A photo taken with a drone shows the collapsed dome of the Jakarta Islamic Centre Grand Mosque in Jakarta, Indonesia, 21 October 2022. The dome of the mosque caught fire and collapsed during renovation works on 19 October. The Jakarta Islamic Center opene | EPA-EFE/MAST IRHAM

Khazanah

Ghirah di Balik Penyelenggaraan Ekspo Pendidikan Islam JIC

Meskipun kasus kebakaran masih ditangani polisi, dakwah dan gerakan keislaman JIC, seperti pameran pendidikan Islam, harus terus berjalan

Masjid Jakarta Islamic Center (JIC) terbakar pada 19 Oktober. Kubah masjid yang sedang dibangun dilahap nyala api hingga runtuh. Musibah ini divideokan oleh masyarakat sekitar. Konten tersebut dibagikan ke banyak platform dan pengguna media sosial.

Mereka menyayangkan pusat dakwah Islam yang dahulunya merupakan lokalisasi pekerja seks komersial Kramat Tunggak itu hangus. Sejak didirikan pada 2003 oleh gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso, JIC adalah ikon keislaman Muslim metropolitan.

Di sanalah poros kearifan Islam masyarakat Jakarta. Mereka mengkaji berbagai nilai universal keislaman tentang keimanan, ibadah, sejarah, dan teladan akhlak mulia Rasulullah beserta orang saleh.

Berbagai pengajian dan program kultural keislaman diselenggarakan. Mulai dari pengajian, pendidikan anak, hingga perayaan hari besar Islam. Dalam waktu dekat, JIC akan menyelenggarakan Jakarta Islamic Education Festival (JIEF) pada 3-5 November.

Acara ini akan menjadi perhatian banyak orang. Mereka akan memadati area JIC untuk mengetahui betapa strategisnya lembaga pendidikan Islam di negeri ini.

photo
Pengunjung mencari informasi mengenai pendidikan islam pada acara Jakarta Islamic Education Fair 2018 di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Sabtu (28/4). Acara pameran pendidikan islam yang mengabil tema Melalui Pendidikan Islam,Membangun Karakter dan Kecerdasan Bangsa tersebut akan berlangsung hingga Ahad (29/4. - (Republika/Prayogi)

Tak peduli musibah kebakaran yang belum lama ini terjadi. Meskipun kasus tersebut masih ditangani polisi setempat, dakwah dan gerakan keislaman JIC, seperti pameran pendidikan Islam, harus terus berjalan. Kegiatan ini direncanakan akan diselenggarakan di aula pertemuan serbaguna.

Penggagas acara JIEF, Arief Rahman Hakim, mengatakan, JIC harus ikut ambil bagian dalam upaya inisiasi, kreasi, dan katalisator pengembangan pendidikan. Hal ini dilakukan dengan dukungan fasilitas dan jejaring kerja yang selama ini bersinergi dengan JIC.

 
Kami ingin ikut andil memajukan pendidikan Islam di Ibu Kota, berbagai kawasan, bahkan dunia.
ARIEF RAHMAN HAKIM Penggagas JIEF
 

“Kami ingin ikut andil memajukan pendidikan Islam di Ibu Kota, berbagai kawasan, bahkan dunia,” ujarnya, Sabtu (29/10).

Tema yang diusung pada JIEF tahun ini adalah “Transformasi Digital Pendidikan Islam”. Tema itu dimaksudkan agar acara itu bisa membentuk generasi Muslim yang cakap dan terampil, serta mampu berinovasi di tengah perkembangan teknologi. 

Inovasi tersebut dibarengi dengan keteguhan beriman, beribadah, dan perangai mulia, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad, sahabat, dan para kekasih Allah.

Inovasi teknologi yang disertai iman, takwa, dan budi pekerti, harus berjalan seirama. Kekuatan itu semua akan memperkuat kedaulatan bangsa yang dahulu dibangun dengan dasar iman, perjuangan, dan tawakal kepada Allah.

Arief menjelaskan, Pancasila yang menjadi ideologi bangsa adalah refleksi dari iman, perjuangan, dan budi pekerti luhur dalam berbangsa. Melestarikan itu semua adalah kerja besar lembaga pendidikan Islam yang sejak dahulu antipenjajahan, seribu persen mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan, dan menjadi sentra keilmuan masyarakat.

JIEF adalah upaya menguatkan keberlangsungan lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah, sekolah Islam, pesantren, perguruan tinggi Islam, dan banyak lagi lembaga pendidikan non-formal yang mengkaji Islam. Semua itu adalah institusi yang berupaya membangun Islam sebagai pandangan hidup yang menguatkan tradisi keilmuan, sehingga mencerahkan kehidupan, membangun dan melestarikan nilai dan kearifan hidup, sehingga menjaga kedaulatan bangsa.

Adapun pengisi acara yang berlangsung selama tiga hari nanti merupakan sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya ahli teknologi informatika, Prof Dr Ing Ir Kalamullah Ramli; ahli dan praktisi dakwah, Prof Dr KH Ahmad Satori Ismail; anak pejuang kemerdekaan Bung Tomo, Dr Bambang Sulistomo; pendakwah Oki Setiana Dewi; dan artis yang aktif dalam dakwah Islam, Arie Untung. 

Dilema Spin Off dan Komitmen Pengembangan UUS

Sinergi perbankan menjadi salah satu solusi mengatasi tantangan spin off.

SELENGKAPNYA

Angkasa Pura Siap Hadapi KTT G-20

Penerbangan komersial di Bandara Bali akan dilakukan penyesuaian jadwal.

SELENGKAPNYA

Menpora: Pemerintah tak akan Campuri KLB PSSI

Fokus utama TGIPF adalah pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan.

SELENGKAPNYA