Sejumlah mahasiswa Papua di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12), menggelar aksi unjuk rasa terkait tewasnya tujuh warga sipil yang tertembak aparat keamanan di Paniai, Papua. Mereka menuntut penghentian kekerasan di tanah Papua dan meminta tanggung jawab pe | ANTARA FOTO

Nasional

Saksi Ungkap Kengerian Peristiwa Paniai pada 2014

Kengerian saat terjadinya pelanggaran HAM berat di Kabupaten Paniai pada 2014.

 

JAKARTA -- Kepala Kampung Kogekotu Kabupaten Paniai, Yermias Karame, mengungkapkan kengerian saat terjadinya pelanggaran HAM berat di Kabupaten Paniai pada 2014. Saksi menyaksikan tembakan yang dilepaskan aparat mengarah kepada masyarakat sipil di Lapangan Karel Gobay. 

Pernyataan Yermias tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Yermias yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Makassar pada Senin (23/10). JPU menyatakan, Yermias tak bisa hadir dalam persidangan tersebut sehingga majelis hakim mengizinkan pembacaan BAP. 

photo
JAKARTA, 7/12 - MENGADU KE KOMNAS HAM. Anggota Komnas HAM Ridha Saleh (kanan) menerima Ketua Dewan Adat daerah Paniai Papua John NR Gobai (tengah) dan anggota dewan Ruben Gobai (kiri) di ruang pengaduan Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (7/12). FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/ama/11. - (ANTARA)

Dalam BAP itu, Yermias mengatakan, mulanya mendengar keributan di depan Polsek Paniai Timur saat berada di kantor Distrik Paniai Timur. Yermias sempat meminta massa untuk menenangkan diri, tetapi upaya itu gagal dan berujung pelemparan batu ke arah markas Koramil 1705-02/Enarotali. 

"Enggak lama (kemudian) anggota kantor Koramil lepas tembakan diikuti anggota polisi, Brimob, BAIS, dan semua di situ yang pegang senjata lepaskan tembakan selayaknya perang dunia," kata JPU ketika membacakan BAP Yermias dalam persidangan itu. 

 

 

Anggota kantor Koramil lepas tembakan diikuti anggota polisi, Brimob, BAIS, dan semua di situ yang pegang senjata lepaskan tembakan selayaknya perang dunia.

 

BAP YERMIAS KARAME
 

 

Yermias tetap berusaha menenangkan warga dengan teriak lebih lantang, tetapi suaranya kalah dengan kepanikan saat itu. Yermias justru ditembak hingga membuatnya sempat kehilangan kesadaran. 

Seperti halnya keterangan Yermias, JPU juga membacakan penjelasan ASN Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paniai, Naftali Gobay, yang tertuang dalam BAP. Naftali mengatakan, ia menjadi korban penusukan dalam kasus pelanggaran HAM berat Paniai 2014. Padahal, ia tak sengaja berada di lokasi kejadian itu. 

Dalam BAP itu, Naftali menjelaskan awalnya ingin berangkat bekerja mengendarai sepeda motor sekira pukul 08.00 WIT. Naftali juga menyaksikan Alpius dan Yulianus tewas dengan luka tembak di dada. "Saksi berdiri di depan Koramil juga dapat pemukulan yang menyebabkan luka tusuk di dahi dari sangkur yang mana identik dengan milik Koramil," ujar JPU. 

 

 

Saksi berdiri di depan Koramil juga dapat pemukulan yang menyebabkan luka tusuk di dahi dari sangkur yang mana identik dengan milik Koramil

 

BAP NAFTALI GOBAY
 

 

Selain Yermias dan Naftali, jaksa seharusnya menghadirkan seorang ibu rumah tangga, Marselina Gobay. Namun, jaksa tidak berhasil menghadirkan ketiganya sehingga meminta BAP ketiganya dibacakan. 

Hakim Ketua Sutisna Sawati mengatakan, pembacaan BAP tanpa mendengarkan langsung keterangan para saksi tetap sah. Sebab, ketiga saksi dianggap punya alasan yang sah tak muncul di persidangan.  Setelah memeriksa berkas dari JPU, Sutisna juga menyebut ada saksi yang tak mau hadir dalam sidang karena takut ancaman. Namun, Sutisna tak memerinci saksi mana yang dimaksudnya. 

Dalam kasus ini, hanya ada satu orang terdakwa Mayor Infantri Purnawirawan Isak Sattu. Tim penasihat hukum terdakwa kasus HAM berat Paniai, Isak Sattu, meminta JPU menghadirkan mantan kepala Polda Papua Barat Komjen Paulus Waterpauw dan Danramil 1705-02/Enarotali saat itu atas nama Junaid dalam persidangan.

Digital Marketing, Kunci Pulihnya Pariwisata Dunia

Video pendek yang jelas dan dinamis, memainkan peran yang penting dalam pemasaran digital.

SELENGKAPNYA

Menko PMK: Usut Kasus Ginjal Akut

Polri membentuk tim untuk menyelidiki dugaan adanya tindak pidana.

SELENGKAPNYA

Islam Makhachev Rebut Juara Dunia UFC

Makhachev mengikuti jejak mentornya, Khabib Nurmagomedov, setelah menekuk Oliveira

SELENGKAPNYA