Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

Bripka Ricky: Saldo Yoshua Milik Keluarga Sambo

Saldo awal dalam rekening Ricky sebesar Rp 492 juta.

JAKARTA -- Bripka Ricky Rizal (RR) mengakui memindahkan isi saldo rekening BNI milik Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J) setelah pembunuhannya pada Jumat (8/7). Pemindahan saldo tersebut dilakukan pada Senin (11/7) atas perintah istri Ferdi Sambo, Putri Candrawathi. Total Rp 200 juta yang dipindahbukukan melalui mobile banking.

“Saya lakukan atas perintah dari Ibu Putri Sambo. Karena yang bersangkutan (J) sudah almarhum,” kata dia, Senin (21/11). Mantan kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi turut menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana tersebut.

Ricky bersama dua terdakwa lainnya, Bharada Richard Eliezer (RE) dan Kuat Maruf (KM), kembali menjalani sidang pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan 12 saksi dalam sidang tersebut. Salah satunya, Anita Amalia Dwi Agustin, pegawai BNI.

Anita mengonfirmasi pengakuan Ricky tersebut. Menurut dia, saldo awal dalam rekening Ricky sebesar Rp 492 juta. Transaksi yang dilakukan lewat rekening tersebut kebanyakan untuk pembayaran. "Seperti pembayaran PLN, Telkom, Indosat, pembelian Shopee, ada banyak, yang mulia,” ujar Anita.

photo
Saksi dari pegawai swasta Anita Amalia Dwi Agustin bersiap memberikan keterangan saksi saat sidang lanjutan dengan Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Ketua Majelis Hakim, Iman Wahyu Santosa, sempat bertanya soal saldo dalam rekening Brigadir J. Namun, Anita mengaku tak menerima kuasa untuk mengungkap isi saldo ataupun arus transaksinya. "Saya ketika di BAP, saya diberi kuasa membuka data nasabah Ricky Rizal. Rekening Yoshua saya tidak ada kuasa untuk membukanya," ujar Anita.

Ricky menjelaskan, seluruh uang yang ada di rekeningnya itu adalah milik Ferdy Sambo dan istrinya. “Untuk rekening, saya akui saya ikut Pak Ferdy Sambo dan Ibu Sambo sejak Februari 2021. Setelah itu, pembukaan rekening memang seperti tadi disampaikan tanggal 25 Maret 2021,” ujar Ricky.

Ricky menerangkan, sebagai ajudan dia sebetulnya punya tugas serupa seperti Brigadir J, yaitu mengurusi segala keperluan rumah tangga dan kebutuhan anak-anak keluarga Sambo. “Setahu saya rekening milik almarhum Yoshua juga untuk keperluan rumah tangga (Ferdy Sambo),” kata Ricky. Ajudan lain juga memiliki akses ke mobile banking untuk penggunaan uang tersebut.

Karena itu, setelah Brigadir J meninggal dunia, dilakukan pemindahbukuan. “Pemindahan itu melalui mobile banking di HP yang saya pegang,” katanya. 

Kabar raibnya uang di rekening Brigadir J diungkapkan oleh kuasa hukum keluarganya, Kamaruddin Simanjuntak. Namun, Kamaruddin menyebut uang Rp 200 juta itu berasal dari empat rekening Brigadir J. 

Saksi lain yang dihadirkan JPU adalah mantan kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit. Dia adalah orang pertama yang dipanggil Sambo untuk menangani kasus tersebut.

Ridwan mengungkapkan, ada tujuh peluru yang bersarang di tubuh Brigadir J. Menurut dia, peluru tersebut ditembakkan Bharada Ricard Eliezer (E) dan Ferdy Sambo. "Jadi, waktu hasil visum sesuai dengan luka yang di tubuh Yoshua itu disebutkan ada tujuh (peluru) yang masuk," kata Ridwan. 

"Yang tujuh masuk ke tubuh Yoshua, itu dari senjata apa?" tanya Hakim.

"Dari glock (Glock 17) yang mulia," jawab dia.

Ridwan menjelaskan, kesimpulan itu didapat dari temuan 10 selongsong peluru pada sejumlah titik di rumah Ferdy Sambo. Dari 10 peluru, tujuh di antaranya dilepaskan sampai mengenai tubuh Brigadir J. "Ada di beberapa titik. Tujuh yang masuk, tapi yang tiga itu tidak," ujar dia. 

Perintah Sambo

Hakim juga mendalami pesan Ferdy Sambo kepada Ridwan saat olah tempat kejadian perkara kematian Brigadir J. Pesan itu diduga bermuatan agar Ridwan merahasiakan kasus tersebut. 

"Saat itu FS (Ferdy) sempat berpesan jangan ramai-ramai. Konteks jangan ramai-ramai apa?" tanya hakim.

photo
Terdakwa Ricky Rizal bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Ridwan meyakini, pesan Sambo dimaknai agar kasus itu tak sampai ke luar garis komando. Sambo memintanya supaya tak menyebarkan peristiwa itu karena dianggap berhubungan dengan pelecehan terhadap Putri Candrawathi. "Karena ini terkait dengan aib keluarga, 'masalah pelecehan istri saya'. Itu yang sempat ditekankan ke saya dengan nada yang sangat tegas," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, ada tim dari Biro Provos Divpropam Polri yang tiba sebelum tim olah TKP Polres Jaksel. "Saya lihat Provos langsung mengalir ada Benny Ali, Kombes Susanto, dan Kombes Dadang. Setelah itu mereka masuk, kemudian tak lama 5-7 menit olah TKP (Polres Jaksel) datang," katanya.

Sebelumnya, pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meminta PPATK melakukan pelacakan perbankan dari empat rekening milik Brigadir J, akun keuangan milik Irjen Sambo, dan istrinya Putri Candrawathi. 

Bahkan, menurut Kamaruddin, ada aktivitas perbankan mencurigakan dari empat rekening milik Brigadir J ke rekening milik Sambo. Sebab, aktivitas keuangan dari rekening Brigadir J itu terjadi setelah Brigadir J ditemukan tewas pada Jumat (8/7).

photo
Pengacara keluarga mendiang Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (kanan) bersama timnya menyampaikan keterangan pers saat rekontruksi digelar di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Bareskrim Polri menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Brigadir J di tiga lokasi yakni di Magelang, Jawa Tengah, rumah dinas dan rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo dengan menghadirkan lima tersangka diantaranya Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau RR, serta Kuat Maruf. - (Republika/Thoudy Badai)

"Jadi kita ada temukan itu aktivitas transfer antara rekening milik orang yang sudah mati. Dan itu sangat tidak mungkin kan?" ujar Kamaruddin. 

Di dalam rekening Brigadir J itu, terdapat masing-masing saldo berkisar antara Rp 200-an juta. Namun terdeteksi pada Senin (11/8), terjadi pengurasan isi saldo yang mengalir ke rekening milik Irjen Sambo dan para ajudan lainnya.

Koordinator Kelompok Humas PPATK Muhammad Natsir Kongah mengonfirmasi tim PPATK sedang menelusuri rekening eks-Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Namun, ia belum bisa merinci berapa banyak rekening Ferdy yang diusut beserta estimasi nominalnya. 

"Ya benar (sedang telusuri rekening Ferdy Sambo)," kata Natsir kepada Republika, pada Agustus lalu.

Untuk sementara, rekening yang terkait kasus pembunuhan Brigadir J telah diblokir oleh PPATK. Hal itu untuk mendukung proses hukum yang dijalani para tersangka. Namun PPATK enggan memastikan salah satu rekening yang diblokir ialah milik Ferdy Sambo. Natsir juga tak bersedia menyebut rekening siapa saja yang sudah diblokir PPATK selain Ferdy Sambo.

Jaksa Agung Klaim Awasi Penerapan Restorative Justice

Penyelesaian kasus di luar persidangan itu berpotensi menjadi ladang mengumpulkan uang haram.

SELENGKAPNYA

Kejakgung Dalami Alat Bukti Elektronik Kasus BTS Kemenkominf

Penyidik telah menggelar perkara dan memeriksa sekitar 60 orang saksi pada tahap penyelidikan.

SELENGKAPNYA

Pemilu Malaysia Tanpa Kejelasan Hasil

Tanpa pemenang jelas, keputusan akan ada di tangan raja Malaysia.

SELENGKAPNYA