Penyandang disabilitas memperlihatkan platform Rumah Digital Untuk Disabilitas saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (4/11/2022). Rumah Digital merupakan platform wadah penyandang disabilitas di seluruh Indonesia untuk berkarya dan mendapatkan akses inform | Republika/Putra M. Akbar

Inovasi

Jangan Ada yang Tertinggal dalam Transformasi Digital

Penyandang disabilitas kerap kesulitan mendapatkan akses informasi dan pola berkomunikasi.

Ruang digital yang ada saat ini, idealnya dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang hadir di dalamnya. Tak terkecuali, bagi para penyandang disabilitas. Dengan ruang digital yang inklusif, para penyandang disabilitas juga berpotensi menikmati peluang ekonomi digital atau mendapat ruang untuk berekspresi dengan positif.

Bernadette Benita Sekarina, merupakan bagian dari Perkumpulan Tunanetra Kristiani Indonesia (Petki). Wanita berusia 25 tahun ini pun sempat berbagi kepada Republika, tentang pengalamannya dalam menggunakan internet.

Sehari-hari, ternyata dia lebih banyak menggunakan handphone ketika memakai internet. Menurut Sekar, kehadiran media sosial telah membuatnya menghabiskan lebih kurang setengah hari untuk beraktivitas di ruang maya.

photo
Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia memberikan sambutan saat peluncuran Rumah Digital Untuk Disabilitas di Jakarta, Jumat (4/11/2022). Rumah Digital merupakan platform wadah penyandang disabilitas di seluruh Indonesia untuk berkarya dan mendapatkan akses informasi seperti forum digital, agenda acara, pelatihan kerja dan UMKM, hingga lowongan pekerjaan. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Biasanya, ia menggunakan internet untuk belajar, mencari informasi, hiburan, juga media sosial.  Ada berbagai macam informasi yang dia cari untuk belajar, salah satunya adalah tentang perekonomian.

“Informasi apa aja sih kayak tentang bagaimana caranya berusaha di situasi ekonomi saat ini. Termasuk, melihat peluang apa yang bisa diambil,” ujarnya, usai acara peluncuran Rumah Digital untuk Disabilitas di Jakarta, belum lama ini.

Sedangkan kalau untuk hiburan, Sekar mengaku senang melihat-lihat tentang kecantikan, seperti produk-produk kosmetik yang sedang tren.

“Lihat-lihat tentang kecantikan sih, kaya biasalah cewek gitu kan lihat-lihat produk-produk apa sih yang sekarang lagi itu. Kayak lebih ke hal-hal yang kosmetik-kosmetik,” ujar Sekar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ANGKIE YUDISTIA • AY (@angkie.yudistia)

Menurut Sekar yang mengalami keterbatasan penglihatan sejak lahir ini, awalnya ia memang kesulitan untuk menggunakan internet. Tapi, seiring berjalannya waktu, ia merasa internet merupakan jembatan baginya untuk mengenal dunia lebih luas lagi.

“Senangnya pakai internet dulu ya. Dari seluruh dunia, kita bisa dapat banyak informasi yang enggak terbatas,” ujarnya.

Untuk membuat ruang digital kian inklusif, khususnya bagi para penyandang disabilitas, Rumah Digital untuk Disabilitas pun diinisiasi oleh Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Angkie Yudistia. Gerakan digital ini diharapkan dapat menjadi wadah yang tepat sebagai ruang ekspresi untuk berkomunikasi, mengasah, dan meningkatkan kemampuan para penyandang disabilitas di Indonesia.

Sebagai disabilitas, Angkie menyadari kesulitan penyandang disabilitas dalam mendapatkan akses informasi dan pola berkomunikasi. Hal itu juga dirasakan hampir semua ragam penyandang disabilitas di Indonesia.

“Kemampuan literasi digital penyandang disabilitas sangat minim, salah satunya adalah minimnya komputer di Sekolah Luar Biasa. Sehingga, setelah lulus, banyak penyandang disabilitas kesulitan dalam beradaptasi dengan era digitalisasi yang semakin berkembang,” ujarnya.

Dengan adanya wadah Rumah Digital untuk Disabilitas ini, Angkie berharap, akan membantu penyandang disabilitas memperoleh informasi, pelatihan kerja dan UMKM. Termasuk juga, pendampingan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital.

Forum Interaktif

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ANGKIE YUDISTIA • AY (@angkie.yudistia)

Kemunculan Rumah Digital untuk Disabilitas ini, juga merupakan wadah yang dapat melahirkan talenta digital yang memenuhi kebutuhan pasar kerja nasional secara vokasi. Hal ini, didukung juga oleh forum inklusif dan interaktif berbasis digital pertama di Indonesia yang mempertemukan seluruh penyandang disabilitas dengan para pemangku kebijakan.

Yakni, Productive+ sebagai forum digital berbasis aplikasi android untuk penyandang disabilitas, yang saat ini berjumlah lebih dari 42 ribu pengguna dari kalangan penyandang disabilitas.

“Ke depannya kami ingin dari tempat ini lahir talenta digital penyandang disabilitas yang kompetitif sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia butuh 600 ribu talenta digital setiap tahunnya, hingga tahun 2035,” ujar Angkie.

photo
Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia (kanan) bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (ketiga kanan) menghadiri peluncuran Rumah Digital Untuk Disabilitas di Jakarta, Jumat (4/11/2022). Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Menurutnya, di era digital seperti sekarang, sudah saatnya Indonesia membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Caranya, adalah dengan mengembangkan sumber daya manusia digital melalui upaya percepatan transformasi digital.

Terlebih, Indonesia saat ini telah memasuki bonus demografi dimana terdapat lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia berusia 10 sampai dengan 40 tahun yang berjumlah 144 juta jiwa.

“Kita hidup di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, akses informasi sangat mudah dicari. Disabilitas tidak boleh berada di belakang dalam proses peradaban zaman,” Angkie menegaskan.

Ia menambahkan berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2021, terdapat 16.517.756 jiwa penyandang disabilitas usia kerja (15-65 tahun-Red) dengan estimasi 1,8 juta di antaranya generasi milenial dan zelenial. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital yang mumpuni juga harus dikuasai oleh penyandang disabilitas.

photo
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (tengah) bersama Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia (ketiga kiri) dan Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono (ketiga kanan) saat menghadiri peluncuran Rumah Digital Untuk Disabilitas di Jakarta, Jumat (4/11/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Dalam Program Rumah Digital ini, Productive+ berkolaborasi dengan Fello yang merupakan platform e-money untuk mendukung transaksi non tunai di era digital. Fello yang diinisiasi oleh Jatelindo Perkasa Abadi, akan melengkapi fitur pada aplikasi Productive+ yaitu fitur pembayaran digital yang ramah pengguna, bagi penyandang disabilitas.

Berbekal pengalaman kemitraan dengan Pemprov DKI Jakarta, Fello dan Productive+ akan bersinergi menyediakan fitur transportasi yang dapat mempermudah mobilisasi penyandang disabilitas khususnya di DKI Jakarta.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan, sudah menjadi kewajiban bersama untuk mempermudah rekan-rekan disabilitas berkomunikasi dan tidak merasa sendiri. Menurutnya, di era digital yang diwarnai dengan semangat kolaborasi seperti sekarang, dengan komunikasi yang baik, maka sangat mungkin akan lahir berbagai inovasi yang membawa perubahan baik, yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. 

 

 

 

Kami ingin dari tempat ini lahir talenta digital penyandang disabilitas yang kompetitif.

ANGKIE YUDISTIA, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia.
 
 

 

Modal dari Sumber yang tidak Halal

Jika ada dua pilihan hukum, maka Rasulullah SAW memilih hukum yang memudahkan selama pilihan tersebut bukan dosa.

SELENGKAPNYA

Jaga Stok Vaksin Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Peningkatan kasus saat ini adalah imbas dari kelangkaan stok vaksin Covid-19 beberapa waktu lalu.

SELENGKAPNYA

PT Pos Gandeng Microsoft Perkuat Transformasi

Visi PT Pos telah berubah dari network company menjadi platform company.

SELENGKAPNYA