Penari saat tampil dalam gelaran Kebaya Menari di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Sabtu (3/6/2023). | Republika/Thoudy Badai
Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Kebaya Menari tersebut melibatkan sebanyak 100 penari di Jakarta | Republika/Thoudy Badai
Kegiatan ini mengusung tema Gumati Nuswapada yang artinya mencintai nusantara. | Republika/Thoudy Badai
Penari usai tampil dalam gelaran Kebaya Menari di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Sabtu (3/6/2023). | Republika/Thoudy Badai
Penari berfoto usai tampil dalam gelaran Kebaya Menari di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Sabtu (3/6/2023). | Republika/Thoudy Badai
Penari menunggu giliran untuk tampil dalam gelaran Kebaya Menari di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Sabtu (3/6/2023). | Republika/Thoudy Badai
Pagelaran tersebut merupakan upaya komunitas kebaya menari untuk mewujudkan adanya Hari Kebaya Nasional serta mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda. | Republika/Thoudy Badai

Peristiwa

Gelaran Kebaya Menari di Museum Kebangkitan Nasional

Gelaran ini menjadi sarana bagi komunitas Kebaya Menari untuk mengupayakan pengakuan Hari Kebaya Nasional.

JAKARTA -- Gelaran seni bertajuk "Kebaya Menari" diadakan di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta pada Sabtu (3/6/2023). Acara ini merupakan inisiatif dari komunitas Kebaya Menari yang melibatkan sekitar 100 penari di Jakarta dengan mengusung tema "Gumati Nuswapada" yang mengandung makna mencintai nusantara.

Gelaran ini menjadi sarana bagi komunitas Kebaya Menari untuk mengupayakan pengakuan Hari Kebaya Nasional dan pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Mereka berharap agar keindahan dan makna dalam tarian kebaya dapat diapresiasi dan dilestarikan sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia. ';