vp,,rm
Hikmah November Pekan ke-3 | Republika

Hikmah

Ridha Menerima Musibah

Bersabar atas musibah dan ridha terhadap kehilangan adalah jalan terbaik mendapat ampunan dan pertolongan Allah SWT.

OLEH AGUS SOPIAN

 

Akhir-akhir ini, berbagai musibah dan bencana alam terus menimpa saudara kita. Terbaru, gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, telah menghadirkan kesedihan dan duka yang mendalam.

Lebih dari 300 jiwa meninggal dunia. Ribuan keluarga telah kehilangan tempat tinggalnya. Sungguh, peristiwa ini mengajarkan bahwa musibah dan bencana bisa menimpa siapa saja tanpa pernah diduga.

Ketahuilah, tidak ada satu kejadian pun di muka bumi ini kecuali atas kehendak-Nya. Dialah yang berkuasa mencegah dan mendatangkan musibah. Sebagai makhluk-Nya, manusia harus mampu menerima dan ridha dengan apa yang telah menjadi keputusan dan ketetapan-Nya. 

Allah SWT berfirman, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS al-Hadid: 22).

Allah menguji keimanan dan kesabaran seseorang dengan musibah yang dihadirkan. Orang yang mengadu kepada Allah ketika ditimpa musibah, menunjukkan pengakuan dan ketundukannya kepada Sang Pencipta. Sebaliknya, orang yang menolak ketetapan Allah, berarti telah meragukan keadilan dan menyangsikan kebijaksanaan-Nya. 

Bersedih atas musibah dan kehilangan adalah fitrah. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pernah bersedih tatkala orang yang dicintainya meninggal dunia. Allah tidak melarang kita bersedih, tetapi larut dalam kesedihan hingga putus asa bukanlah hal yang disukai-Nya.

Firman-Nya, “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang beriman.” (QS Ali Imran: 139). 

Diceritakan, suatu ketika Ali bin Abi Thalib pernah mencoba menghibur al-Ahnaf ibn Qais, yang tengah diliputi duka karena ditinggal anaknya untuk selamanya. Ali berkata, “Saudaraku, bersabarlah! Ketahuilah bahwa sesungguhnya kesabaranmu akan berbuah ganjaran. Sedangkan jika larut dalam kesedihan, sungguh engkau telah tertutup dari pertolongan Allah.”

Bersabar atas musibah dan ridha terhadap kehilangan adalah jalan terbaik mendapat ampunan dan pertolongan Allah SWT.  

Kesedihan yang dibalut kesabaran serta keikhlasan kepada-Nya, akan mendatangkan banyak kebaikan.Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim itu diuji dengan keletihan, kesulitan, penyakit, kesedihan, bahkan tusukan duri sekalipun, kecuali Allah menjadikannya sebagai penebus dosa-dosa.” (HR Muslim).

Berbagai musibah dan bencana mestinya cukup menjadi pengingat kita semua. Semakin menegaskan bahwa kehidupan dunia ini fana. Hanya Allah yang kekal abadi. Harta benda, keluarga, dan bahkan nyawa kita bisa hilang dan diambil oleh pemiliknya kapan saja. Jangan terlena apalagi sampai lupa kepada Sang Pencipta. 

Sangat mudah bagi Allah mengambil apa yang kita miliki. Oleh karena itu, sikapi musibah dan bencana dengan memperbanyak sabar dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. 

Mintalah sebanyak-banyaknya ampunan, sebab bisa jadi musibah dan bencana disebabkan atas dosa-dosa kita. Cukuplah Allah sebaik-baik penolong dan pelindung, dan kepada-Nya-lah kita pasti kembali.

Wallahu a’lam.

Ki Bagoes Hadikoesoemo, Penggagas Tegaknya Syariat Islam

Ia telah merumuskan pokok-pokok pikiran KH Ahmad Dahlan hingga menjadi Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

SELENGKAPNYA

Kisah Kesombongan Kafir Makkah

Orang-orang kafir Makkah sombong karena mengira bahwa kelak di akhirat mereka akan diutamakan daripada kaum Mukminin.

SELENGKAPNYA

Bagaimana Pandangan Syariah Menonton Piala Dunia?

Saat kopi disebut sebagai minuman sejuta umat, menonton sepak bola itu tontonan sejuta umat.

SELENGKAPNYA