Tim Percepatan Eliminasi Tiga Penyakit Dibentuk/Tenaga kesehatan mengatur tubuh pasien saat akan dilakukan rontgen thorax. | ANTARA FOTO/Fauzan

Khazanah

Tim Percepatan Eliminasi Tiga Penyakit Dibentuk

Ada penyakit yang harus menjadi perhatian bersama yakni HIV/AIDS, TB, dan malaria.

YOGYAKARTA – Upaya menanggulangi penyakit HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria menjadi perhatian serius jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Untuk itu, pemkot telah menyiapkan tim percepatan untuk menanggulangi ketiga penyakit tersebut.

Tim dibentuk dengan tujuan mendukung tercapainya target eliminasi HIV/AIDS, TB, dan malaria pada 2030. "Terkait penanganan AIDS, TB dan malaria, Pemkot Yogyakarta sudah menyiapkan tim percepatan penanggulangan penyakit itu dan sudah berjalan terus," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi, Selasa (15/11).

 
Pemkot Yogyakarta sudah menyiapkan tim percepatan penanggulangan penyakit itu dan sudah berjalan terus
SUMADI Pj Wali Kota Yogyakarta
 

 

Ia mengatakan, saat ini Covid-19 memang menjadi perhatian mengingat peningkatan kasus juga terjadi. Namun, Sumadi menegaskan bahwa ada penyakit lainnya yang harus menjadi perhatian bersama yakni HIV/AIDS, TB, dan malaria.

Mengingat adanya target eliminasi ketiga penyakit itu di 2030, Sumadi lantas menekankan bahwa perlu adanya kolaborasi antara berbagai pihak. Sebab, untuk mencapai eliminasi tersebut tidak hanya dapat dilakukan pemerintah, namun peran aktif juga elemen masyarakat lainnya juga diperlukan.

"Karena kami tidak mungkin sendiri, Kita harus bersama-sama menyelesaikan penanggulangan AIDS, TB dan malaria ini," ujar dia.

photo
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono (kiri) berbincang dengan Direktur Eksekutif Global Fund Peter Sands (kanan) saat mengunjungi Puskesmas Banguntapan I, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (21/6/2022). Kunjungan Wamenkes dan Direktur Eksekutif Global Fund tersebut untuk mengetahui fasilitas dan penanganan penyakit HIV/AIDS, TBC, serta Malaria di Puskesmas Banguntapan I yang menjadi rujukan dalam pengujian sampel untuk puskesmas sekitar dan sejumlah RS swasta di Bantul. - (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Dengan sudah dibentuknya tim percepatan untuk eliminasi HIV/AIDS, TB, dan malaria di Kota Yogyakarta, program-program pendukung pencegahan penyakit tersebut juga disiapkan. Program-program tersebut dijalankan secara masif di daerah-daerah, bersama dengan berbagai pihak lainnya yang turut berpartisipasi dalam mendukung eliminasi HIV/AIDS, TB, dan malaria.

"Disiapkan program-program pendukung untuk pencegahan ketiga penyakit itu secara masif, dan diharapkan ada proses yang berkesinambungan dalam mencegah dan menanggulangi AIDS, TB dan malaria di Kota Yogyakarta," tambah Sumadi.

 
Misalnya untuk penyakit TB, butuh lingkungan yang perlu pembenahan soal bedah rumah, itu bukan kewenangan dinkes.
EMMA RAHMI ARYANI Kepala Dinkes Kota Yogyakarta
 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, kasus HIV/AIDS secara kumulatif sejak 2004 hingga November 2022 ini mencapai 1.470 kasus. Bahkan, sebagian besarnya masih dalam perawatan hingga saat ini. Sedangkan, untuk kasus TB yang saat ini dirawat di Kota Yogyakarta mencapai 999 kasus. Terkait dengan malaria, saat ini belum tercatat adanya kasus baru di Kota Yogyakarta.

Meski begitu, Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengakui, terkadang masih ditemukan satu atau dua kasus malaria, karena kasus impor dari penduduk luar daerah ke Kota Yogyakarta. Mengingat cukup tingginya kasus, terutama HIV/AIDS dan TB di Kota Yogyakarta, Emma pun meminta agar seluruh pihak memberi perhatian terhadap penyakit tersebut. Emma menegaskan bahwa perlu gerakan bersama dalam mendukung eliminasi HIV/AIDS, TB, dan malaria ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Promkes Dinkes Kota Jogja (@promkeskotajogja)

"Makanya ini butuh dukungan semua pihak, dinkes tidak bisa semua. Misalnya untuk penyakit TB, butuh lingkungan yang perlu pembenahan soal bedah rumah, itu bukan kewenangan dinkes. Jadi perlu ada peran-peran dari OPD lain dalam rangka menuju eliminasi AIDS, TB, dan malaria pada 2030," kata Emma.

Pihak-pihak yang diajak untuk mendukung eliminasi HIV/AIDS, TB, dan malaria tidak hanya dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Namun, tiap kecamatan juga diminta bergerak bersama, termasuk organisasi profesi dan organisasi masyarakat seperti Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Victory plus, dan ‘Aisyiyah.

"Ini adalah komitmen awal, selanjutnya ada langkah dari masing-masing OPD terkait, organisasi masyarakat, dan organisasi profesi, apa yang bisa mereka dukung untuk eliminasi AIDS, TB dan malaria," ujar dia.

104 Lembaga Halal Luar Negeri Siap Hadiri Forum Halal 20

Digelar BPJPH, H-20 dihadiri 104 lembaga halal dari 40 negara.

SELENGKAPNYA

Airnav: 27 Pesawat Delegasi G-20 Konfirmasi Datang

Apron delegasi KTT G-20 disebar ke sejumlah bandara pendukung.

SELENGKAPNYA

ID Food Jajaki Ekspansi Pasar Buah Tropis ke UEA

Indonesia kaya akan buah tropis nusantara dan UEA merupakan eksportir kurma terbesar dunia.

SELENGKAPNYA