Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Agus Andrianto (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Gabungan KPK dan Bareksrim Mabes Polri di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Senin (10/5/202 | ANTARA FOTO/ Reno Esnir

Nasional

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK

KPK diminta ikut mengusut kasus dugaan setoran tambang ilegal di Kaltim.

JAKARTA -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Soliditas Pemuda Mahasiswa (KSPM) melaporkan Kabareskrim Polri Komjen Polisi Agus Andrianto ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan setoran tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Mereka meminta lembaga antirasuah itu memeriksa dan mengusut dugaan keterlibatan Agus dalam kasus tersebut. "Kita minta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi selaku lembaga ad hoc yang didirkan untuk memberantas korupsi di negeri ini untuk mengusut tuntas kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur," kata Koordinator KSPM, Giefrans Mahendra kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Giefrans juga meminta KPK agar bersikap tegas dan tidak pandang bulu menindak pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Menurutnya, seluruh pelaku yang melindungi tambang ilegal tersebut harus diadili.

"Siapa pun pejabat, baik itu dari unsur kepolisian maupun pejabat lainnya, yang terlibat dalam hal ini, ditangkap dan diadili seadil-adilnya sesuai dengan prinsip hukum negara ini," ungkap dia.

photo
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Pol Agus Andrianto memberikan hormat usai berkoordinasi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/3/2021). - (Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO)

Dia menjelaskan, dalam laporan yang diserahkan ke KPK, pihaknya turut menyerahkan dua dokumen. Salah satunya hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh eks Kadiv Propam Mabes Polri, Ferdy Sambo terkait kasus itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut. Dia berjanji bakal mengecek lebih lanjut mengenai dokumen telah diserahkan ke KPK. "Akan kami cek lebih dahulu," ujar Ali.

Kasus ini awalnya mencuat lewat pengakuan Ismail Bolong lewat video yang membeberkan tentang pemberian uang dari hasil tambang batubara ilegal untuk pejabat-pejabat Polri termasuk Komjen Agus Andrianto. Akan tetapi belakangan Ismail Bolong membuat testimoni ulang yang isinya meralat rekaman video pertamanya itu karena alasan dalam pengakuan awal dirinya dipaksa oleh Hendra Kurniawan.

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11), membeberkan kembali Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) internal kepolisian tentang dugaan penerimaan uang dari hasil tambang batu bara ilegal di Kaltim. Menurut dia, LHP Propam tersebut mengungkap dugaan keterlibatan banyak perwira tinggi di kepolisian yang turut menikmati setoran haram dari bisnis ilegal.

Dalam LHP, bahkan disebutkan penerimaan uang untuk Komjen Agus Andrianto. Sambo mengatakan, LHP tersebut sudah pernah ia laporkan kepada para pemimpin di Mabes Polri untuk diproses hukum.

photo
Hendra Kurniawan bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

“Begini ya, laporan resmi sudah saya sampaikan ke pimpinan (Kapolri) secara resmi ya. Sehingga artinya proses di Propam sudah selesai. Itu (penerimaan) melibatkan perwira-perwira tinggi,” kata Sambo

Selanjutnya, kata Sambo, apabila akan ditindaklanjuti, maka dia mempersilakan wartawan bertanya kepada instansi lain yang melakukan penyelidikan. Ferdy Sambo juga mengiyakan bahwa Aiptu Ismail Bolong dan Agus Andrianto sempat diperiksa Divisi Propam Polri. "Iya, sempat (diperiksa)," ujar Ferdy Sambo.

Namun, kemarin Komjen Agus Andrianto membantah pernyataan Sambo ihwal pemeriksaan setoran hasil tambang ilegal di Kaltim. "Seingat saya enggak pernah ya (diperiksa). Saya belum lupa ingatan," kata Agus, Selasa.

photo
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (29/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Agus juga meminta Ferdy Sambo mengeluarkan bukti berita acara pemeriksaan (BAP) jika benar dirinya pernah diperiksa bersama Aiptu Ismail Bolong. "Keluarkan saja hasil berita acaranya kalau benar," ujarnya.

Sebelumnya, Agus juga mengatakan, aksi Sambo dan Hendra membuat LHP untuk menjadikannya sebagai target. Menurut Agus, isu tersebut kembali dimunculkan oleh Sambo dan Hendra untuk mengalihkan proses pidana di kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang sedang disidang saat ini.

“Mereka cuma melempar masalah untuk mengalihkan isu terhadap mereka saja,” kata Agus.

Erick: Jangan Tergesa Pensiunkan PLTU

Tantangan pengembangan pembangkit EBT di Indonesia adalah investasi yang mahal

SELENGKAPNYA

Bank Muamalat Targetkan Aset Rp 100 Triliun

Ekosistem haji dan umrah akan menjadi fokus utama, baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan.

SELENGKAPNYA

Terus Bangun Ekonomi Syariah 

Perlu keseriusan dan komitmen semua pihak untuk memajukan ekonomi syariah.

SELENGKAPNYA