Didier Deschamps | AP Photo/Martin Meisner

Piala Dunia

Les Bleus Patahkan Kutukan Juara Bertahan

Mbappe kini membidik rekor gol Just Fontaine sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis di Piala Dunia.

DOHA -- Prancis mendapatkan pukulan telak sebelum Piala Dunia 2022 berlangsung. Les Bleus kehilangan sejumlah pemain bintang karena cedera.

Namun, semua kendala itu bisa diatasi. Kemenangan Prancis, 2-1, atas Denmark di Stadium 974-Ras Abu Aboud, Doha, Ahad (27/11) dini hari WIB, telah memastikan anak asuh Didier Deschamps itu menjadi tim pertama yang lolos dari fase grup Piala Dunia 2022.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Equipe de France de Football (@equipedefrance)

Dari dua laga, Prancis memuncaki Grup D dengan enam poin. Lolosnya Prancis telah menghapus kutukan bahwa juara bertahan Piala Dunia selalu gagal melaju ke babak 16 besar. Tiga negara yang menjadi juara bertahan dan gagal di fase grup itu adalah Italia pada 2010, Spanyol (2014), dan Jerman (2018).

"Kami memiliki kumpulan pemain hebat. Mereka, tidak memiliki pengalaman yang sama seperti beberapa yang absen, tetapi kami mempunyai skuat berkualitas tinggi dengan mentalitas hebat," ujar Deschamps, dikutip dari Mirror.co.uk.

Kemenangan Prancis ditentukan melalui dua gol yang dicetak oleh Kylian Mbappe. Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) itu sudah mengoleksi tujuh gol dari sembilan penampilannya di Piala Dunia. Ia pun menyamai catatan legenda hidup Prancis, Zinedine Zidane. 

Mbappe masih bisa menambah jumlah golnya. Paling tidak, masih ada dua laga yang bisa dimainkan. Mbappe kini membidik rekor gol Just Fontaine sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis di Piala Dunia dengan catatan 13 gol.

 
 
Mereka, tidak memiliki pengalaman yang sama seperti beberapa yang absen, tetapi kami mempunyai skuat berkualitas tinggi dengan mentalitas hebat.
 
 

 

Qatar Gagal

Sementara itu, hasil berbeda ditunjukkan oleh tuan rumah Qatar. Kekalahan 1-3 dari Senegal di Al Thumama Stadium, Doha, Jumat (25/11) malam WIB, menjadikan Qatar sebagai tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2022.  

Selepas kalah dari Senegal, pelatih Qatar Felix Sanchez langsung bereaksi. Ia menyadari, kubunya tampil di kompetisi yang sangat sulit. Ini pertama kalinya Qatar mentas di panggung terelite di jagat sepak bola global.

"Ini negara kecil, bukan negara dengan populasi yang sangat besar. Liga lokal di sini bukan liga yang sangat kompetitif. Pertama kalinya kami di Piala Dunia. Jika kami bisa ambil bagian lagi, itu akan bagus," katanya dikutip dari the National News, Sabtu (26/11).

Menurut Sanchez, anak asuhnya sudah berusaha maksimal. The Maroon mempersiapkan diri selama berbulan-bulan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Qatar Football Association (@qfa)

"Kami memiliki beberapa pemain muda dan pemain yang lebih berpengalaman. Tujuan kami sangat jelas. Kami akan mengalami pergantian generasi. Beberapa pemain akan pergi, yang lain akan datang," ujar Sanchez.

Tahun depan ada Piala Asia. Ia mengakui bakal ada beberapa pemain baru di skuad-nya. Tidak mungkin ia terus mengandalkan nama yang sama.

Qatar masih memiliki satu partai tersisa di Grup A Piala Dunia 2022. Tuan rumah dijadwalkan menghadapi Belanda di Stadion Al Bayt, Al Khor, Selasa (29/11) malam WIB.

KH Ibrahim, Penjaga Api Muhammadiyah

Kemahirannya dalam ilmu agama, terutama Alquran, tak terlepas dari didikan keluarga.

SELENGKAPNYA

Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Setiap orang seharusnya tidak malas beraktivitas fisik selama pandemi demi menjaga kebugaran tubuhnya. 

SELENGKAPNYA

Istikharah Imam Syadzili

Istikharah menumbuhkan kepercayaan dalam diri.

SELENGKAPNYA