Sejumlah pasien mendapatkan perawatan di ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit di Shanghai, China, (15/1/2023). | EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI

Internasional

Dalam Sepekan, Covid-19 Renggut Nyawa 12.658 Warga Cina

Kemenlu Cina meminta warganya mematuhi aturan prokes di negara tujuan.

JAKARTA -- Angka kematian akibat Covid-19 di Cina masih tinggi. Dalam sepekan, tepatnya pada 13-19 Januari 2023, ada sebanyak 12.658 warga yang meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengidap Covid-19.

Dari jumlah kematian itu, sebanyak 681 di antaranya disebabkan kegagalan akut sistem pernapasan akibat Covid-19, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Cina (CCDC) pada Ahad (22/1). Sementara untuk korban jiwa lainnya, kematian disebabkan oleh penyakit bawaan selain terjangkit Covid-19.

CCDC juga mencatat hampir 472 ribu pasien Covid-19 dirawat di sejumlah rumah sakit di Cina pada Kamis (19/1), termasuk 51.700 pasien yang mengalami tingkat keparahan yang sangat tinggi.

Adapun mengenai capaian vaksinasi, sampai saat ini ada lebih dari 1,28 miliar warga Cina telah divaksin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 230,1 juta di antaranya berusia di atas 60 tahun.

CCDC berjanji akan memublikasikan data dan informasi perkembangan Covid-19 di Cina setiap bulan. Sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional Cina (NHC) menghentikan publikasi data perkembangan Covid-19 mulai 25 Desember 2022.

Tindakan tersebut memicu reaksi sejumlah negara karena pada saat yang bersamaan Cina sedang mengalami lonjakan kasus yang menewaskan puluhan ribu orang dalam jangka waktu dua bulan. Selain itu, Cina juga telah membebaskan warganya untuk bepergian ke luar negeri mulai 8 Januari 2023.

photo
Wisatawan Cina tiba di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Thailand, Senin (9/1/2023). - (AP Photo/Sakchai Lalit)

Kementerian Budaya dan Pariwisata Cina (MCT) pada akhir pekan lalu mengumumkan proyek percontohan perjalanan wisatawan secara berkelompok ke luar negeri. Dalam pengumuman tersebut, MCT menyatakan bahwa mulai 6 Februari 2023, perusahaan atau agen perjalanan akan menjalankan program tersebut dengan menjual paket-paket perjalanan wisata secara berkelompok ke berbagai negara.

Kementerian Luar Negeri Cina (MFA) menganggap bahwa kebijakan MCT tersebut sebagai bukti kesiapan negaranya melanjutkan pengiriman wisatawan ke luar negeri. "Sesuai dengan kebijakan sementara tentang perjalanan lintas batas, Cina membuka kembali wisatawan ke luar negeri sebagai proyek percontohan dalam hal keamanan dan ketertiban," kata juru bicara MFA Wang Wenbin.

MCT selaku otoritas yang berkompeten akan memandu sektor pariwisata yang mengatur perjalanan wisata ke luar negeri untuk memastikan keberlangsungan dan keamanannya. Ia juga mengingatkan kepada para calon wisatawan Cina untuk menjaga kesehatan secara ketat, sebelum berangkat dan mematuhi protokol kesehatan anti-Covid-19 yang diterapkan di negara tujuan.

Kebijakan tersebut, Wang melanjutkan, sebagai bagian dari pelonggaran prokes anti-Covid-19 yang diikuti oleh penurunan jumlah kasus positif. "Beberapa negara menyambut hangat kehadiran turis Cina. Banyak warga Cina yang ingin berwisata ke luar negeri," katanya dalam pengarahan pers rutin tersebut.

photo
Para pelancong mengantre di pos pemeriksaan perbatasan Lok Ma Chau, Hong Kong pada hari pertama Cina membuka kembali perbatasan di Hong Kong, Cina, Ahad (8/1/2023). - (REUTERS/Tyrone Siu)

Cina menutup akses wisata ke luar negeri bagi warganya sejak Maret 2020 atau pada awal-awal pandemi Covid-19. Tapi sekarang, Cina mengizinkan warganya bepergian ke luar negeri untuk berbagai tujuan sejak 8 Januari 2023 setelah otoritas setempat menurunkan status penanganan Covid-19 dari level A ke level B.

Imunitas

Indonesia menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Cina. Pada Ahad (22/1), sebanyak 212 wisatawan Cina tiba di Provinsi Bali. Para pelaku usaha telah menyatakan kesiapannya untuk menyambut turis Cina dengan memastikan diterapkannya protokol kesehatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya pun menyatakan Indonesia membuka pintu bagi wisatawan dari seluruh negara, termasuk Cina. Menurut Jokowi, Indonesia tak perlu khawatir dengan adanya kunjungan wisatawan mancanegara. Salah satu alasannya adalah tingkat imunitas penduduk Indonesia yang tinggi berkat vaksinasi Covid-19.

Terkait kondisi pandemi Covid-19 di Tanah Air, pakar epidemologi Universitas Indonesia Pandu Riono menilai pandemi di Indonesia sebenarnya sudah selesai. Hal ini karena imunitas yang dimiliki masyarakat Indonesia sudah sangat tinggi.

"Jadi, pandemi sebenarnya sudah selesai, tahun lalu sudah selesai untuk Indonesia," ujar Pandu dalam diskusi Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dikutip, Senin (23/1/2023).

Meski demikian, kata Pandu, selesainya pandemi bukan berarti tidak ada penularan maupun kematian. Menurut Pandu, penularan kasus Covid-19 tetap ada seperti penyakit-penyakit yang disebabkan virus pada umumnya dan berhasil dikendalikan. Sedangkan, kematian juga tetap ada, seperti halnya sebelum pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, dia sudah sejak lama mendukung pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah sejak tingkat imunitas masyarakat tinggi.

"Walaupun pada saat pencabutan PPKM itu ada yang tidak setuju, yang tidak setuju karena (melihat kasus) di Cina tinggi, Amerika meningkat, semua meningkat," ujarnya.

photo
Wisatawan mancanegara asal Cina tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad (22/1/2023). - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Beberapa pihak, kata Pandu, juga meminta agar pelaku perjalanan dari luar negeri ke Indonesia tetap dilakukan tes Covid-19. Meski demikian, dia menilai hal itu tidak perlu karena tingkat imunitas penduduk Indonesia sudah cukup baik.

Pandu meyakini, penanganan Covid-19 di Indonesia telah mengacu pada ilmu pengetahuan. Ini terbukti dari tidak adanya lonjakan kasus meski tidak ada pembatasan. Apalagi, kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker di luar rumah tetap tinggi.
'
"Sampai sekarang walaupun kita tidak melakukan pembatasan, tidak melakukan macam-macam, pemeriksaan, tidak mengalami lonjakan, semua terkendali," katanya.