Inovasi
Cermat Mengenali Tanda Deepfake
Teknologi deepfake biasanya berfokus pada fitur wajah daripada seluruh tubuh.
Dengan potensi penyalahgunaan deepfake yang makin luas pada masa yang akan datang, mengenali tanda deepfake, bisa jadi akan sangat bermanfaat. Dikutip dari DailyMail, setidaknya ada 15 cara yang bisa kita gunakan untuk mengenali sebuah deepfake, yakni:
1. Gerakan mata yang tidak wajar
Gerakan mata pada deepfake, biasanya tidak terlihat alami. Hal seperti kurangnya gerakan mata, seperti tidak adanya kedipan, adalah tanda bahaya besar. Meniru tindakan berkedip dengan cara yang terlihat alami atau meniru gerakan mata orang sungguhan, memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan teknologi deepfake. Hal ini sekaligus juga bisa menjadi celah untuk mengenali adanya penyalahgunaan deepfake.
2. Ekspresi wajah yang tidak wajar
Ketika ada sesuatu yang tidak beres pada wajah, itu bisa menandakan facial morphing. Ini terjadi ketika satu gambar digabung di atas gambar yang lain.
3. Pemosisian fitur wajah yang canggung
Jika wajah seseorang mengarah ke satu arah dan hidungnya mengarah ke arah lain, Anda harus meragukan keaslian video tersebut.
4. Kurangnya emosi
Anda juga dapat melihat apa yang dikenal sebagai facial morphing jika wajah seseorang tampaknya tidak menunjukkan emosi, yang seharusnya sesuai dengan apa yang seharusnya mereka katakan.
5. Tubuh atau postur tubuh yang tampak canggung
Tanda lain adalah jika bentuk tubuh seseorang tidak terlihat alami, atau ada posisi kepala dan tubuh yang janggal atau tidak konsisten. Ini mungkin salah satu ketidakkonsistenan yang lebih mudah dikenali, karena teknologi deepfake biasanya berfokus pada fitur wajah daripada seluruh tubuh.
6. Gerakan tubuh atau bentuk tubuh yang tidak wajar
Jika seseorang terlihat terdistorsi atau tidak aktif saat menoleh ke samping atau menggerakkan kepalanya, atau gerakannya tersentak-sentak dan terputus-putus dari satu frame ke frame berikutnya, Anda harus curiga bahwa video tersebut palsu.
7. Pewarnaan yang tidak alami
Warna kulit yang tidak normal, perubahan warna, pencahayaan yang aneh, dan bayangan yang salah tempat adalah tanda bahwa apa yang Anda lihat kemungkinan besar palsu.
8. Rambut yang tidak terlihat asli
Anda tidak akan melihat rambut keriting atau kusut karena gambar palsu tidak akan dapat menghasilkan karakteristik individual ini.
9. Gigi yang terlihat nyata
Algoritma mungkin tidak dapat menduplikasi gigi individu, jadi tidak adanya skema gigi yang jelas, bisa menjadi petunjuk.
10. Kabur atau kesalahan penyelarasan
Jika tepi gambar buram atau visual tidak sejajar—misalnya, wajah dan leher seseorang bertemu dengan tubuhnya, kita harus curiga bahwa ada sesuatu yang salah.
11. Kebisingan atau audio yang tidak konsisten
Pembuat deepfake biasanya menghabiskan lebih banyak waktu untuk gambar video daripada audio. Hasilnya bisa berupa sinkronisasi bibir yang buruk, suara yang terdengar seperti robot, pengucapan kata yang aneh, suara latar digital, atau bahkan ketiadaan audio.
12. Gambar yang terlihat tidak natural saat diperlambat
Jika Anda menonton video di layar yang lebih besar dari ponsel cerdas atau memiliki perangkat lunak pengeditan video yang dapat memperlambat pemutaran video, Anda dapat memperbesar dan memeriksa gambar lebih dekat. Memperbesar bibir, misalnya, akan membantu Anda melihat apakah mereka benar-benar berbicara atau sinkronisasi bibir yang buruk.
13. Perbedaan tagar
Ada algoritma kriptografi yang membantu pembuat video menunjukkan bahwa video mereka asli. Algoritma digunakan untuk menyisipkan tagar di tempat-tempat tertentu di sepanjang video. Jika tagar berubah, Anda harus mencurigai adanya manipulasi video.
14. Sidik jari digital
Teknologi blockchain juga dapat membuat sidik jari digital untuk video. Meskipun tidak mudah, verifikasi berbasis blockchain ini dapat membantu memastikan keaslian video. Cara kerjanya adalah saat video dibuat, konten didaftarkan ke buku besar yang tidak dapat diubah. Teknologi ini dapat membantu dalam membuktikan keaslian sebuah video.
15. Membalikkan pencarian gambar
Pencarian untuk gambar asli, atau pencarian gambar terbalik dengan bantuan komputer, dapat menemukan video serupa secara daring untuk membantu menentukan apakah suatu gambar, audio, atau video telah diubah dengan cara apa pun. Meskipun teknologi pencarian video terbalik belum tersedia untuk umum, berinvestasi pada alat seperti ini dapat membantu mengenali deepfake dan mungkin akan sangat berguna pada masa yang akan datang.
Kurangnya gerakan mata, seperti tidak adanya kedipan, adalah tanda bahaya besar.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
