 

"Memang terjadi peningkatan kenaikan kasus GHPR selama bulan Juni 2023 sebanyak 442 kasus disebabkan gigitan atau cakaran anjing dan kucing," ujar dia. Kendati demikian, tidak ada kematian akibat kasus tersebut.

Ngabila mengimbau agar warga Jakarta yang terkena gigitan atau cakaran HPR melakukan beberapa upaya pencegahan. Diantaranya menghindari anak, lansia, kelompok disabilitas, pengasuh hewan, serta menghindari lokasi spesifik terdapat anjing untuk menghindari gigitan.

  ';