Siswa didampingi guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Solo meneliti unsur kandungan DNA babi pada makanan saat praktik di Laboratorium Uji Produk Halal sekolahan setempat, Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/2/2022). Kegiatan praktik dengan penerapan protokol kese | ANTARAFOTO/Maulana Surya

Khazanah

Mengejar Prestasi di Bidang Sains Pascapandemi

KSM adalah ajang kompetisi sains paling bergengsi di lingkungan madrasah

OLEH MUHYIDDIN

Setelah melewati masa pandemi Covid-19, ratusan siswa madrasah dari berbagai provinsi di Indonesia akan kembali bersaing untuk meraih prestasi di bidang sains. Mereka akan berlomba dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada 10-14 Oktober 2022 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Sebelumnya, ratusan siswa madrasah ini telah berhasil menjadi juara dalam kompetensi di tingkat Kabupaten dan provinsi. Selanjutnya, mereka akan berlaga di tingkat nasional untuk bersaing dengan para siswa madrasah lainnya, baik di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), dan Madrasah Aliyah (MA).

KSM adalah ajang kompetisi sains paling bergengsi di lingkungan madrasah. Kompetisi ini mulai diselenggarakan sejak 2012 lalu. Pesertanya adalah pelajar Mts dan MA dari seluruh Indonesia. Kemudian pada 2013, siswa madrasah ibtidaiyah (MI) mulai diikutsertakan.

Pada saat Covid-19 mewabah, KSM sempat digelar secara daring dari rumah atau madrasah masing-masing peserta pada 9-11 November 2020. Pada tahun berikutnya, KSM kemudian dilaksanakan secara semi-daring. Pelaksanaannya dipusatkan di masing-masing tempat yang telah ditentukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama pada 24-25 Oktober 2021.

photo
Pengurus Madrasah Tsanawiyah Annajah memaparkan materi pengenalan sekolah secara virtual pada hari pertama sekolah di MTs Annajah, Jakarta, Senin (13/3). Aktivitas belajar mengajar pada hari pertama masuk sekolah Tahun ajaran baru 2020-2021 masih dilakukan secara virtual atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang berada di zona kuning dan merah. - (Republika/Thoudy Badai)

Setelah pandemi mulai mereda, akhirnya tahun ini para siswa madrasah bisa kembali berkompetesi secara tatap muka di Jakarta. KSM kali ini mengambil tema “Mandiri Berprestasi Bangkitkan Negeri” tahun ini. Pembukaan akan dilakukan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulis pada Ahad (9/10).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, M Ali Ramdhani menjelaskan, pemerintah berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan perubahan zaman, agar menciptakan sekolah berciri agama yang memiliki kapasitas dalam bidang sains.

Acara yang seperti ini, menurut Ali Ramdhani, digelar dalam rangka menenamkan kesadaran dan kecintaan pada sains yang sudah didalami. "Hal ini mutlak seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Kita ingin siswa madrasah terlatih pada daya kritis, kreatif, dan inovatifnya," ucap Ali Ramdhani. 

 

 

Kita ingin siswa madrasah terlatih pada daya kritis, kreatif, dan inovatifnya

 

M ALI RAMDHANI Dirjen Pendidikan Islam Kemenag
 

 

Desain acara ini mencakup dua aspek, yaitu sains dan keagamaan atau humaniora. Siswa madrasah tak mungkin melepas identitasnya sebagai pelajar yang menimba ilmu dalam kurikulum berciri khas Islam. Karena itu, dalam ajang ini para siswa juga akan berkomperesi dalam ilmu keagamaan.

"Maka secara umum, mata lomba akan terbagi dalam tiga grup besar, yaitu sains dan pengembangan teknologi (MST), ilmu sosial dan humaniora (ISH), dan ilmu keagamaan," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh Isom.

Sebanyak 446 siswa dari seluruh provinsi di Indonesia akan beradu hebat dalam 10 mata lomba, di antaranya Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, IPS Terpadu Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi, dan lain-lain.

Selain kompetisi sains, di tempat yang sama juga digelar Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) dan Science Expo Madrasah. Acara tersebut mempresentasikan dan menggelar pameran hasil riset siswa madrasah se Indonesia dalam bidang sains, social, dan ilmu keagamaan.

Haaretz: Israel Dukung Militer Myanmar

Puluhan ahli Israel dikirim ke Myanmar untuk misi pelatihan.

SELENGKAPNYA

Wapres Minta MES Bantu Sertifikasi Halal UMKM

MES juga harus mendorong literasi sekaligus gerakan pengumpulan wakaf, baik di pusat maupun di daerah.

SELENGKAPNYA

Pengamanan Pertandingan Sepak Bola akan Dirombak Total

Sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA.

SELENGKAPNYA