Seorang guru menunjukkan kondisi ruang kelas di SDN Banjarwangi, Kampung Banjaran, Desa Banjarwaringin, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (11/10/2022). Puluhan siswa di sekolah itu harus belajar di tenda darurat lantaran kondisi kelas rusak. | Republika/Bayu Adji P

Jawa Barat

Darurat! Ratusan Kelas Sekolah di Tasikmalaya Rusak

Pemerintah daerah meminta dukungan provinsi dan pusat untuk memperbaiki sekolah

TASIKMALAYA — Ratusan ruang kelas di sekolah wilayah Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan mengalami kerusakan. Pemerintah daerah menyatakan berupaya melakukan perbaikan, tetapi tidak bisa dilakukan se cara sekaligus.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Rahayu Jamiat menjelaskan, dinasnya mendata dan mengecek kembali kondisi ruang kelas yang rusak. Apalagi selama pandemi Covid-19 aktivitas di sekolah tak efektif, sehingga kemungkinan ruang kelas yang rusak bertambah karena tak dilakukan pemeliharaan.

Sementara ini, kata dia, ruang kelas yang dilaporkan rusak ada lebih dari 300 unit. "Fakta memang ada banyak sekolah rusak. Kami sedang proses perencanaan, tapi perbaikan itu tidak akan bisa dilakukan sekaligus," kata dia.

Menurut Rahayu, perbaikan bangunan sekolah yang rusak, termasuk ruang kelas, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia mengatakan, pemerintah provinsi dan pusat juga berperan. Karenanya, ia meminta dukungan dalam upaya rehabilitasi sekolah di Kabupaten Tasikmalaya.

Sejumlah sekolah berharap perbaikan bangunan rusak segera dilakukan. Di SDN Banjarwangi, Desa Banjar waringin, Kecamatan Salopa, misalnya, dilaporkan ada ruang kelas yang rusak. Guru SDN Banjarwangi, Suhendar, menjelaskan, kerusakan baru diketahui ketika siswa kembali pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal 2022.

"Mungkin bangunan ada yang sedikit rusak pada awal Covid-19, tidak terkontrol, sehingga pada 2022 awal di cek kondisi plafon sudah lapuk. Kami suruh tukang memper baiki, tidak ada yang berani karena sudah sangat lapuk," kata dia kepada Republika, Selasa (11/10).

 

 

Kami suruh tukang memperbaiki, tidak ada yang berani karena sudah sangat lapuk

 

SUHENDAR Guru SDN Banjarwangi, Tasikmalaya
 

 

Dua ruang kelas itu akhirnya tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Para siswa mesti bergantian belajar di empat ruang kelas yang masih bisa digunakan itu.

Namun, kata Suhendar, metode itu dinilai tak efektif. Pihak sekolah akhirnya meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ka bupaten Tasikmalaya untuk mendirikan tenda, yang digunakan sebagai tempat darurat untuk KBM. "Siswa belajar di tenda itu sejak empat bulan ke belakang," ujar dia.

Suhendar mengatakan, sekolahnya sudah melaporkan kondisi tersebut ke dinas terkait dan memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurut dia, pejabat dinas terkait juga sudah meninjau langsung kondisinya sekolahnya. Ia mengharapkan upaya perbaikan bisa segera berjalan. "Dari dinas belum bisa memastikan. Dinas hanya bisa berupaya memprioritaskan perbaikan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) pada 2023," kata dia.

 

 

Kami suruh tukang memperbaiki, tidak ada yang berani karena sudah sangat lapuk

 

SUHENDAR Guru SDN Banjarwangi, Tasikmalaya
 

 

Selain di SDN Banjarwangi, kerusakan bangunan juga dilaporkan di SDN Sindangrahayu, Desa Kertarahayu, Kecamatan Jatiwaras. Menjelang akhir September lalu, dua ruang kelas di SDN Sindangrahayu dilaporkan ambruk. Sementara di SDN Sinagar, Kampung Bungursari, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, para siswa kelas 1, 2, dan 5 mesti belajar di ruang kelas darurat sejak awal pekan ini. Ruang kelas darurat itu semacam gubuk yang terbuat dari bambu. Tempat itu dibangun lantaran ada ruang kelas yang rusak.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Disdik KabTasik (@disdikkabtasik)

Ihwal persoalan di SDN Sinagar, jajaran TNI akan memberikan bantuan. Menurut Komandan Brigade In fan teri (Danbrigif) Raider 13/Ga luh/1 Kostrad Kolonel Inf Jimmy Si tinjak, pihaknya melaporkan kon disi di seko lah tersebut kepada Pang lima Ko man do Cadangan Stra tegis Ang katan Darat (Pangkostrad). Pang kos trad menginstruksikan Brigif Galuh berkoor dinasi dengan pemerintah daerah terkait re ha bilitasi.

Pemerintah daerah disebut belum memiliki anggaran untuk rehabilitasi hingga tahun depan. "Akhirnya Panglima Kostrad meminta Brigif untuk mem bantu rehabilitasi empat ruangan yang rusak berat. Anggaran ini dari Pangkostrad," kata dia, Selasa.

Jimmy berharap perbaikan sekolah dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. "Nanti ke depan kami akan lihat lagi kondisi sekolah lain," ujarnya. 

Dinamika Atmosfer dan Cuaca Ekstrem

Agar kita tidak mengalami masalah akibat peningkatan curah hujan, perlu dilakukan penataan lingkungan

SELENGKAPNYA

Kemenag Perbanyak Pembimbing Haji Perempuan

Rencana Kemenag yang akan menambah perempuan sebagai pembimbing ibadah haji disambut baik.

SELENGKAPNYA

Tangsel Kaji Pembaruan Moda Angkutan Umum

Syaiful menyebut akan menciptakan angkutan umum yang terintegrasi di Tangsel antara angkot dan BRT

SELENGKAPNYA