Sejumlah jurnalis dari berbagai media mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) oleh Dewan Pers di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (29/9/2021). | ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Nasional

Pengaduan Terhadap Kerja Pers Meningkat

Dewan Pers mengimbau media berbagai platform agar menjaga kehidupan pers yang sehat.

JAKARTA -- Dewan Pers menyatakan data pengaduan masyarakat terhadap kerja pers meningkat setiap bulannya. Dewan Pers meminta para pekerja pers terus meningkatkan profesionalisme dalam tugas jurnalistiknya dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

"Tanpa kerja profesional dari para jurnalis dan perusahaan pers, saya yakin pengaduan terhadap pers akan terus meningkat," ujar Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Yadi Hendriana, dikutip dari siaran pers Dewan Pers, Selasa (4/10).

Yadi memaparkan, Dewan Pers telah menyelesaikan 59 kasus pengaduan selama September 2022. Dia merinci sebanyak 11 kasus selesai dengan risalah kesepakatan, satu kasus diselesaikan dengan pernyataan penilaian dan rekomendasi (PPR) dan 47 kasus diselesaikan melalui surat.

Kemudian, media yang dinilai melanggar etika jurnalistik wajib memberikan hak jawab atau hak koreksi dan beberapa media diminta menyampaikan maaf secara terbuka kepada publik. "Sesuai undang-undang, bagi yang tidak memuat kewajiban hak jawab ini dapat didenda Rp 500 juta," ujar Yadi.

photo
Sejumlah jurnalis dari berbagai media mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) oleh Dewan Pers di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (29/9/2021). - (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Sedangkan, sejak Januari hingga akhir September 2022, Dewan Pers sudah menerima total 553 kasus aduan. Dia menjelaskan, Sebanyak 429 kasus atau 77,58 persen sudah selesai penanganannya, sisanya 124 kasus pengaduan dalam proses penyelesaian dan ditargetkan hingga akhir 2022, sedikitnya 90 persen kasus aduan dapat diselesaikan.

Dia mengatakan, secara umum pelanggaran kode etik yang dilakukan media adalah tidak melakukan uji informasi, tidak melakukan konfirmasi dan menghakimi, serta plagiasi. "Ini cukup memprihatinkan. Kami menemukan satu berita yang judul hingga isinya sama dan dimuat oleh belasan media," ujar Yadi.

Dia menegaskan, profesionalisme ini sangat penting untuk menjawab masyarakat yang semakin cerdas dalam mengonsumsi informasi, termasuk berita yang disajikan media pers. Yadi menyebut, peningkatan pengaduan terhadap pers di satu sisi bernilai positif, karena masyarakat memiliki kesadaran untuk mengadukan keberatan pemberitaan pers kepada Dewan Pers.

Namun di sisi lain, peningkatan pengaduan menunjukkan ada yang harus dibenahi dalam kerja pers selama ini, khususnya kompetensi jurnalis dan kepatuhan terhadap KEJ.

photo
Peserta menyimak paparan materi yang ditampilkan secara daring pada Penyegaran dan Pelatihan Ahli Pers Dewan Pers di Gedung Monumen Pers, Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/6/2021). - (ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI)

Dewan Pers mengimbau pada seluruh media berbagai platform agar menjaga kehidupan pers yang sehat. Semua media diharapkan menjunjung tinggi etika dan patuh pada norma-norma sosial maupun agama yang disepakati bersama dan berlaku di masyarakat.

Sebab, kata dia, saat ini masih banyak konten media yang berpotensi melanggar etika jurnalistik. Untuk itu, Dewan Pers juga meminta masyarakat agar ikut memantau sajian tidak sehat tersebut dan melaporkannya ke Dewan Pers disertai bukti-bukti yang ada.

Menurutnya, selama ini Dewan Pers telah menyediakan layanan bagi masyarakat yang mengadukan masalah pemberitaan dan pers, mulai dari surat-menyurat secara langsung hingga secara daring. "Kami lakukan penanganan pengaduan masyarakat secara tatap muka, luring dan daring, dengan melibatkan para analis, para jurnalis senior," katanya.

Tragedi Kanjuruhan Renggut Nyawa 33 Anak

Sebanyak 26 korban masih dalam perawatan.

SELENGKAPNYA

Napas Tempur Komodor Yos Sudarso

Yos Sudarso ingin menancapkan bendera Merah Putih di Irian Barat.

SELENGKAPNYA