Umpan tarik pemain Jepang Kaoru Mitoma yang memastikan kemenangan atas Spanyol dan menyingkirkan Jerman dalam pertandingan group E Piala Dunia 2022 di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Kamis (1/12/2022). | EPA-EFE/Neil Hall

Kabar Utama

42 Kamera dan Intervensi VAR yang Krusial

Penggunaan VAR kerap dianggap menganggu emosi dan antuasisme pertandingan.

OLEH REJA IRFA WIDODO

Para penggawa Timnas Jerman hanya bisa terdiam menahan perih. Pun dengan ekpresi datar pelatih Die Mannschaft, Hansi Flik, pasca-Jerman membungkam Kosta Rika, 4-2, di laga pamungkas Grup E, Jumat (2/11) dini hari WIB. Die Mannschaft sudah melakukan apa yang harus mereka lakukan di laga tersebut, yaitu memetik kemenangan.

Namun, raihan di Stadion Al Bayt, Al Khor, itu tidak berarti apa-apa. Salah satu negara adidaya di pentas sepak bola internasional itu dipaksa mengakhiri langkah di fase grup Piala Dunia 2022. Untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang partisipasi di Piala Dunia, Jerman gagal melaju ke babak 16 besar dalam dua edisi secara beruntun.

Catatan serupa ditorehkan Die Mannschaft kala merumput di Tanah Rusia, empat tahun lalu. Ironisnya, kegagalan Jerman melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 justru ditentukan dengan hasil di laga lainnya, yang berjarak 52 kilometer arah selatan Stadion Al Bayt. Di Stadion Khalifa Internasional, Al Rayyan, Jepang membungkam Spanyol, 2-1.

Persis seperti saat menundukan Jerman di laga pembuka Grup E, Tim Samurai Biru bisa berbalik unggul atas La Furia Roja lewat dua gol cepat pada awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-48 dan menit ke-51. Secara khusus, gol Ao Tanaka pada menit ke-51 itu tidak hanya mengantarkan Jepang meraih kemenangan dramatis dan bersejarah atas Spanyol, tapi juga mengirim Jerman kembali pulang.

photo
Umpan tarik pemain Jepang Kaoru Mitoma yang memastikan kemenangan atas Spanyol dan menyingkirkan Jerman dalam pertandingan group E Piala Dunia 2022 di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Kamis (1/12/2022). - (EPA-EFE/Abedin Taherkenareh)

Kendati begitu, gol Tanaka itu tidak lepas dari kontroversi. Pangkalnya adalah andil Video Asistant Referee (VAR) dalam pengesahan gol tersebut. Butuh dua menit buat wasit asal Afrika Selatan, Victor Gomes, untuk akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Pada awalnya, Gomes tidak mengesahkan gol tersebut. Namun, intervensi VAR mengubah segalanya, tidak hanya untuk hasil pertandingan di laga itu, tapi juga nasib Jerman di Qatar 2022.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique, sedikit berkomentar soal polemik tersebut. Mengaku melihat foto dan cuplikan video dari terjadinya gol tersebut, Enrique sedikit menyindir soal keputusan wasit via VAR tersebut. “Saya telah melihat citra, yang mungkin telah diubah. Tidak mungkin citra itu asli, pasti telah diubah. Saya merasa ada yang aneh saat VAR begitu lama memutuskan sesuatu,” ujar Enrique seperti dikutip Sportstar, Jumat (2/12).

Sebelum Kaoru Mitoma mengirimkan umpan tarik ke depan mulut gawang, yang akhirnya disambar Tanaka, bola diketahui sudah meninggalkan lapangan. Hal ini terbukti dengan berbagai tayangan ulang video dan foto dari proses terjadinya gol tersebut. Namun, berdasarkan review VAR, wasit mengesahkan gol tersebut lantaran bola dianggap belum sepenuhnya meninggalkan lapangan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by FIFA World Cup (fifaworldcup)

Belakangan, petugas VAR di laga itu, Federico Guerrero, diketahui mengacu pada hasil tangkapan gambar kamera goal line, yang menyorot dari atas dan sejajar secara vertikal dengan bola.

Di sisi lain, berdasarkan kamera televisi, yang berada di sisi lapangan, bola terlihat sudah melewati garis batas lapangan. Dengan perspektif dan sudut kamera yang berbeda, bola memang terlihat berada di posisi yang berbeda. Perbedaan perspektif inilah yang memunculkan catatan baru terkait penggunaan VAR di Piala Dunia 2022.

“Pengunaan kamera goal line digunakan untuk mengambil keputusan ini, tapi penonton sepak bola menggunakan kamera televisi untuk menilai keputusan tersebut. FIFA jauh-jauh hari harus sudah menetapkan dan menginformasikan hal ini kepada para penggemar,” tulis ulasan di ESPN.

Setidaknya hingga hari ke-12 penyelenggaran Piala Dunia 2022 atau tinggal menyisakan putaran terakhir di dua grup, VAR telah mempengaruhi 21 keputusan wasit di atas lapangan. Sebanyak sembilan gol disahkan via intervensi VAR, dan enam gol dianulir lewat keputusan VAR. Selain itu, wasit juga memberikan tujuh hadiah penalti setelah mendapatkan tinjauan dari VAR.

Sesuai namanya, VAR diharapkan bisa membantu wasit dalam mengambil keputusan seobjektif mungkin, terutama dalam sejumlah keputusan krusial. Mulai dari kebsahan proses terjadinya gol, pelanggaran yang berpotensi penalti, pemberian sanksi berupa kartu merah langsung, hingga memeriksa ulang kesalahan wasit di lapangan dalam memberikan kartu kuning ataupun kartu merah. 

photo
Wasit Matthew Conger dari Selandia Baru memberi gestur penggunaan VAR dalam pertandingan Tunisia melawan Prancis di Stadion Education City di al Rayyan, Qatar, Rabu (30/11/2022). - (AP/Petr David Josek)

Teknologi VAR di pentas piala dunia kali ini menjadi yang kedua sejak pertama kali diadopsi FIFA di Piala Dunia 2018. Di Piala Dunia 2022, VAR berevolusi dengan penerapan teknologi semi otomatis offiside. Dengan sinkronisasi antara 12 kamera yang berada di tribun penonton dan sensor di bola, petugas VAR bisa mendeteksi posisi pemain yang telah offiside. Lewat sistem ini, informasi yang diberikan kepada wasit di atas lapangan soal pemain yang telah berdiri di posisi offiside diklaim kurang dari satu detik.

Tidak hanya itu, dari segi jumlah kamera, petugas VAR yang berada dalam ruang khusus pun telah terkoneksi dengan 42 kamera televisi yang telah mengantongi hak siar pertandingan Piala Dunia. Dari 42 kamera tersebut, delapan kamera diketahui dapat menangkap gerakan lambat dan empat kamera yang bisa melakukan playback gerakan super lambat.

Tapi di sisi lain, penggunaan VAR kerap dianggap menganggu emosi dan antuasisme dalam sebuah pertandingan lantaran terlalu lama dalam mengambil keputusan. Pun soal anggapan mencabut aspek manusiawi dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA