Presiden Joko Widodo menerima suntikan vaksin COVID-19 IndoVac dosis booster kedua di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). | ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres - Lukas

Nasional

Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Desember 2022

Pemerintah masih terus menggencarkan vaksinasi untuk mempertahankan kekebalan kelompok.

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak kasus Covid-19 di Indonesia bakal terjadi pada Desember 2022. Prediksi ini berdasarkan adanya tren kenaikan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir, bahkan sempat mencapai 8.000 kasus per hari.

"Peak-nya (puncak kasus) sudah hampir tercapai. Perkiraan saya Desember ini harusnya sudah akan tercapai," kata Budi di Jakarta, Jumat (25/11).

Namun, Budi berpendapat puncak kasus Covid-19 di Indonesia pada Desember itu tidak akan setinggi ketika subvarian Omicron BA.1, yakni sekitar 60 ribu kasus per hari. Menurutnya, puncak kasus kemungkinan akan mencapai 20 ribu per hari dan masih cukup terkendali.

Pada Kamis (24/11), kasus konfirmasi Covid-19 tercatat 7.110 kasus. Dengan adanya penambahan kasus harian ini, total kasus Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 6.634.648 kasus. 

Untuk kesembuhan tercatat sebanyak 7.669 sehingga total kasus sembuh dari Covid-19 di RI menjadi 6.411.220. Sementara itu, 41 orang wafat karena Covid-19 sehingga kematian akibat corona di Indonesia menjadi 159.565.

Di Lampung, penambahan kasus positif Covid-19 di Lampung berjumlah 836 orang, dengan 16 orang pasien meninggal dunia, selama November 2022. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan, kasus Covid-19 didominasi pasien yang belum vaksinasi booster, sedangkan kasus meninggal didominasi pasien lanjut usia (lansia).

Ia berharap masyarakat yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua segera melanjutkan dengan vaksinasi booster. “Sebelumnya, memang terjadi kekosongan vaksin, sekarang sudah ada,” kata Arinal.

Kepala Dinkes Lampung dr Reihana mengatakan, peningkatan kasus positif Covid-19 di Lampung belum dapat dipastikan sebagai akibat dari subvarian omicron, yakni XBB. Sejauh ini, dia menyatakan, hanya ada satu subvarian XBB di Lampung. “Kita semua tidak boleh lalai, protokol kesehatan tetap diterapkan,” kata Reihana. 

photo
Petugas medis bidang Dokkes Polri memberikan vaksinasi COVID-19 ke tenaga kesehatan di Polresta Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (14/9/2022).  - (ANTARA FOTO/Jojon)

Pemerintah masih terus menggencarkan vaksinasi untuk mempertahankan kekebalan kelompok (herd immunity) seiring waktu virus Covid-19 yang masih bermutasi. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, masyarakat segera memperoleh vaksinasi booster Covid-19 untuk dosis kedua. 

Saat ini, pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan, dan masyarakat kelompok rentan yakni orang usia lanjut (lansia), untuk vaksinasi booster kedua. "Sekarang sudah dimulai dari Pak Jokowi dan kemudian akan menyusul publik," ujar Ma'ruf dalam keterangannya.

Ma'ruf mengatakan, pemberian vaksin booster kedua hanya akan dilakukan kepada orang yang telah divaksinasi booster pertama. Karena itu, dia meminta masyarakat yang belum divaksinasi penuh agar segera melengkapi vaksinasi, dan dilanjutkan booster pertama. 

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mendukung keputusan pemerintah dalam memberikan vaksinasi booster dosis kedua bagi masyarakat kelompok rentan. Ia mengatakan, data statistik menunjukkan angka lansia yang harus dirawat di rumah sakit karena Covid-19 juga masih tinggi. 

Inspirasi dari Ayat Bencana

Akal manusia tak akan mampu menangkap maksud mengapa Allah mendatangkan gempa.

SELENGKAPNYA

Akhlak Muslimah Calon Tetangga Rasulullah SAW di Surga

Ada sepuluh akhlak bagi Muslimah yang ingin menjadi tetangga Rasulullah SAW kelak di surga.

SELENGKAPNYA

Muslim Melayu dan Prinsip Jalan Tengah

Islamisasi secara damai dan perlahan ini membentuk ciri muslim Asia Tenggara

SELENGKAPNYA