vp,,rm
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah usai melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (24/10/2022). Pertemuan tersebut membahas terkait peningkatan kualitas layanan dan k | Prayogi/Republika.

Kabar Utama

'Vaksin Meningitis Bukan Kewajiban, Hanya Disarankan’

Pihak Kerajaan Arab Saudi memastikan tidak mewajibkan vaksin meningitis.

JAKARTA – Simpang siur tentang syarat vaksinasi meningitis bagi jamaah umrah asal Indonesia terjawab. Kepastian itu didapatkan setelah Pemerintah Indonesia mengonfirmasi kepada Kementerian Haji di Arab Saudi secara langsung.

Pihak Kerajaan Arab Saudi memastikan tidak mewajibkan vaksin meningitis atau menjadikannya syarat mutlak untuk umrah, tetapi hanya sebatas menyarankannya. Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Eko Hartono mengatakan, hasil pertemuannya dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi sejalan dengan pernyataan Menteri Haji Saudi Tawfiq Fawzan Muhammed Al-Rabiah saat berkunjung di Indonesia.

Kala itu, Menteri Tawfiq menyebut tidak ada lagi syarat apa pun untuk berangkat umrah, baik dari segi usia maupun kesehatan. “Sudah dicek, jadi tidak ada perubahan sebetulnya. Pernyataan Menteri Haji di Jakarta itu benar adanya dan belum ada perubahan. Wakil menteri bidang umrah menegaskan, kondisi saat ini sesuai dengan pernyataan Pak Menteri Haji,” ujar dia saat dihubungi Republika, Selasa (1/11).

Eko mengatakan, umat Islam yang ingin menunaikan umrah di Arab Saudi sudah dibebaskan tanpa syarat kesehatan, termasuk vaksinasi Covid-19. “Hanya memang dalam surat pemberitahuan dari Kementerian Haji masih menuliskan 'wajib’ menyertakan bukti vaksin meningitis. Ini yang dikutip oleh orang-orang,” ujar Eko.

Mengenai hal tersebut, kata Eko, wakil menteri bidang umrah Arab Saudi meminta agar hal itu diterjemahkan sebagai “hanya disarankan”.

 

photo
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah usai melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (24/10/2022). - (Prayogi/Republika.)

Saat ini, menurut Eko, kondisi di Tanah Suci sudah sangat bebas. Tidak ada lagi petugas dari otoritas yang memeriksa bukti vaksinasi meningitis dan Covid-19 terhadap orang-orang yang masuk ke Kerajaan Saudi. Itu juga berkaitan dengan keputusan kerajaan beberapa bulan lalu yang menyebut setiap orang dengan visa apa pun bisa melakukan umrah. Artinya, syarat-syarat yang sebelumnya berlaku pun telah dihapuskan.

“Kalau kita membandingkan antara surat yang beredar dan pernyataan dari Menteri Haji, memang kelihatannya ada kontra. Namun, saya melihat ini kita perlu menunggu waktu proses birokrasi di dalam kerajaan untuk menyesuaikan pernyataan itu dan tidak menimbulkan kegaduhan,” kata Eko.

Informasi serupa juga disampaikan oleh Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah Nasrullah Jasam. Ia menyebut Wakil Menteri Haji Bidang Umrah Abdulaziz Wazzan telah menegaskan bahwa keperluan terhadap vaksinasi meningitis hanya bersifat anjuran.

“Beliau menegaskan sifatnya hanya anjuran, tidak wajib. Memang agak berbeda ketika kita melihat surat yang sebelumnya. Namun, seperti inilah pernyataan beliau,” ujar dia.

 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Pemerintah Indonesia masih menunggu penjelasan resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai polemik ini. “Kita masih nunggu,” ujar Yaqut. Sementara itu, mengenai ketersediaan vaksin meningitis, Menag menyebut vaksin sudah disiapkan.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebelumnya diketahui masih mewajibkan vaksinasi meningitis bagi jamaah umrah Indonesia yang akan pergi ke Tanah Suci. “Mendapatkan vaksinasi meningitis adalah wajib bagi jamaah haji yang datang dari Indonesia,” demikian keterangan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dikutip dari Antara.

Pernyataan tersebut berbeda dengan hal yang disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Fawzan Muhammed Al-Rabiah saat menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Indonesia pada pekan lalu di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Arab Saudi menyatakan telah mencabut persyaratan kesehatan bagi jamaah umrah Indonesia, seperti syarat vaksinasi meningitis dan Covid-19.

Namun, pernyataan terbaru Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut hanya vaksin Covid-19 yang tidak diperlukan lagi oleh jamaah yang akan pergi ke Tanah Suci. Vaksinasi meningitis pun masih diwajibkan bagi jamaah umrah asal Indonesia.

“Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi telah memastikan jamaah haji yang berasal dari Republik Indonesia wajib mendapatkan vaksin meningitis sebelum datang ke Arab Saudi,” bunyi pernyataan tersebut.

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin meningitis kepada warga di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung, Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (29/9/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan, keputusan perlu atau tidaknya vaksinasi meningitis merupakan kewenangan Kerajaan Saudi. Dia menyatakan, Pemerintah Indonesia akan menyesuaikan apa pun kebijakan dari Saudi. Namun, kata Wapres, saat bertemu dengan Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Fawzan Muhammed Al-Rabiah di Istana Wapres beberapa waktu lalu, Tawfiq mengatakan bahwa syarat umrah untuk jamaah Indonesia telah dipermudah. 

“Saya kira pemerintah harus menyesuaikan saja. Tidak harus wajib. Karena itu, supaya dicek menurut (Menteri Haji) kemarin yang ketemu saya, Menteri Hajinya bilang begitu, tidak akan ada syarat ini, tidak akan ada syarat ini, dan tidak perlu ini dan itu,” ujar Kiai Ma’ruf.

Namun, kata Ma’ruf, vaksin meningitis dari dulu memang telah menjadi kewajiban bagi jamaah umrah maupun haji. Karena itu, keputusan memang berada di otoritas Arab. “Kalau Saudi sudah tidak mewajibkan, saya kira memang tidak ada kewajiban (vaksinasi) meningitis,” katanya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mendistribusikan vaksin meningitis ke kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia. Pendistribusian 225 ribu vaksin berakhir pada Senin (31/10). “Sudah distribusi ke kantor kesehatan pelabuhan kemarin,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Nadia memastikan, sampai saat ini tidak ada keluhan dari daerah mengenai kekurangan vaksin meningitis. Artinya, Kemenkes menilai vaksin yang didistribusikan sejauh ini sudah cukup. “Sampai saat ini belum ada lagi informasi kesulitan vaksin,” ujar Nadia.

Lima Tipe Wanita dalam Alquran

Alquran memberi tuntunan kepada orang-orang beriman agar tidak salah dalam memilih kepribadian.

SELENGKAPNYA

Menelisik Gerakan Wahabi

Arab Saudi dan paham Wahabi-nya telah menjadi kekuatan keagamaan terkuat di Jazirah Arab.

SELENGKAPNYA

Prof Abdurrahman Shihab, Keteladanan Seorang Habib

Ayahanda Prof Quraish Shihab ini aktif dalam dunia pendidikan dan dakwah.

SELENGKAPNYA