Para menteri pertahanan ASEAN menghadiri pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN di Kamboja, Selasa (22/11/2022). | AP Photo/Heng Sinith

Internasional

Indonesia Ingin ASEAN Jadi 'Jangkar’

Indonesia ingin ASEAN menjadi relevan dan penting.

OLEH LINTAR SATRIA

Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun depan akan dibayang-bayangi resesi dan ketegangan di kawasan. Sepanjang tahun ini, perebutan pengaruh di Indo-Pasifik semakin memanas. 

Itu terlihat dari adanya pakta keamanan trilateral Australia, Amerika Serikat (AS), dan Inggris dalam mengembangan kapal selam nuklir untuk Negeri Kanguru. Selain itu, ada pula kerja sama quadrilateral antara AS, India, Australia, dan Jepang untuk mengganggu upaya Cina memperkuat pengaruhnya di kawasan. 

Tahun depan, Indonesia membawa tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, stabilitas geopolitik dan geoekonomi menjadi fokus utama Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun depan. 

Retno mengatakan, Indonesia ingin ASEAN sebagai jangkar dan lokomotif stabilitas dan perdamaian di Asia Tenggara. Ia menegaskan, Asia Tenggara harus lebih dulu stabil sebelum membicarakan persoalan yang lain.

"Kalau dilihat, Asia Tenggara yang letaknya di tengah kawasan Indo-Pasifik. Kami melihat juga Indo-Pasifik sekarang sangat strategis. Karena strategis, maka tidak dapat dihindari dapat menjadi wilayah di mana rivalitas antara negara-negara besar juga terjadi. Nah, jangkar ini menjadi sangat penting artinya," kata Retno dalam wawancara dengan Republika, beberapa waktu yang lalu. 

Retno menambahkan, Indonesia ingin ASEAN menjadi relevan dan penting. Karena itu, tema keketuaan Indonesia di ASEAN tahun depan adalah “ASEAN Matters”. Selain geopolitik yang stabil, Retno mengatakan, Indonesia juga ingin terus memelihara pertumbuhan ekonomi ASEAN.

"Selama ini, ASEAN  mencatat pertumbuhan ekonomi yang hampir selalu di atas pertumbuhan dunia. Selama keketuaan Indonesia, kami ingin tren ini dapat terus terpelihara, tentu tantangan-tantangannya tidak mudah," katanya.

“Pilar-pilar di ekonomi kami perkuat semuanya agar ASEAN tetap menjadi epicentrum of growth. Jadi, ada prioritas geopolitiknya menjadikan ASEAN jangkar stabilitas ada prioritas di bidang ekonominya. Untuk menjadikan ASEAN epicentrum of growth."

photo
Para menteri pertahanan ASEAN menghadiri pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN di Kamboja, Selasa (22/11/2022). - (AP Photo/Heng Sinith)

Sementara itu, menurut pengajar hubungan internasional Universitas Indonesia, Raden Maisa, Indonesia memiliki dua persoalan yang unik pada masa keketuaannya di ASEAN. Pertama, masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN. Raden mengingatkan, Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia. 

Isu kedua, Laut Cina Selatan dan resesi. Menurut Raden, sampai saat ini masih belum jelas langkah yang akan Pemerintah Indonesia ambil untuk menghadapi resesi, terutama setelah mendapatkan giliran untuk menjadi ketua ASEAN.

Menurut Raden, langkah Indonesia yang paling tepat di Laut Cina Selatan adalah tetap mengetuk pintu setiap pihak yang terlibat. Berusaha meredakan tensi agar tidak terlalu panas.

"Tensi harus direndahkan. Karena permintaan dan penawaran terganggu, itu bisa dilakukan." 

Synergy Value Telkomsel dan GoTo Meningkat

GoTo terus fokus mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

SELENGKAPNYA

Picu Kontroversi, Ronaldo Dibela

Belum diketahui alasan Ronaldo tidak bergabung dengan pemain cadangan.

SELENGKAPNYA

Luis Enrique Bakal Tinggalkan Tim Matador

Spanyol tidak tampil menjanjikan saat Piala Dunia 2022 Qatar berlangsung.

SELENGKAPNYA