Petani menanam ulang bibit bawang merah di lahan persawahan Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (18/8/2022). | Republika/Wihdan Hidayat

Ekonomi

NFA Mobilisasi Pangan Antardaerah

Pemda perlu menggunakan dana daerah untuk mendukung aktivitas logistik.

JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) akan memperkuat mobilisasi pangan lintas daerah. Kepala NFA Arief Prasetyo Adi juga meminta kepala daerah untuk segera melaporkan kondisi pasokan, terutama jika membutuhkan fasilitas mobilisasi pangan di daerahnya.

Pemerintah pusat pun mengapresiasi daerah-daerah yang telah melakukan mobilisasi pangan antardaerah sehingga dapat mencegah kenaikan harga dan turut menekan laju inflasi.

Arief optimistis, mobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit efektif menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga komoditas pangan. “Apabila harga komoditas pangan terkendali, target penurunan inflasi pada November bisa tercapai seperti yang terjadi pada Oktober,” ujar Arief dalam keterangan pers, akhir pekan lalu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Pangan Nasional (@badanpangannasional)

Arief menyampaikan, aksi mobilisasi pangan ini akan terus ditingkatkan. Ia pun meminta para pimpinan daerah berkoordinasi dengan NFA apabila membutuhkan pasokan komoditas pangan strategis yang dirasa kurang dan menjadi penyebab pertumbuhan inflasi di daerahnya.

Arief mengatakan, hingga 24 November 2022, NFA telah memfasilitasi mobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sebanyak 5.000 ton untuk sejumlah komoditas, seperti beras, bawang merah, cabai keriting, cabai rawit merah, jagung, telur ayam ras, daging ayam ras, gula konsumsi, minyak goreng, livebird atau ayam hidup, dan sapi hidup.

Dari beberapa komoditas tersebut jagung menjadi komoditas dengan volume terbanyak, yakni sekitar 3.500 ton. “Aksi tersebut dijalankan secara business to business (B2B) melalui sinergi antara NFA, pemda, asosiasi petani dan peternak, serta pelaku usaha,” kata Arief.

 
 
Apabila harga komoditas pangan terkendali, target penurunan inflasi pada November bisa tercapai seperti yang terjadi pada Oktober.
 
 

Arief menekankan, kebijakan mobilisasi pangan adalah strategi jangka pendek dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan. Menurut dia, aksi jangka panjang tetap perlu dilakukan antara lain dengan memunculkan sentra-sentra produksi pangan baru di daerah. "Sehingga, masing-masing daerah memiliki kemandirian pangan,” ujarnya.

Selain mobilisasi pangan, operasi pasar juga akan terus ditingkatkan jelang perayaan Natal dan tahun baru. Arief menyampaikan, pemerintah fokus menekan harga dalam dua bulan terakhir tahun ini guna menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemda perlu menggunakan dana daerah untuk mendukung aktivitas logistik. “Bantuan subsidi ongkos angkut diperlukan. Masih ada beberapa daerah yang belum menggunakan dana tersebut,” ujarnya.

 
 
Kita akan mencatat pada Desember nanti pertumbuhan ekonomi kita bisa berkualitas apabila inflasinya bisa ditekan.
 
 

Ia mengatakan, inflasi perlu ditangani secara lebih baik. Dia menekankan, upaya ekstra akan terus dilakukan, seperti perluasan kerja sama antardaerah, peningkatan sarana-prasarana yang terkait dengan sentra produksi, operasi pasar atau penyediaan pangan murah, dan penyaluran program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras oleh Perum Bulog.

“Kita akan mencatat pada Desember nanti pertumbuhan ekonomi kita bisa berkualitas apabila inflasinya bisa ditekan,” katanya.

Sementara, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada November 2022 akan mencapai 0,18 persen secara bulanan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan, hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan BI pada akhir bulan ini.

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada pekan keempat November 2022, perkembangan harga sampai dengan pekan keempat November 2022 diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0,18 persen (mtm)," kata Erwin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kemenko Perekonomian RI (@perekonomianri)

Komoditas utama penyumbang inflasi November 2022 sampai pekan keempat, yaitu telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm), daging ayam ras, air kemasan, emas perhiasan, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm), tempe, jeruk, sawi hijau, tahu mentah, beras, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).  

Sejumlah komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini, yaitu cabai merah sebesar 0,09 persen (mtm), cabai rawit sebesar 0,03 persen (mtm), serta bawang putih dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm). 

Optimal Menyehatkan Kulit

Stres dapat mempengaruhi kesehatan kulit, termasuk membuat kulit menjadi sensitif. 

SELENGKAPNYA

Dukungan Bagi Kaum Difabel Lewat Film

Film ini menjadi momentum dimulainya program membangun awareness terhadap penyandang disabilitas.

SELENGKAPNYA

Nikmati Seduhan Kopi Sendiri

Penyeduh kopi di rumah biasanya belum mengerti mengenai resep meracik kopi yang tepat.

SELENGKAPNYA