Petani beraktivitas di sekitar sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). Proyek PLTP Dieng 2 berkapasitas 55 MW merupa | ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Kabar Utama

Indonesia Kantongi Rp 310 Triliun untuk Transisi Energi

Dukungan ini sebagai bentuk aksi nyata negara G-7 dalam pengurangan emisi karbon.

BADUNG -- Indonesia mendapatkan komitmen pendanaan untuk proyek energi bersih dari negara G-7 ditambah Denmark dan Norwegia sebesar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 310 triliun. Pendanaan tersebut diumumkan dalam rangkaian KTT G-20 di Bali, Selasa (15/11). 

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan, pendanaan ini dilakukan oleh negara G-7 untuk bisa membantu Indonesia dalam menyelesaikan proyek energi bersih. Dukungan pendanaan ini juga sebagai bentuk aksi nyata negara G-7 dalam pengurangan emisi karbon.

"Kami di negara G-7 menyepakati global partnership and investment sebesar 600 miliar dolar AS untuk negara berkembang. Salah satunya, kami sepakat pada COP 27 kemarin di Mesir bahwa kami akan mengakomodasi pendanaan sebesar 20 miliar dolar AS khusus untuk membantu Indonesia dalam proyek energi bersih," ujar Biden dalam sidang KTT G-20 di Nusa Dua, Selasa (15/11).

Biden menjelaskan, dana ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk lebih banyak membangun pembangkit berbasis energi bersih, juga menghentikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Ini sebagai salah satu upaya pengurangan emisi karbon di sektor pembangkit listrik.

"Dana ini juga untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Baik dari sisi hulu di industri perakitan hingga sisi hilir dan mengembangkan khususnya pembangkit listrik tenaga surya," ujar Biden.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menjelaskan, Eropa mendukung penuh langkah Indonesia dalam transisi energi. Eropa yang juga tergabung dalam pendanaan ini mengatakan, akan mendukung Indonesia dalam mengembangkan proyek energi bersih yang mengusung prinsip keberlanjutan.

"Kita semua sudah harus beralih ke energi bersih dan membangun ketahanan energi. Untuk itu, kami sangat mendukung Indonesia dalam proyek transisi energi," ujar Ursula.

Ursula mengatakan, Indonesia memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan yang besar. Menurut dia, Eropa sangat tertarik bersama Indonesia mengembangkan proyek panas bumi.

"Kami mengikuti pendanaan gabungan ini hampir 1 miliar euro untuk membantu Indonesia dalam pengembangan potensi panas bumi di Indonesia. Kami sangat yakin potensi cadangan yang bisa dikembangkan Indonesia sangatlah besar," ujar Ursula.

photo
Pekerja menyelesaikan pekerjaan pada proyek sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). - (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Program pendanaan gabungan ini disebut Just Transition Energy Partnership (JITEP). Climate Counselor to The Secretary at US Departement of The Teasury, Jhon E Morton memerinci, pendanaan sejumlah 20 miliar dolar AS ini merupakan pendanaan gabungan dari negara negara G-7 ataupun sektor swasta dari negara G-7. 

Jhon menjelaskan, implementasi pendanaan ini akan berlangsung selama dua hingga lima tahun. Dalam enam bulan ke depan, //task force// khusus akan membahas secara detail proyek mana saja yang bakal didanai dari skema JITEP. Dalam program JITEP, Indonesia memakai skema Energy Transition Mechanism (ETM) dalam segi pengumpulan pendanaan dan pemetaan proyek.

"Kami akan memetakan proyek PLTU mana saja yang akan diprioritaskan untuk dihentikan, dan mengolah potensi EBT di Indonesia untuk bisa dieksekusi menjadi pembangkit listrik pengganti dari PLTU yang dihentikan. Harapannya, upaya ini bisa berkontribusi bagi penurunan emisi karbon," ujar Morton saat memberikan penjelasan terkait skema JITEP bersama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di BICC, Nusa Dua, Selasa (15/11).

Luhut menjelaskan, Indonesia memiliki potensi pengembangan energi bersih yang besar. Menurut dia, ada 430 GW potensi energi bersih di Indonesia, tapi pemanfaatannya masih kecil.

“Ini merupakan capaian terbaik dari pertemuan G-20 saat ini dan sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam transisi energi," ujar Luhut.

Managing Director of Operations World Bank Axel van Trotsenburg dalam kesempatan terpisah mengatakan, Bank Dunia mendukung langkah Indonesia melakukan transformasi ekonomi, termasuk transisi energi. 

“Dukungan World Bank terhadap reformasi ekonomi Indonesia telah terjalin sejak lama, melalui berbagai program kerja sama," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (15/11).

Lewat adanya kebutuhan global untuk menangani perubahan iklim saat ini, menurut dia, World Bank siap mendukung langkah transisi energi di Indonesia guna mengurangi emisi karbon. "Di antaranya, melalui pembangunan energi baru terbarukan, seperti energi surya, angin, dan hidro,” tutur Trotsenburg.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia akan terus mendorong pemanfaatan renewable energy, dengan mengedepankan prinsip–prinsip berkelanjutan dalam upaya mentransformasi ekonomi Indonesia. Untuk menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini, Pemerintah Indonesia memastikan lapangan pekerjaan tetap terjaga dan menghindari dampak keterpurukan ekonomi lebih dalam lagi, seperti kemiskinan ekstrem.

“Indonesia saat ini sedang mengembangkan energi hidro di kawasan Kalimantan Utara. Nantinya listrik yang dihasilkan tidak hanya diperuntukkan memenuhi kebutuhan Indonesia, tetapi juga dapat dijual ke Brunei Darussalam dan Filipina,” kata Airlangga. 

104 Lembaga Halal Luar Negeri Siap Hadiri Forum Halal 20

Digelar BPJPH, H-20 dihadiri 104 lembaga halal dari 40 negara.

SELENGKAPNYA

Pelindo Pangkas Waktu Bongkar Buat

Lebih dari 60 persen barang ekspor melalui Tanjung Priok datang dari hinterland di timur Jakarta.

SELENGKAPNYA

Ratifikasi IUAE-CEPA Tunggu Jadwal Sidang DPR

Ratifikasi diharapkan dapat dilakukan sebelum pergantian tahun.

SELENGKAPNYA