vp,,rm
Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Jerat Dunia

Kita memohon kepada Allah agar terjaga dari tipu daya dunia yang melalaikan.

OLEH AGUS SOPIAN

Tidak dapat dimungkiri, kehidupan dunia ini sungguh indah dan memesonakan. Tak sedikit manusia yang sangat mencintai dunia hingga dirinya terlena. Mereka selalu mencari dan menyalurkan keinginannya serta memenuhi hasrat hawa nafsunya.

Ujian dunia dan jerat hawa nafsu datang tak pandang bulu. Dia yang miskin atau kaya, pejabat atau rakyat, bodoh atau berilmu, semua bisa terjerat dan tertipu. Betapa banyak orang yang akhirnya berdukacita, sedih, dan menyesal tersebab tak mampu mengendalikan dirinya dari jeratan dunia dan hawa nafsu.

Waspadalah, dunia ini sesungguhnya penuh dengan misteri. Rintangan, tantangan, serta cobaan selalu hadir menguji. Hanya keimanan dan ketakwaan pada Allah yang mampu membentengi diri dari berbagai macam keburukan.

Sungguh merugi dan celaka orang yang semasa hidupnya dihabiskan untuk mencintai dunia. Mereka rela menukar agamanya demi mendapatkan keuntungan yang sementara. Segala cara dilakukan, halal haram tak lagi jadi ukuran.

Kecintaannya terhadap dunia membuat lalai dan lupa kepada Allah Sang Pencipta. Padahal, tujuan utama penciptaan manusia adalah agar beribadah pada-Nya. Allah berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS adz-Dzariyat: 56).

Ingatlah, kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Keindahan dan kebahagiaan yang ada hanya sebatas fatamorgana, tidak kekal dan pasti binasa. Allah berfirman, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS al-Hadid: 20).

Mukmin sejati hendaknya selalu menjaga diri dari kelalaian dan keburukan yang dapat merugikan. Ingatlah selalu akan datangnya kematian, dan berbekallah segera untuk kehidupan di keabadian. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdik adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati. Sedangkan, orang yang kerdil yaitu orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya, tapi ia mengharapkan berbagai harapan kepada Allah” (HR Tirmidzi).

Sementara itu, orang-orang yang lalai selalu terbuai oleh kenikmatan sesaat. Mereka lupa terhadap akibat yang akan didapatkan. Betapa banyak di antara mereka yang mendapatkan hukuman Allah tersebab kelalaian yang diperbuat.

Oleh karena itu, mari sibukkan diri di jalan taat. Raih keridhaan Allah dengan selalu beramal saleh. Sadarilah bahwa betapa singkat waktu kita di dunia ini. Kita memohon kepada Allah agar terjaga dari tipu daya dunia yang melalaikan.

Semoga kita diberi kemampuan untuk beramal saleh yang mampu membentengi dari penyesalan kelak setelah kematian.

Wallahua’lam.

Rupiah Bertahan di Level Rp 15 Ribu

Ekonom menilai pelemahan rupiah bukan karena faktor fundamental.

SELENGKAPNYA

Putri Candrawathi Sambo Resmi Ditahan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani keputusan presiden (keppres) tentang pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Ferdy Sambo.

SELENGKAPNYA

Registrasi Sosial Ekonomi

Semoga kemiskinan data yang menjadi penyakit akut dalam kebijakan pembangunan tak lagi terjadi.

SELENGKAPNYA