Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati (kiri) dengan mengenakan rompi tahanan memasuki mobil tahanan di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022). | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Nasional

KY Periksa Empat Hakim Tersangka Penanganan Perkara

KPK telah menahan seluruh tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di MA.

JAKARTA -- Komisi Yudisial (KY) memeriksa empat tersangka dalam kasus dugaan suap penangan perkara di Mahkamah Agung (MA), yakni Theodorus Yosep Parera (TYP), Eko Suparno (ES), Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Hal ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan etik terkait tangkap tangan dan penetapan tersangka terhadap Hakim Agung nonaktif MA Sudrajad Dimyati (SD) dan Hakim Yustisial Elly Tri Pangestu (ETP).

Juru Bicara KY, Miko Ginting mengatakan, pemeriksan keempat tersangka itu dilakukan pada Senin (10/10/2022). Pemeriksaan tersebut berlangsung hingga malam hari. "Pemeriksaan ini dilakukan di dan difasilitasi oleh KPK," kata Miko dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Miko mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi kesediaan KPK untuk membuka pintu bagi KY. Sehingga dapat melakukan pemeriksaan dalam wilayah etik dan perilaku hakim. "Hingga saat ini, pemeriksaan masih berlangsung," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri membenarkan hal tersebut. Pihaknya memfasilitasi tempat pemeriksaan bagi para tersangka. "Betul, KPK fasilitasi tempat pemeriksaan. Sebagai sinergi antar lembaga dan tindak lanjut kesepakatan KPK dengan KY beberapa waktu yang lalu," kata Ali.

photo
Tersangka Desy Yustria (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Desy yang merupakan PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung Pasca, diperiksa terkait kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang juga menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka. - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Seperti diketahui, KPK telah menahan seluruh tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di MA. Adapun lembaga antirasuah ini menetapkan sebanyak 10 orang sebagai tersangka.

Enam diantaranya merupakan pejabat dan staf di MA. Mereka adalah Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati (SD); Hakim Yudisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP); dua orang PNS pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH); serta dua PNS MA, yaitu Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Kemudian, empat tersangka lainnya, yakni dua pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES); serta dua pihak swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID), Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Dalam kasus ini, Sudrajad diduga menerima sejumlah uang suap untuk memenangkan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Semarang. Gugatan ini diajukan oleh dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID), yaitu Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Sebelumnya, Mahkamah Agung juga mengambil langkah guna menindaklanjuti dugaan suap yang menjerat hakim agung Sudrajad Dimyati. MA tengah mendalami seberapa jauh peran atasan para tersangka dalam kasus pengurusan perkara itu. 

Proses pemeriksaan terhadap atasan para tersangka dilakukan oleh Badan Pengawas (Bawas) MA. Bawas MA memang berwenang menyelidiki hingga menindak hakim "nakal". "Bawas MA sedang melakukan pemeriksaan terhadap atasan langsung dari para tersangka," kata Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi pada Selasa (27/9).

Andi menyampaikan proses pemeriksaan itu didasari kesepakatan dari pimpinan MA, Hakim Agung MA, hingga Hakim Ad Hoc MA. Pemeriksaan ini pun sejalan dengan sejumlah peraturan di lingkungan internal MA.

"Pemeriksaan atasan langsung dari para tersangka merupakan amanah dari Perma MA Nomor 7, 8, dan nomor 9. Ini mencakup penerapan pengawasan melekat yang diusahakan untuk dilaksanakan secara serius," ujar Andi.

Haaretz: Israel Dukung Militer Myanmar

Puluhan ahli Israel dikirim ke Myanmar untuk misi pelatihan.

SELENGKAPNYA

Wapres Minta MES Bantu Sertifikasi Halal UMKM

MES juga harus mendorong literasi sekaligus gerakan pengumpulan wakaf, baik di pusat maupun di daerah.

SELENGKAPNYA

Pengamanan Pertandingan Sepak Bola akan Dirombak Total

Sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA.

SELENGKAPNYA