Anggota komunitas Badut Nyentrik Cimahi Bandung Sauyunan (Necis) melakukan kampanye kewaspadaan penyakit gagal ginjat akut di MI Darussalam, Jalan Caringin, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jumat (21/10/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Kabar Utama

Etilen Glikol Disebut Penyebab Ginjal Akut

Menkes mengeklaim sudah menemukan obat yang dapat menjadi penawar.

JAKARTA – Kementerian Kesehatan memastikan gangguan ginjal akut pada anak disebabkan karena adanya tiga zat berbahaya di tubuh pasien. Ketiga zat tersebut adalah etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butil eter.

Masuknya ketiga senyawa berbahaya itu diduga berasal dari obat sirop yang dikonsumsi pasien anak. “Ini (gangguan ginjal akut) bukan karena patogen (atau) karena toksik. Kami tes ke anak-anak tersebut yang ada di RSCM. Dari 17 (anak), ada 15 positif memiliki senyawa tadi, etilen glikol dan dietilen glikol, itu ada di (tubuh) mereka. Jadi terkonfirmasi ini disebabkan oleh senyawa kimia,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (21/10).

Budi menjelaskan, senyawa etilen glikol dan dietilen glikol yang masuk dan bereaksi di dalam tubuh akan menjadi asam oksalat. Senyawa ini lah yang sangat berbahaya bagi ginjal jika dikonsumsi melebihi ambang batas. “Kalau masuk ke ginjal bisa jadi kalsium oksalat. Kristal kecil yang tajam-tajam di ginjal balita sehingga rusak ginjalnya,” ujar Budi.

Menkes mengatakan, saat ini sudah ada 133 kematian akibat gangguan ginjal akut dari total 241 kasus di 22 provinsi yang tercatat oleh Kemenkes. Sebanyak 156 rumah dari 241 pasien gangguan gagal ginjal akut telah didatangi Kemenkes. Hasilnya, ditemukan 102 obat sediaan sirop yang dikonsumsi pasien gangguan ginjal akut.

photo
Seorang pedagang menunjukkan surat edaran larangan penjualan obat bebas dalam bentuk sirop di Pasar Pramuka, Jakarta, Jumat (21/10/2022). - (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

“Walaupun belum 100 persen tahu mana berbahaya dan tidak, 75 persen sudah tahu kira-kira ini sebabkan apa, maka kita larang diresepkan, dan larang juga untuk dijual,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, ratusan obat sirup itu diteliti dan ditemukan kandungan polietelin glikol. Polietelin glikol merupakan zat yang sering dipakai sebagai pelarut tambahan di banyak obat-obatan jenis sirop dan boleh digunakan dalam kadar sedikit atau dalam batas yang telah ditentukan.

“Kalau membuatnya tidak baik, ini jadi cemaran. Nah, cemaran ini yang mengandung senyawa berbahaya seperti etilen glikol dan dietilen glikol,” kata Budi.

Anehnya, senyawa pada sirop ini ditemukan pada sebagian besar obat yang telah dikonsumsi sejak lama. Budi menyatakan, saat ini Kemenkes masih terus melakukan penelitian sejak kapan cemaran pada obat sirop tersebut terjadi.

Inspektur Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Elin Herlina mengatakan, perihal penggunaan bahan baku obat, pihaknya selalu mendata saat pihak farmasi melakukan registrasi. Termasuk saat pihak farmasi akan mengubah jenis bahan baku yang dipakai.

“Untuk penggunaan bahan baku saat registrasi kami lakukan pendataan dari mana saja dapat bahan baku. Makanya saat Gambia merebak kami cek data apakah ada bahan baku dari India tersebut. Ke depannya kami akan lebih insentif terkait pemasukan bahan baku,” ujar dia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, bahan baku yang digunakan oleh industri farmasi obat sirop yang diduga mengandung bahan kimia perusak ginjal merupakan bahan impor. Muhadjir pun akan mengundang Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian terkait hal ini.

photo
Petugas Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah apotek di Jalan Setia Budi, Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/10/2022). - ( ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)

“Mesti kita libatkan juga Kementerian Perindustrian bagaimana supervisinya terhadap industri-industri domestik yang sekarang dicurigai sebagai pemicu gagal ginjal akut,” ujar dia.

Ketua Umum PP Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Noffendri Roestam berharap masalah obat terkait gangguan ginjal akut tidak dibawa ke ranah hukum, berkaitan dengan penjualan dan stok obat sirup di apotek. Ia menilai, apotek maupun apoteker tidak bisa disalahkan terkait fenomena kasus ginjal akut tersebut.

“Dalam kasus ini, apotek dan apoteker sama sekali bukan pihak yang harus disalahkan, karena itu kami berharap tidak ada tindakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan melakukan sidak ke apotek-apotek,” kata Noffendri.

Obat ditemukan

Kabar baik datang di tengah keresahan para orang tua terkait penyakit gangguan ginjal akut pada anak. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut sudah menemukan obat yang dapat menjadi penawar.

“Sudah ketemu obatnya, namanya antidotnya fomepizole. Di Indonesia belum ada, kemarin kami ambil dari Singapura, kami hand carry ke sini, kami coba dulu ini antidotnya, kami coba ke 10 pasien di RSCM,” kata Budi.

Setelah diberikan obat tersebut, kata Budi, sebagian besar kondisi pasien membaik dan stabil. Budi percaya bahwa obat tersebut efektif. Sekarang, kata dia, Kemenkes sedang mendatangkan obat tersebut dalam jumlah banyak.

“Begitu kita lihat repsonsnya positif, kami akan segera datangkan dalam jumlah cukup banyak untuk bisa disebarkan di seluruh rumah sakit. Karena ini kejadiannya (gangguan ginjal akut) sudah terindetifikasi di 22 provinsi di seluruh Indonesia dengan total lebih dari 200 kasus,” ujar dia.

Kemenkes, sambung Budi, akan mendatangkan obat tersebut sebanyak 200 vial dengan harga Rp 16 juta. Nantinya, per vial akan diberikan secara gratis untuk para pasien. “Kami mau bawa 200 dulu karena satu (vial) bisa buat satu orang. Ada beberapa kali injeksi tapi bisa cukup satu vial,” ujar Budi.

Jalur KA Sumberpucung-Pohgajih Malang Terus Dinormalisasi

Kegiatan yang sudah dilakukan dioptimalkan dengan menerjunkan alat berat

SELENGKAPNYA

Kiai Abbas Abdul Djamil Tokoh Pergerakan Cirebon

Kontribusinya dalam mengusir penjajah sangat besar melalui gerilya Laskar Hizbullah.

SELENGKAPNYA

Jihad Santri Melawan Penjajah

Sesudah Indonesia merdeka, kalangan santri semakin merapatkan barisan untuk membela Tanah Air.

SELENGKAPNYA