Anggota sayap kepemudaan PKI, Pemuda Rakyat, ditangkap dan dibawa ke penjara di Jakarta pada 30 Oktober 1965. | AP Photo

Kronik

Dokumen Lawas CIA dan Peran AS dalam G-30-S

CIA amat berkepentingan akan buku itu.

Disadur dari Harian Republika Edisi 5 Agustus 2001

NURCHOLIS, Pustakawan 

LBJ: "... Saya baru saja bicara dengan Dick Russel tentang soal itu, dan dia bilang saya akan di-impeach kalau saya mengesahkannya (bantuan untuk Indonesia)."

McN: "Karena persoalan Indonesia?" 

LBJ: "Yup..."

Itulah sepenggal percakapan telepon antara Lyndon B Johnson (LBJ), presiden Amerika Serikat, dengan Robert S McNamara (McN), menteri Pertahanan AS. Berlangsung di Washington, 2 Januari 1964, pukul 15.20, keduanya membahas ultimatum yang disampaikan Richard "Dick" Russel, senator Partai Demokrat asal Georgia.

Sang presiden diancam bakal di-Gusdur-kan kalau ia jadi mengesahkan bantuan yang diberikan dalam rangka program bendung komunis itu. Sehebat itukah pengaruh Indonesia? Yup...!

Transkrip lengkap percakapan itu pula -- lebih panjang dari kutipan di atas -- yang menjadi halaman pembuka 'buku heboh' keluaran Deplu AS yang terbit pekan lalu (27/7). Buku itu heboh karena langsung ditarik dari peredaran beberapa jam setelah dirilis.

Penarikan dilakukan lantaran isi buku itu juga tergolong 'heboh'. Sampai-sampai CIA, badan intelijen AS, menjadi pihak utama yang mendesak penarikan buku itu. Sedangkan Deplu AS bilang penarikan dilakukan 'karena waktu edarnya tidak tepat'.

photo
Lyndon B Johnson - (Britannica)

CIA memang amat berkepentingan dengan buku yang berisi ribuan dokumen rahasia negara itu, yang kini -- setelah 30 tahun, sesuai UU Kebebasan Informasi (FOIA) -- sudah boleh dipublikasikan. Soalnya, di dalam buku setebal 993 halaman itu, dibeberkan keterlibatan resmi CIA dalam aksi penumpasan G-30-S PKI di tahun 1965-1966.

Juga rekomendasi dari Marshall Green, dubes AS masa itu, kepada CIA agar memberikan bantuan rahasia senilai Rp 50 juta kepada Kap-Gestapu, kelompok sipil yang ikut memerangi PKI. Bantuan itu disalurkan lewat Adam Malik, penasihat kelompok tadi, yang saat itu juga jadi menteri kabinet.

Apakah usulan Green disetujui atau tidak, tidaklah jelas. Dokumen berisi jawaban Kepala Direktorat Operasi Divisi Timur Jauh CIA, Williams E Colby, tentang hal itu, ternyata masih tergolong dokumen rahasia. Jadi, pada halaman 380, buku itu hanya menyajikan judul dokumennya, tanpa isi.

Perahasiaan seperti ini juga ditemukan pada banyak dokumen lainnya. Bahkan, meski suatu dokumen sudah dibuka, tak sedikit kata atau kalimat (terutama nama orang) yang dihilangkan karena masih berstatus rahasia.

Dubes Green pun mempunyai peran yang tak kecil dalam aksi penumpasan. Menurut editor buku tersebut, Edward C Keefer, Green beserta stafnya menyusun daftar ratusan pengurus dan anggota PKI. Green juga membuat sejumlah laporan lanjutan tentang nasib mereka: tewas atau dipenjara.

Daftar tadi diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan digunakan oleh aparat keamanan dalam penumpasan. Nama siapa saja yang tercantum dalam daftar itu? Lagi-lagi dokumennya tak disertakan.

 

 

Green beserta stafnya menyusun daftar ratusan pengurus dan anggota PKI.

 

EDWARD C KEEFER
 

 

Kisah seputar G-30-S/PKI ini merupakan subbab ketiga dari bab tentang Indonesia. Judul subbabnya Coup and Counter Reaction: October 1965-March 1966. Tiga sub-bab lainnya: Sukarno's Confrontation with Malaysia: January-November 1964 (yang dibuka dengan kutipan percakapan LBJ dan McN); Sukarno's Confrontation with the United States: December 1964-September 1965, dan The United States and Suharto: April 1966-December 1968.

Judul buku itu sendiri: Foreign Relations of the United States, 1964-1968: Indonesia; Malaysia-Singapore; Philipines. Dari judulnya, jelas tertera bahwa isinya bukan melulu tentang Indonesia, tapi juga tiga negara tetangganya.

Meski begitu, Indonesia memang mendapat tempat istimewa dalam buku ini. Selain total halaman untuk Indonesia yang mencapai 576 halaman, pemaparannya pun dibagi ke dalam empat subbab tadi. Sedangkan negara lain, cukup hanya bab nama negara, tanpa subbab.

Meski sudah ditarik dari peredaran, tak berarti buku ini tak bisa diperoleh bebas dan gratis. Mereka yang memiliki akses internet, bahkan bisa men-download-nya dari website National Security Archive -- NSA -- (www.nsarchive.org), salah satu lembaga riset milik Universitas George Washington, AS.

Buku tersebut sudah di-scan dan ditransfer ke 18 file berformat PDF, untuk dibaca dengan Adobe Acrobat Reader. Besar keseluruhan file mencapai 31 megabyte (MB).

photo
Duta Besar AS Marshal Green (kiri) dipaksa makan durian oleh Presiden Soekarno (kanan) dalam sebuah cara dua hari sebelum peristiwa G30S/PKI. - (AP Photo)
SHARE    

NSA, selain sebagai lembaga riset, juga merupakan pusat arsip terlengkap untuk dokumen-dokumen yang semula menjadi rahasia negara. Lembaga yang didirikan para peneliti dan wartawan pada 1985 itu juga membentuk firma hukum yang rajin mengajukan tuntutan ke pengadilan agar dokumen rahasia yang sudah waktunya dibuka untuk segera dipublikasikan.

Salah satu yang kini sedang diproses adalah tuntutan agar CIA segera mempublikasikan dokumen seputar Kudeta PKI di Indonesia tahun 1948.

Menyimak gugatan mereka, dan juga ratusan dokumen yang sudah mereka publikasikan secara tercetak maupun di website-nya, sekilas orang bakal menyangka dokumen semacam itu akan bikin kening berkerut.

Nyatanya, tidak selalu. Contohnya kutipan percakapan di atas, yang ada di halaman satu (1) buku heboh terbitan Deplu AS tadi. Rasanya, buat orang Indonesia, hal itu lebih cocok buat kolom humor, parodi, atau satir. Tapi boleh jadi hal itu memang dipilih untuk memancing minat baca orang.

Agar orang tidak berhenti membaca, ada pula dokumen bernada humor di bagian tengah buku. Misalnya transkrip rekaman obrolan LBJ dengan William J Bundy, asisten khusus Keamanan Nasional (hlm 96). Saat itu, 1 Mei 1964, pukul 12.01, mereka tengah membicarakan dan mengomentari berita pidato Sukarno di hadapan 10 ribu massa, dan mengajak mereka menjadi sukarelawan guna melancarkan aksi Ganyang Malaysia.

Berikut petikannya: <>
LBJ (membacakan berita): "... Negara asing yang ikut campur tangan dalam masalah Asia harus dikutuk karena menimbulkan kekacauan berkelanjutan di Timur Jauh. Negara asing, terutama AS, memusuhi dirinya. Sebagai bukti, ia merujuk majalah Whispers, terbitan AS, yang memasang foto dirinya bersama wanita tanpa busana, untuk menunjukkan keburukan dirinya (Soekarno)."

 

 

Negara asing yang ikut campur tangan dalam masalah Asia harus dikutuk karena menimbulkan kekacauan berkelanjutan di Timur Jauh.

 
LYNDON B JOHNSON
 

 

Bundy: (Tertawa)
LBJ: "Saya tak tahu ada majalah Whispers."
Bundy: "Saya tak tahu ada majalah Whispers." (Tertawa)...

Orang Jawa dan Islam di Kaledonia Baru

Meski jauh dari kampung halaman, orang Jawa masih memegang teguh nilai-nilai agama dan adat mereka

SELENGKAPNYA

Ajakan Puasa Senin-Kamis Pak Habibie Kala Maulid Nabi

Mereka menyambut baik ajakan berpuasa yang disebut Habibie sebagai proses pembudayaan

SELENGKAPNYA

Kesederhanaan Sang Penakluk

Rasulullah sering harus berpuasa lantaran tak ada makanan yang bisa dimakan

SELENGKAPNYA