Jet Mikoyan MiG-31K Angkatan Udara Rusia yang membawa rudal balistik berkemampuan nuklir Kh-47M2 Kinzhal terbang di atas Lapangan Merah saat latihan parade militer Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2021. | AP/AP

Internasional

Konflik Rusia-Ukraina Dibayangi Perang Nuklir

Perang Ukraina dapat berlangsung lama.

TALLINN -- Rusia dan Belarusia menandatangani kesepakatan yang meresmikan pengerahan senjata nuklir taktis Moskow di wilayah sekutunya pada Kamis (25/5/2023). Pengerahan itu meningkatkan ancaman perang nuklir, menyusul serangan Rusia ke Ukraina. 

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pengerahan senjata jarak pendek di Belarus awal tahun ini dalam langkah yang secara luas dilihat sebagai peringatan bagi Barat karena meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina. Putin mengatakan pembangunan fasilitas penyimpanan di Belarus untuk senjata itu akan selesai pada 1 Juli.

Belum jelas berapa banyak senjata nuklir yang akan disimpan di Belarusia. Pemerintah AS yakin Rusia memiliki sekitar 2.000 senjata nuklir taktis, yang meliputi bom yang dapat dibawa oleh pesawat terbang, hulu ledak untuk rudal jarak pendek, dan peluru artileri.

Senjata nuklir taktis dimaksudkan untuk menghancurkan pasukan dan senjata musuh di medan perang. Mereka memiliki jangkauan yang relatif pendek dan daya yang jauh lebih rendah daripada hulu ledak nuklir yang dipasang pada rudal strategis jarak jauh yang mampu melenyapkan seluruh kota.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan, pergerakan senjata nuklir taktis milik Rusia telah dimulai. Hanya saja dia tidak merinci status senjata itu sudah benar-benar tiba di negaranya atau tidak.

Lukashenko menghadiri pertemuan Dewan Ekonomi Tertinggi Eurasia dengan Putin dan para pemimpin Armenia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan. Penandatanganan kesepakatan terjadi saat Rusia bersiap untuk serangan balasan oleh Ukraina. Baik pejabat Rusia maupun Belarusia juga membingkai langkah tersebut sebagai didorong oleh permusuhan dari Barat.

“Penyebaran senjata nuklir nonstrategis merupakan respons efektif terhadap kebijakan agresif negara-negara yang tidak bersahabat dengan kami,” kata Menteri Pertahanan Belarusia Viktor Khrenin di Minsk pada pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Shoigu.

“Dalam konteks eskalasi ancaman yang sangat tajam di perbatasan barat Rusia dan Belarusia, sebuah keputusan dibuat untuk mengambil tindakan balasan di bidang militer-nuklir,” ujar Shoigu.

photo
Tank Rusia dan Belarusia melaju selama latihan militer bersama di lapangan tembak Brestsky, Belarusia pada Rabu, 2 Februari 2022. - (AP/Russian Defense Ministry Press S)

Putin berpendapat, dengan mengerahkan senjata nuklir taktisnya di Belarusia, Rusia mengikuti jejak AS. AS memiliki senjata nuklir yang berbasis di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.

Rusia dan Belarusia memiliki perjanjian aliansi dengan Istana Kremlin mensubsidi ekonomi Belarusia, melalui pinjaman dan potongan harga minyak dan gas Rusia. Sedangkan Moskow menggunakan wilayah Minsk sebagai tempat persiapan untuk menyerang negara tetangga Kiev dan mempertahankan kontingen pasukan dan senjata di sana. 

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu dan Belarus Viktor Khrenin, pada Kamis (25/5/2023), menandatangani dokumen tentang penyebaran senjata nuklir taktis Rusia di Belarus, kantor berita milik pemerintah Rusia, TASS, melaporkan.

"Selama pertemuan, dokumen yang menentukan prosedur untuk menyimpan senjata nuklir non-strategis Rusia di fasilitas penyimpanan khusus di wilayah Republik Belarus telah ditandatangani," kata layanan pers Kementerian Pertahanan.

photo
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko (tengah) bersama perwira tinggi Rusia dan Belarusia menghadiri latihan strategis bersama angkatan bersenjata Federasi Rusia dan Republik Belarus Zapad-2021 di tempat latihan Obuz-Lesnovsky, Belarusia, Ahad (12/9/2021). - (AP/BelTA)

Moskow akan mempertahankan kontrol atas senjata-senjata tersebut dan setiap keputusan mengenai penggunaannya, demikian dikutip dari pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. "Langkah-langkah yang diambil oleh Rusia dan Belarusia sesuai dengan semua kewajiban hukum internasional yang ada," ujar Shoigu.

Kedua menteri pertahanan membahas situasi militer dan politik saat ini serta isu-isu kerja sama militer dan teknis antara kementerian pertahanan kedua negara. Rusia dan Belarusia, yang merupakan sekutu dekat dalam konflik di Ukraina, sepakat pada awal tahun ini untuk mengerahkan sebagian persenjataan nuklir taktis Moskow di Belarus.

Secara terpisah, media Rusia melaporkan bahwa Shoigu mengatakan bahwa Barat melancarkan "perang yang tidak dideklarasikan" terhadap Rusia dan Belarus.

Perang lama

Sementara, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, perang Ukraina dapat berlangsung selama beberapa dekade. Dia memprediksi, perang ini menjadi periode pertempuran yang panjang diselingi oleh gencatan senjata.

photo
Asap mengepul dari gedung-gedung dalam pemandangan udara Bakhmut, di wilayah Donetsk, Ukraina, Rabu (26/4/2023). - (AP Photo/Libkos)

"Konflik ini akan berlangsung sangat lama, kemungkinan besar puluhan tahun," kata Medvedev kepada kantor berita resmi pemerintah Rusia RIA pada Kamis (25/5/2023).

Sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan prediksi tersebut selama kunjungan ke Vietnam. "Selama ada kekuatan seperti itu, akan ada, katakanlah, tiga tahun gencatan senjata, dua tahun konflik, dan semuanya akan terulang kembali," ujar Medvedev.

Medvedev mengulangi klaim Rusia bahwa Ukraina adalah negara Nazi. Dia memang sering membuat komentar garis keras, bahkan bulan lalu dia menggambarkan otoritas Ukraina sebagai infeksi.

photo
Setahun Perang Rusia-Ukraina - (Republika)

Pada Januari, Medvedev mengatakan jika Rusia dikalahkan dapat memicu perang nuklir. Dia juga pernah menanggapi soal Medvedev penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas penangkapan Putin.

Medvedev mengatakan, jika Putin ditangkap di luar negeri karena surat perintah penangkapan dari ICC, Moskow akan menganggap hal itu sebagai deklarasi perang. Rusia tak segan mengerahkan serangan ke negara terkait tempat Putin ditahan. 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Warga Ukraina Mulai Dievakuasi

Ukraina membantah menembaki warganya sendiri.

SELENGKAPNYA

Modal Serangan Balik Ukraina Mulai Tiba

Presiden Ukraina masih menunda serangan balik melawan Rusia.

SELENGKAPNYA

Nazi di Tengah Ukraina dan Rusia

Kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II diperingati di seantero Eropa.

SELENGKAPNYA