Presiden RI Joko Widodo berbicara dalam helatan KTT G-20. | Ajeng Dinar Ulfiana/Pool Photo via AP

Internasional

Di APEC, Indonesia Fokus Pemulihan Ekonomi

Perang di Ukraina, persaingan di Asia menjadi agenda KTT APEC kali ini.

BANGKOK -- Indonesia akan fokus untuk mendorong pemulihan ekonomi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bangkok, Thailand pada 18-19 November. Hal ini disampaikan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kamis (17/11).  

"Fokus utama Indonesia Indonesia dalam KTT ini adalah mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Prinsipnya leave no one behind dan transformasi digital, ekonomi hijau, dan hilirisasi menjadi prioritas Indonesia di APEC tahun ini," kata Jokowi, Kamis (17/11).

Menurut Jokowi, APEC yang beranggotakan 21 negara ini mewakili hampir 3 miliar penduduk dunia dan 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. "APEC harus terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik," imbuhnya.

Jokowi dan Iriana bertolak ke Thailand pada Kamis siang. Ia menghadiri rangkaian pertemuan KTT APEC hingga Jumat (18/11). KTT APEC ini adalah tiga pertemuan besar di Asia Tenggara setelah KTT ASEAN dan KTT G-20.

Perang di Ukraina, persaingan kekuatan besar Asia, inflasi, dan kekurangan pangan dan energi menjadi agenda KTT APEC kali ini. Misi resmi APEC adalah untuk mempromosikan integrasi ekonomi regional.

"Sungguh melegakan karena kita bisa kembali melakukan kegiatan dengan cara yang paling efisien dan produktif," kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam konferensi bisnis menjelang KTT APEC. Namun, ia mengingatkan, "Awan hitam akan tetap membayangi jika kita tidak siap."

Sebagian kegiatan dilakukan terjadi di sela-sela pertemuan puncak, seperti pertemuan yang direncanakan antara Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Kedua kekuatan Asia ini memiliki sejarah hubungan yang tegang, warisan agresi Perang Dunia II dan kondisi diperparah dengan sengketa wilayah , dan kekuatan militer Cina yang terus meningkat.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Biden tidak hadir tahun ini. Putin telah menghindari forum internasional yang membuat posisinya sulit karena menghadapi kritik atas invasi ke Ukraina. Sedangkan Biden akan menjadi tuan rumah pernikahan cucunya di Gedung Putih.

Xi, Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga berbicara pada konferensi bisnis. Sebagai tuan rumah, Thailand mengundang tiga tamu istimewa ke pertemuan tersebut, yaitu Macron, Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Namun, Hun Sen tidak akan hadir setelah terkena Covid-19 yang diumumkannya pada Senin (14/11). Pengumuman ini hanya beberapa hari setelah menjamu banyak pemimpin dunia, untuk KTT ASEAN di negaranya.

Hun Sen juga membatalkan kehadiran dalam acara G-20 di Bali. Ia langsung kembali ke Kamboja dan membatalkan pertemuannya di KTT G-20 saat itu. Dia merasa beruntung tiba di Bali Senin malam, sehingga tidak ikut makan malam dengan para pemimpin lainnya.

photo
Lokasi pelaksanaan KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2022, di Queen Sirikit National Convention Center di Bangkok, Thailand, pada Agustus 2022. - (EPA-EFE/DIEGO AZUBEL)

Hun Sen mengatakan tidak tahu kapan waktu pasti terinfeksi Covid-19. Dia mengaku merasa biasa saja dan tetap menjalankan tugasnya seperti biasa kecuali bertemu dengan tamu.

Sebelum KTT APEC, Pemerintah Thailand berharap dapat mengarahkan APEC menuju solusi jangka panjang di berbagai bidang, termasuk perubahan iklim, gangguan ekonomi, dan pemulihan yang goyah akibat pandemi. "Apa yang akan kami lakukan adalah membuat semua kekuatan ekonomi menyepakati serangkaian target… mitigasi perubahan iklim, perdagangan dan investasi berkelanjutan, konservasi sumber daya lingkungan dan, tentu saja, pengelolaan limbah,” kata pejabat Departemen Urusan Ekonomi Internasional Thailand Cherdchai Chaivaivid.

"Ini adalah pertama kalinya APEC akan membicarakan hal ini. Ini juga pertama kalinya kami akan membuka babak baru tentang bagaimana perdagangan, bisnis, investasi harus dilakukan," ujarnya. 

Deklarasi G-20 Usung Perdamaian dan Kolaborasi

Pemulihan ekonomi global tidak akan tercapai tanpa adanya perdamaian.

SELENGKAPNYA

Penembak Rudal di Polandia Belum Dipastikan

Ukraina disebut masih memiliki stok senjata zaman Uni Soviet dan Rusia.

SELENGKAPNYA

NASA Luncurkan Artemis

Roket seberat empat juta kilogram ini disebut sebagai roket paling kuat, hebat, dan rumit di dunia.

SELENGKAPNYA