Asma Nadia | Daan Yahya | Republika

Resonansi

Sahabat Sejiwa

Saya berpikir panjang, apa yang akan saya tulis. Narasi bebas, ya. Tapi ternyata tidak semudah itu.

OLEH ASMA NADIA

Tiba-tiba saya diminta menulis sebuah narasi, pengantar sebelum penampilan sebuah lagu di konser Semesta Bersamamu, yang digelar Gradasi Acapella. Lagunya berjudul, "Selamat Jalan Sahabat Jiwa".

Untaian nada dan lirik yang ditulis dan didedikasikan kepada satu figur di Tanah Air yang telah membuat perbedaan besar dalam ruang pendidikan kita, Pak Lendo, pendiri sekolah alam yang kini tersebar di Tanah Air.

Sekaligus, lagu ini diperuntukkan bagi salah satu personel mereka --sahabat lama yang berjiwa hangat dan selalu tersenyum-- yang dipanggil-Nya dalam usia belum lagi setengah abad.

Saya berpikir panjang, apa yang akan saya tulis. Narasi bebas, ya. Tapi ternyata tidak semudah itu. Menjadi tantangan meski saya telah menulis novel, cerpen, buku nonfiksi, lagu --sebagian menghiasi beberapa adaptasi dari novel saya ke filmnya. Misalnya Jilbab Traveler, Surga yang Tak Dirindukan 1 dan 3, Assalamu’alaikum Beijing, dan lainnya.

Di dunia ini, ada banyak tokoh wafat di usia muda tetapi sosoknya tetap dikenang sebagai legenda. Sebut saja Bruce Lee yang namanya tetap mentereng meski telah berpuluh tahun tiada.

 
Saya berpikir panjang, apa yang akan saya tulis. Narasi bebas, ya. Tapi ternyata tidak semudah itu.
 
 

Ada juga yang berprestasi di usia muda, tapi tetap berbekas sampai usianya sepuh dan tetap hidup dalam ingatan walau telah meninggal dunia, sepeti Muhammad Ali. Bagi Muslim, keindahan seseorang, bertambah seiring luas kebaikan yang dia tebarkan selama hidup.

Kepergian mereka karenanya bisa memantik kehilangan mendalam bahkan bagi yang tak mengenal langsung atau tanpa pernah berhadapan. Seperti saat ulama besar Yusuf Qaradhawi wafat.

Mengenal sosok inspiratif secara dekat, menimbulkan kesan berbeda lagi ketika dipisahkan kematian. Selamat Jalan Sahabat Jiwa. Barangkali ungkapan tepat.

Betapa beratnya ditinggalkan, apalagi jika yang pergi sahabat satu frekuensi, satu perjuangan, yang paling mengerti kita dibandingkan sosok lain di sekitar. Maka, kehilangan mereka meninggalkan liang yang sulit ditutupi atau diisi, serta sulit sekali menemukan penggantinya.

Di antara sahabat sejiwa itu, ada yang sepak terjangnya menakjubkan. Entah kesalehan dan kebagusan ibadah, juga akhlak. Mungkin kepedulian sosial, semangat sedekahnya, atau selama hidup ia telah ‘mengurusi kepentingan orang banyak’.

 
Betapa beratnya ditinggalkan, apalagi jika yang pergi sahabat satu frekuensi, satu perjuangan, yang paling mengerti kita dibandingkan sosok lain di sekitar.
 
 

Perhatian yang diletakkannya pada persoalan di luar dirinya selalu menempati prioritas lebih tinggi. Langka sebab tak banyak orang bisa melakukannya. Kebanyakan kita bahkan malas berkomentar, boro-boro mengurusi hal yang secara pribadi kita tidak memiliki kepentingan.

Berbeda dengan sahabat jiwa, khususnya mereka yang sepanjang hidup menggoreskan makna. Menebar manfaat dan kebaikan begitu banyak. Semasa ada mereka dibutuhkan, ketika tak ada mereka dirindukan.

Kepergiannya niscaya mengguncang banyak tataran yang selama ini dibangunnya bertahun atau puluhan tahun. Namun betapa pun sedih kita tak bisa meratapi. Sebab hidup ini tentang menjalani skenario-Nya. Mengisi detik demi detik, sementara menanti panggilan-Nya datang.

Besar kebaikan dan inspirasi, perubahan yang dilakukan seseorang selama hidup, akan berbanding lurus dengan bagaimana dia akan dikenang. Seberapa abadi namanya akan tercetak dalam lembaran zaman.

Saya kira, saya bukan satu-satunya yang sering dihinggapi rasa ‘iri’ ketika para pembuat perubahan pergi. Mereka yang keberadaannya menjadi daya tarik banyak orang untuk mendekat, belajar, mencuri ilmu, dan pengalamannya luar biasa bermanfaat.

 
Besar kebaikan dan inspirasi, perubahan yang dilakukan seseorang selama hidup, akan berbanding lurus dengan bagaimana dia akan dikenang.
 
 

Ditambah detik-detik menjelang maut yang indah dan begitu mudah. Senyum yang terlihat jelas terlukis di bibir. Seolah-olah dia berada di titik ternyaman, setelah pertemuan dengan kekasih yang seumur hidup dirindukan.

Besar harapan semoga kita yang saat ini menanti giliran, kelak mendapatkan momen seindah itu di pengujung kehidupan.

Terkait permintaan menulis narasi. Saya yang lebih banyak tercenung mencermati sosok mereka yang kini tak lagi bersama kita, pada akhirnya hanya mampu menulis beberapa patah.

Aku tahu, setiap pertemuan menjanjikan perpisahan.

Hanya tak pernah kukira secepat ini Allah memanggilmu.

Aku dan semua yang menyayangi tak lagi bisa menatap atau bertukar senyum dan sapa denganmu.

Kami hanya mampu mengingatmu, dengan kerinduan akan perhatian, kepedulian dan segenap gerak kebaikanmu.

 
Kami hanya mampu mengingatmu, dengan kerinduan akan perhatian, kepedulian dan segenap  gerak kebaikanmu.
 
 

Tetapi aku pun tahu, kepergian hamba-hamba Allah yang terpilih menyisakan bukan hanya air mata, luapan kesedihan dan kehilangan. 

Juga rasa iri pada banyak hati, Akan caramu meninggalkan arti kegigihanmu membangun legasi memastikan namamu meninggalkan jejak abadi.

Ya, dalam setiap helaan napas, tak pernah sekali pun kau menyerah dan berhenti untuk terus memperjuangkan apa yang kau percayai.

Pada setiap anak tangga usia yang kau tapaki, sampai titik di mana kau akhirnya pasrah dalam dekap Ilahi.

Selamat jalan, sahabat.

Terima kasih sebab telah mengajari kami bagaimana memilih cara meninggalkan makna pada sisa usia.

Alfatihah untukmu sampai pertemuan kita berikutnya, di surga.

Hargai sahabat sejiwa yang masih ada. Dan untuk semua yang pernah mengalami kehilangan sahabat sejiwa, semoga bait terakhir menjadi doa, yang kelak Allah kabulkan. Pertemuan selanjutnya kita dan dia, pada ruang yang dipenuhi keridhaan. Jannah-Nya.

Intrik Teknologi dalam Geopolitik

Pandangan politik petinggi perusahan teknologi ikut berkontribusi pula pada percaturan politik dunia.

SELENGKAPNYA

Modal dari Sumber yang tidak Halal

Jika ada dua pilihan hukum, maka Rasulullah SAW memilih hukum yang memudahkan selama pilihan tersebut bukan dosa.

SELENGKAPNYA

Jaga Stok Vaksin Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Peningkatan kasus saat ini adalah imbas dari kelangkaan stok vaksin Covid-19 beberapa waktu lalu.

SELENGKAPNYA