Kondisi jembatan apung Jembalas yang dilepas sebagian untuk jalur sampah di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (28/3/2023) | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sampah plastik mengambang menutupi permukaan aliran sungai di DAS Citarum daerah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selsa (28/3/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga menggunakan perahu untuk memilah sampah plastik di DAS Citarum daerah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selsa (28/3/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Jembatan apung Jembalas ini sempat viral karena patah saat dilintasi pengendara sepedea motor awal tahun lalu. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kondisi jembatan apung Jembalas yang dilepas sebagian mengalah agar sampah bisa mengalir di sepanjang DAS Citarum | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga menggunakan perahu untuk memilah sampah plastik di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (28/3/2023). Berdasarkan keterangan warga, tumpukan sampah kiriman yang terbawa arus sungai itu terus meningkat diseba | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Peristiwa

Sampah DAS CItarum Hambat Aliran Sungai di KBB

Tumpukan sampah terbawa arus sungai hingga me

BANDUNG -- Sampah tampaknya selalu menjadi masalah di DAS Citarum. Gubernur hingga presiden datang silih berganti. Beragam program revitaliasai pun pernah diluncurkan, bahkan termasuk target sungai Citarum akan bisa diminum langsung.

Namun kondisi sungai terpanjang di Jawa Barat ini masih tak jauh berbeda dengan kondisi semula. Keruh, sampah mengambang, dan kerap menjadi salah satu sebab banjir Bandung Selatan.

Di salah satu DAS Citarum di daerah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat terdapat jembatan apung yang dikenal dengan nama Jembalas singkatan dari  Jembatan Apung Cihampelas (Jembalas). Jembatan ini menghubungkan dua kecamatan, Batujajar dan Cihampelas. 

 Sesuai namanya jembatan ini merupakan jembatan apung yang mengambang di permukaan sungai. Namun karena sifatnya yang mengapung, jembatan ini menahan laju tumpukan sampah yang hanyut di DAS Citarum. 

Akibatnya jembatan ini jadi penghambat laju sampah yang hanyut. Untuk dapat membiarkan sampah kembali hanyut, sambungan sampah ini dilepas di tengah jalan agar sampah dapat kembali mengalir.

Berdasarkan keterangan warga, tumpukan sampah kiriman yang terbawa arus sungai itu terus meningkat disebabkan volume air yang naik saat intensitas curah hujan yang tinggi.  ';

Ikuti Berita Republika Lainnya