Para pemain Italia merayakan kemenangan 2-0 mereka di akhir pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Hongaria dan Italia, di Puskas Arena di Budapest, Hongaria, Senin, 26 September 2022. | AP/Tamas Kovacs/MTI

Sepak Bola

Kebangkitan Italia

Timnas Italia sedikit mengobati kekecewaan gagal ke Piala Dunia 2022

BUDAPAEST -- Timnas Italia akhirnya lolos ke semifinal Liga Bangsa-Bangsa (UEFA Nations League) mewakili Grup A3 setelah menang dalam pertandingan penentu melawan Hungaria. Pasukan Azzurri menekuk tuan rumah 2-0 di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Selasa (27/9) dini hari WIB.

Dua gol kemenangan Italia dicetak oleh Giacomo Raspadori dan Federico Dimarco. Kemenangan tersebut membuat Italia keluar sebagai juara grup dengan keunggulan satu poin dari Hungaria di posisi kedua.

Skuad Negeri Pizza mencatatkan tiga kali kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan dalam enam pertandingan. Keberhasilan Italia lolos ke semifinal bisa disebut sebuah kebangkitan Leonardo Bonucci dkk setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar.

Italia mengusung misi kemenangan ketika melakukan perjalanan ke Hungaria. Pasalnya, hanya dengan kemenangan skuad Azzurri akan lolos ke semifinal. Adapun Hungaria hanya membutuhkan hasil seri untuk keluar sebagai pemenang di grup tersebut. Misi Italia tercapai sekaligus sedikit mengobati kekecewaan karena gagal tampil di Piala Dunia 2022.

photo
Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma, latar depan melakukan penyelamatan, selama pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Hongaria dan Italia, di Puskas Arena di Budapest, Hongaria, Senin, 26 September 2022. - (AP/Zsolt Szigetvary/MTI)

Tuan rumah sejatinya memberikan perlawanan ketat kepada Italia dengan catatan statistik 54 persen penguasaan bola berbanding 46 persen milik Italia. Hungaria juga unggul dalam tembakan sebanyak 13 kali, enam di antaranya tepat sasaran. Adapun Italia mencatatkan 11 kali tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran.

Pelatih Italia Roberto Mancini melakukan perombakan pemain besar-besaran setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Mancini membuang sebagian besar pemain saat menjadi juara Euro 2020 dan menggantikan dengan pemain yang lebih segar.

Mancini mengatakan, pertandingan tersebut berjalan sulit. Tuan rumah memberikan tekanan kuat pada timnya sepanjang pertandingan, khususnya dalam 20 menit terakhir. Hungaria mencoba mengejar ketertinggalan 0-2 dengan meningkatkan serangan.

"Saya kehilangan suara saya karena saya berteriak begitu banyak pada 20 menit terakhir,” ujar Mancini seusai pertandingan dilansir dari Football Italia.

 

 

Saya kehilangan suara saya karena saya berteriak begitu banyak pada 20 menit terakhir

 

Roberto Mancini
 

Mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City itu lalu memuji kiper Gianluigi Donnarumma. Ia menyebut, penjaga gawang Paris Saint-Germain (PSG) itu datang untuk menjadi penyelamat Italia dengan mampu menjaga clean sheet. Donnarumma membuat penyelamatan penting sepanjang laga.

Mancini juga memuji Federico Dimarco. Menurutnya, Dimarco menyerang dan bertahan dengan baik. Kemampuan Dimarco dalam memberikan umpan juga sangat baik. Namun, secara umum, kata dia, para pemain mampu menerjemahkan setiap formasi yang digunakan dalam pertandingan.

Di lain pihak, pelatih Hungaria Marco Rossi mengatakan, sejatinya timnya ingin membuat keajaiban dengan menjadi juara grup. Namun, menurut dia, keperkasaan Donnarumma di bawah mistar gawang Italia membuat impian itu gagal. Pasalnya, Donnarumma selalu menggagalkan setiap peluang penting yang diciptakan anak asuhnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Nazionale Italiana di Calcio (@azzurri)

Para fan Hungaria memberikan tepuk tangan seusai pertandingan, meskipun timnya gagal menaklukkan Italia. Para fan melihat Hungaria tampil luar biasa sepanjang turnamen. Menurut Rossi, para fan telah menunjukkan rasa hormat kepada seluruh tim setelah berjuang habis-habisan di lapangan.

“Akan menyenangkan untuk melakukan keajaiban malam ini, tetapi ketika Anda bermain melawan tim seperti Italia, Anda harus membuat kesalahan nol dan berharap pihak lain salah. Bahkan, ketika kami memiliki peluang, kami digagalkan oleh penjaga gawang terbaik di dunia. Bukan kebetulan PSG mendatangkan Donnarumma,” ujar Rossi seusai laga.

Rossi tak ingin mencari kambing hitam atas kekalahan tersebut. Ia menegaskan, meski hasil akhir menang atau kalah, perasaan harus ditanggung bersama. Namun, yang pasti Rossi bangga terhadap cara bermain pasukannya.

photo
Para pemain Italia menjalani rutinitas pemanasan sebelum pertandingan UEFA Nations League Division A, Grup 3 antara Hungaria dan Italia di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, 26 September 2022. - (EPA-EFE/Tamas Kovacs )

 

Pemerintah Godok Formula Reformasi Peradilan

Hakim agung yang terjerat kasus dugaan korupsi mengindikasikan gagalnya tugas pembinaan hakim di MA.

SELENGKAPNYA

Pesawat NASA Geser Orbit Asteroid

Pertama kali di dunia, sebuah pesawat berhasil mengubah jalur orbit asteroid.

SELENGKAPNYA

PLN Batalkan Program Kompor Listrik

PLN juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA).

SELENGKAPNYA