Pengerajin mengemas kedelai di pabrik tempe Muchlar, Bantul, Yogyakarta, Rabu (2/11/2022). Mahalnya harga kedelai di kisaran Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu membuat pengerajin tempe memutar otak. Memperkecil ukuran tempe menjadi pilihan menghindari menaikka | Republika/Wihdan Hidayat

Ekonomi

Stok Kedelai Menipis, Harga Tahu dan Tempe Melonjak

Masalah tingginya harga kedelai saat ini dikatakan menjadi perhatian serius pemerintah.

 

JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terdapat kenaikan harga tahu dan tempe hingga menyumbang inflasi sepanjang November 2022. Kenaikan tersebut akibat menipisnya stok kedelai impor di dalam negeri serta adanya kenaikan harga kedelai dunia.

"Kenaikan harga tahu dan tempe ini disebaban stok kedelai dalam negeri yang semakin menipis, sedangkan realisasi impor kedelai juga lambat. Ini informasi dari Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian," kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/12).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Pusat Statistik (@bps_statistics)

Ia memaparkan, selama November 2022 rata-rata harga tahu sebesar Rp 11.680 per kg atau naik dari bulan sebelumnya Rp 11.438 per kg. Tahu mengalami inflasi 2,2 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Sementara, secara tahunan atau year on year (yoy) terjadi inflasi 12,43 persen. Harga tempe kembali naik menjadi Rp 12.949 per kg dari sebelumnya Rp 12.682 per kg. Komoditas tempe menyumbang inflasi 2,13 persen (mtm) dan 13,56 persen (yoy).

Setianto menyampaikan, selain soal pasokan yang menipis, harga kedelai dunia yang masih tinggi turut memengaruhi harga tahu dan tempe di dalam negeri. Dia mengatakan, Indonesia masih ketergantungan terhadap suplai kedelai impor.

"Kenaikan harga kedelai dunia berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT). Tren kenaikan harga kedelai impor terjadi sejak September 2022," ujarnya.

 
 
Kenaikan harga tahu dan tempe ini disebaban stok kedelai dalam negeri yang semakin menipis, sedangkan realisasi impor kedelai juga lambat. Ini informasi dari Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian.
 
 

Dia mengingatkan, komoditas lain yang perlu diwaspadai yakni telur ayam ras yang kembali menunjukkan tren kenaikan dan menyumbang inflasi. Rata-rata harga telur ayam ras pada November 2022 sebesar Rp 27.474 per kg, naik dari Oktober Rp 26.725 per kg. Telur pun menyumbang inflasi 2,77 persen (mtm) atau 17,11 persen (yoy).  

"Telur ayam sempat mengalami penurunan pada Oktober, namun mengalami kenaikan lagi pada November. Ini karena ada peningkatan permintaan dan adanya afkir dini," ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan, masalah tingginya harga kedelai saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sidang kabinet, kata Moeldoko, telah memerintahkan untuk memperlebar area tanam kedelai dengan memanfaatkan lahan-lahan yang saat ini tidak produktif.

 
 
Yang perlu dibangun adalah semangatnya. Semangat untuk menanam kembali kedelai. Sekarang ini momentumnya sangat baik karena harga kedelai sedang tinggi. Selain itu, juga bisa menjadi penyeimbang dari kebutuhan impor.
 
 

Menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tersebut, sebagai tanaman subtropis, kedelai sejatinya bisa ditanam di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini terdapat sejumlah varietas baru yang lebih mudah untuk dibudidayakan.

"Yang perlu dibangun adalah semangatnya. Semangat untuk menanam kembali kedelai. Sekarang ini momentumnya sangat baik karena harga kedelai sedang tinggi. Selain itu, juga bisa menjadi penyeimbang dari kebutuhan impor," kata Moeldoko.

Dalam kunjungannya ke Kepulauan Riau beberapa waktu lalu, Moeldoko mengunjungi Pasar Tos 3000 Batam untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas pangan di pasaran. Ia pun sempat melihat ukuran tempe yang semakin menipis di pasar tersebut.

Moeldoko mengakui, sampai saat ini ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai masih besar. Dengan begitu, pada saat situasi dunia bergejolak seperti sekarang ini, membuat harga kedelai meroket dan Indonesia terkena imbasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by HKTI Indonesia (@hktindonesia)

"Kondisi ini membuat produsen mengakali kualitas tempe agar harga jual tidak memberatkan pembeli," kata Moeldoko.

Kunjungan kerja Moeldoko ke Kepulauan Riau yakni untuk mencari lahan-lahan produktif yang bisa dialihfungsikan untuk sektor pertanian. Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait penguatan ketahanan pangan.

PTPN Pacu Inovasi Internal 

Lima tahun ke depan, PTPN akan mengolah tiga juta CPO produksi sendiri menjadi olein..

SELENGKAPNYA

Pembangunan BHC Dipercepat

BHC akan jadi destinasi pariwisata andalan dan penggerak ekonomi.

SELENGKAPNYA

Isu Perselingkuhan Ganggu Persiapan Serbia

Tentang laga di depan mata, Serbia tak memiliki pilihan lain melainkan harus menang.

SELENGKAPNYA