Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan), Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri), dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal (kanan) berfoto bersama dalam acara Farewell Eve | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta

03 Oct 2022, 05:52 WIB

Warga Perpisahan dengan Anies

Dalam perpisahan itu disinggung kebutuhan pemimpin yang progresif dan reformis

 

JAKARTA -- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengadakan perpisahan publik dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Jakarta Theater, Ahad (2/9). Dino dalam ungkapannya, menyinggung kebutuhan pemimpin yang progresif dan reformis. “Bukan hanya di puncak tapi di setiap jajaran birokrasi,” kata Dino di lokasi, Ahad (2/9).

Mantan Duta Besar Amerika Serikat itu menuturkan, Indonesia, sebenarnya memiliki banyak generasi pemimpin baru dalam 10 tahun terakhir. Gayung bersambut, para pemimpin dinilainya juga terus bertambah dari kalangan muda menengah yang teknokratik dan berpendidikan baik.

“Sayangnya, jajaran pemimpin itu masih jadi minoritas dalam landscape 34 gubernur, 415 bupati, 99 wali kota dan 17.340 anggota DPRD,” kata Kepala Prodi Hubungan Internasional Unjani itu.

Dengan adanya kekosongan gubernur definitif DKI dan daerah lain, atau pemimpin mendatang, dia berharap semangat reformasi bisa terus digencarkan oleh pemimpin masa depan lainnya. Tak terkecuali, kata dia, hal itu juga berlaku pada Anies dan pemimpin daerah yang akan lengser. “Dengan demikian, supremasi di Indonesia bisa diterapkan secara murni,” jelas dia.

Dino menjelaskan, acara perpisahan publik dengan Anies yang dibuat organisasi yang didirikannya, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), tidak berbau politik. Menurutnya, selain mengharapkan keberadaan pemimpin reformis, acara ini dibuat sebagai rasa terimakasihnya dan jutaan warga DKI lain kepada Gubernur DKI.

“Dalam acara ini kita merangkul banyak pihak. Semoga nanti, pemimpin yang lebih baik, progresif, dan reformis bisa terus tampil di depan publik,” ucapnya.

 

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) melayani foto dengan warga dalam acara Farewell Event Gubernur DKI Jakarta di Jakarta, Minggu (2/10/2022). Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar acara dengan tajuk Leadership, Reformasi, dan Pengabdian untuk perpisahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan lengser dari jabatannya pada 16 Oktober 2022 mendatang. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

 

Mohon didoakan 

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang menghadiri acara perpisahan itu berusaha meyakinkan bahwa dalam dua pekan masa tugasnya, dia akan menuntaskan pekerjaan yang tersisa. “Doakan setelah ini saya bisa menjalankan amanat apapun sebaik-baiknya,” kata Anies.

 

 

Doakan setelah ini saya bisa menjalankan amanat apapun sebaik-baiknya

 

ANIES BASWEDAN Gubernur DKI Jakarta
 

 

Dia menambahkan, setelah purna tugas sebagai gubernur, dia akan bersiap jika diberi tugas atau amanat lainnya. Karena itu, dia meminta agar apa yang ada di Jakarta hingga akhir kepemimpinannya, bisa dijaga secara bersama. “Persis dua pekan lagi saya selesai (menjabat). Doakan husnul khotimah,” kata Anies.

 

Dia pun mengucapkan terimakasih Dino Patti Djalal yang mengadakan acara perpisahan tersebut. “Terimakasih sudah menyiapkan tempat ini, yang sudah hadir malam ini. Insya Allah Jakarta makin maju dan makin berkembang,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga tampak hadir di acara tersebut. Emil sapaan Ridwan Kamil, seolah memulai kampanye secara tidak langsung. “Kita dukung siapapun presidennya. Kalau takdir Pak Anies (jadi presiden, Red) kita dukung,” kata Emil.

Meski demikian, jika takdir presiden bukan Anies, lanjut dia, tetap harus didukung. Terlebih, dia mengaku saat ini banyak calon yang menjanjikan.

“Makanya waktu di UGM, satu sisi sempat terbelah (dari pendukung) Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) dan satu sisi Pak Anies,” lanjut mantan Wali Kota Bandung itu.

Alih-alih ada persaingan antara Ganjar dan Anies, Emil berseloroh, untuk memilih dirinya jika ada kesempatan. Sedangkan Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan ia mengingat-ingat kembali, kerja sama Kota Bogor dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Meski Anies tak lagi menjabat gubernur, kata dia, kerja sama dan kolaborasi Bogor-Jakarta diharapkan bisa tetap berjalan.

“(Selama) menjadi wali kota (Bogor) sangat menikmati bekerja sama dengan Mas Anies Baswedan,” kata Bima.

 

 

(Selama) menjadi wali kota (Bogor) sangat menikmati bekerja sama dengan Mas Anies Baswedan

 

NAMA TOKOH
 

 

Menurut Bima, Jakarta melalui Anies kerap membantu Kota Bogor secara mendetail dari sampah hingga transportasi, mengingat lokasi yang saling berdekatan. Bima mengatakan, kerja sama yang akan terus digaungkan saat ini, masuk dengan rencana penataan Jakarta yakni kolaborasi.

“Generasi saya, Mas Anies, dan Kang Emil, tidak akan pernah terpisahkan, karena persoalan politik. Our friendship is beyond politics,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan Republika, ribuan warga dari Jabodetabek hadir di perpisahan Anies tersebut. Kebanyakan warga, bukan hanya ingin berterimakasih langsung pada Anies, tetapi ingin menemui pemimpin daerahnya, seperti Wali Kota Bogor Bima Arya atau Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Mumpung libur dan emang mau main ke Jakarta. Ada acara ini, ya udah main sama sepupu ke sini,” kata Amel (29 tahun) warga Bogor Barat.

Dia mengatakan, sengaja daftar untuk hadir di acara tersebut setelah mengetahui informasi dari akun //Instagram// Dino Patti Djalal, dan melakukan pendaftaran setelahnya. 

Sementara itu, salah satu warga DKI Jakarta, Surya (34) yang hadir dalam acara itu sengaja ingin menemui langsung pemimpin daerahnya yang akan lengser pada 16 Oktober nanti. “Terakhirlah, ketemu pak gubernur sebelum dia purnatugas,” kata Surya. n ed: andi nur aminah 

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Anies Rasyid Baswedan (@aniesbaswedan)

';
×