Apoteker menunjukkan obat sirop di salah satu apotek di Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (20/10/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nusantara

BPOM Pastikan Obat Sirop di Apotek Aman Dikonsumsi

Butuh waktu bagi para industri farmasi untuk menarik produknya.

BENGKULU -- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu memastikan bahwa obat sirop yang dijual di seluruh apotek resmi di Bengkulu aman untuk digunakan masyarakat.

Kepala BPOM Bengkulu Yogi Abaso Mataram mengatakan, untuk obat sirop yang mengandung propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin atau gliserol yang menyebabkan gagap ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury) pada anak di wilayah Provinsi Bengkulu sudah ditarik dari pasaran.

Yogi mengimbau masyarakat membeli obat di apotek yang resmi sebab apoteker nantinya akan menjelaskan obat sirop yang dapat dikonsumsi sesuai dengan sakitnya. Selain itu, BPOM juga telah berkoordinasi dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Bengkulu untuk menahan keberadaan sirop obat berbahaya di pasaran agar kemudian ditarik kembali oleh produsen.

"Sepanjang pengawasan kami, keberadaan sirop obat ini masih pada tahap pengembalian ke industri farmasinya untuk dimusnahkan. Jadi memang masih ada di apotek-apotek Bengkulu, tapi sudah diamankan," ujar Yogi, Ahad (27/11/2022).

Menurut dia, butuh waktu bagi para industri farmasi untuk menarik produknya, namun akan dilakukan secara berkala agar produk pada turunan yang sudah disebutkan BPOM pusat tidak beredar di Bengkulu. Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menemukan satu kasus pasien yang menderita gagal ginjal akut di Kabupaten Lebong berusia empat tahun dan meninggal dunia.

"Berdasarkan hasil penyelidikan tim epidemiologi bahwa kasus yang dilaporkan oleh Rumah Sakit Lebong meninggal akibat gagal ginjal akut," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni.

Sebelum meninggal dunia, pasien tersebut memiliki riwayat sakit flu, batuk dan ketika berobat ke dokter diberikan resep obat cairan atau sirop jenis Unibi ke anak. Serta kedua orang tua pasien juga sering memberikan anak tersebut obat dari warung dan menggunakan obat sirop tanpa resep dokter.

photo
Tenaga teknis farmasi meracik obat di RSIA Tambak, Jakarta, Jumat (21/10/2022). Berdasarkan intruksi pemerintah terkait pelarangan sementara penggunaan obat sirup, sejumlah dokter melakukan antisipasi dengan menggunakan resep racik obat untuk mengatasi gejala demam, batuk dan flu. - (Republika/Thoudy Badai)

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun meminta kepada seluruh masyarakat khususnya orangtua yang anaknya mengalami gejala penyakit gagal ginjal akut progresif atipikal untuk segera membawa ke dokter. "Kalau ada gejala awal penyakit gagal ginjal akut maka harus secepatnya untuk menghubungi dokter terdekat," kata Rohidin.

Seperti mengalami badan lemas, demam, diare, sulit buang air kecil, mudah kelelahan, mual dan mengalami sesak nafas. Diketahui, beberapa waktu lalu BPOM RI telah mengeluarkan surat edaran tentang 168 daftar sirup obat yang aman dikonsumsi dan tidak mengandung empat pelarut seperti propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol.

KH Ibrahim, Penjaga Api Muhammadiyah

Kemahirannya dalam ilmu agama, terutama Alquran, tak terlepas dari didikan keluarga.

SELENGKAPNYA

Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Setiap orang seharusnya tidak malas beraktivitas fisik selama pandemi demi menjaga kebugaran tubuhnya. 

SELENGKAPNYA

Optimal Menyehatkan Kulit

Stres dapat mempengaruhi kesehatan kulit, termasuk membuat kulit menjadi sensitif. 

SELENGKAPNYA