ILUSTRASI Di antara pesan Malaikat Jibril, seperti dinukil dalam sebuah hadis, ialah zikrul maut atau ingat akan kematian. | DOK ANTARA M HAMZAH

Khazanah

Tiga Pesan Malaikat Jibril

Nabi Muhammad SAW pernah menerima nasihat dari Malaikat Jibril.

OLEH HASANUL RIZQA

Islam mengajarkan pentingnya nasihat dan saling menasihati. Hakikat nasihat adalah mengajak atau menunjukkan kebaikan serta kebenaran.

“Demi masa, sungguh manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran” (QS al-‘Asr).

Dikisahkan, Nabi Muhammad SAW pernah menerima nasihat dari Malaikat Jibril. Petuah-petuah itu untuk disampaikan kepada umat beliau. Berikut ini adalah tiga dari lima pesan yang diutarakan sang malaikat.

photo
ILUSTRASI Perpisahan akan selalu terjadi pada setiap hubungan, antarteman, pasangan, dan lain-lain. - (DOK NEEDPIX)

Ingat Kematian

“Hiduplah sesukamu, tetapi ketahuilah bahwa engkau pasti akan menjadi mayat.” Demikian bunyi pesan yang pertama. Dengan itu, Malaikat Jibril menegaskan kembali betapa fananya kehidupan manusia di dunia ini.

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat-lah diberikan dengan sempurna balasanmu” (QS Ali Imran: 185).

Biasanya, seseorang yang condong pada kehidupan duniawi lalai dari mengingat kematian. Padahal, dengan zikrul maut ia dapat lebih bijak dalam menjalani hidupnya. Menghabiskan usia dengan terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Perpisahan

“Cintailah siapa saja yang engkau sukai, tetapi ketahuilah, engkau pasti akan berpisah dengannya.” Begitulah pesan berikutnya dari Malaikat Jibril.

Perasaan suka atau bahkan cinta dapat timbul dalam diri seseorang. Dengan orang yang disukainya itu, ia menjalin hubungan, baik dalam rangka pertemanan, persahabatan, atau yang setingkat lebih dekat: pernikahan.

Memiliki istri atau suami adalah sebuah nikmat yang patut disyukuri. Demikian pula dengan mempunyai anak keturunan. Akan tetapi, jangan sampai semua itu melalaikan diri seorang Mukmin dari mengutamakan Allah. Dengan mereka, seseorang dapat berpisah. Namun, hanya kepada-Nya segala kembali.

photo
ILUSTRASI Seorang Mukmin hendaknya selalu mengingat hari pembalasan, yakni ketika kelak Allah mengadili setiap perbuatan manusia. - (DOK REP WIHDAN HIDAYAT)

Hari Pembalasan

“Berbuatlah sesukamu, tetapi ketahuilah, engkau pasti akan menuai balasannya.” Itu pesan lainnya dari Malaikat Jibril. Di dunia ini, seorang insan dapat melakukan berbagai hal, apakah itu kebaikan atau kejahatan.

Mungkin, ia tidak merasakan dampak dari perbuatannya itu sekarang. Namun, kelak akan tiba hari ketika pertanggungjawaban tidak mungkin bisa dihindari.

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya—ke mana dihabiskannya; tentang ilmunya—bagaimana ia mengamalkannya; tentang hartanya—dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakannya; serta tentang tubuhnya—untuk apa digunakannya” (HR Tirmidzi).

Logika Dakwah yang Cerdas

Ajudan Fir’aun tersebut mengingatkan dengan sejarah tentang azab yang pernah menimpa kaum Nuh, Aad, dan Tsamud.

SELENGKAPNYA

Pajak Transaksi Kripto Capai Rp 82 Miliar

Bappebti sedang membentuk kelembagaan yang terlibat dalam perdagangan fisik aset kripto.

SELENGKAPNYA

Ekonomi Kuartal III Diyakini Tumbuh Lebih Tinggi

Meski prospek ekonomi tahun ini meyakinkan, pemerintah mewaspadai tantangan ekonomi pada 2023.

SELENGKAPNYA