Sihir | Pixabay.com
29 Nov 2019, 18:45 WIB

Peristiwa Luar Biasa: Sihir?

Sihir berbeda dengan mukjizat dan karamah sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu.

Sihir dari akar kata sahara-yasharu, yakni suatu bentuk keterampilan yang dapat di lakukan seseorang dalam bentuk pemalingan sesuatu dari hakikatnya. Sihir juga sering diartikan sebagai sebuah perbuatan luar biasa yang dilakukan seseorang untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang, dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural.

Sihir berbeda dengan mukjizat dan karamah sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu. Mukjizat dan karamah lebih banyak merupakan kekuatan luar biasa langsung dari Allah SWT sebagai upaya untuk meyakinkan seseorang atau kelompok akan sebuah kebenaran yang diragukan oleh sekelompok orang. Untuk meyakinkan me reka, Allah SWT memberikan ke istimewa an kepada hambaNya untuk melemahkan usaha orang lain guna melemahkan kebenaran itu.

Sementara, sihir lebih merupakan keterampilan manusia untuk menguasai sub-conciousnes orang- orang tertentu, sehingga seolah-olah terjadi keajaiban atau keluarbiasaan. Sebagain cara kerja sihir itu menggunakan keterampilan teknis manusia dan sebagian lainnya menggunakan cara-cara mistis, dalam istilah populer tradisi Islam dengan menggunakan jin. Sihir umumnya berkonotasi negatif. Berbeda dengan mukjizat dan karamah yang lebih berkonotasi positif.

Keberadaan sihir diakui di dalam Alquran dan hadis. Tidak kurang 12 kali kata sihir disebutkan di dalam Alquran dan di dalam hadis lebih banyak lagi. Di antara ayat itu ialah.

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir).

Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturun kan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak meng ajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka, mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami)dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS al-Baqarah [2]:102).

Mukjizat sebagai sebuah perbuatan luar biasa yang berbeda dengan sihir, tetapi bagi orang yang tidak mendapatkan petunjuk tidak bisa membedakan antara mukjizat dan sihir sebagaimana dinyatakan dalam ayat, Maka tatkala Musa da tang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata: Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu. (QS al-Qashash [28]: 36).

Perbuatan yang luar biasa sesungguhnya ialah mukjizat dan karamah. Karena itu, mukjizat tidak akan pernah dikalahkan oleh sihir, sebagaimana diyatakan dalam ayat- ayat yang mengisahkan pertarungan ular tukang sihir Fir'aun dengan tongkat Nabi Musa AS, se bagaimana disebutkan dalam ayat, Dan kami wahyukan kepada Musa: Lemparkanlah tongkatmu! Maka, sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. (QS al-A'raf [7]: 117-120).

Sihir sesungguhnya belum bisa dikatakan khariq al-`adah(luar biasa) karena bisa diprogram sebagaimana program lainnya. Mukjizat dan karamah tidak bisa diprogram. Adakalanya mukjizat dan karamah muncul tiba-tiba di luar dugaan, tetapi sihir lebih banyak disesuaikan dengan permintaan atau tujuan yang bersifat materialistik, tidak terkait dengan urusan spiritual. Sihir bisa dilakukan oleh siapa pun asal menguasai ilmunya, sedangkan mukjizat dan karamah tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Sihir lebih banyak diorder, sedangkan muk jizat dan karamah bukan sesuatu yang diorder, apalagi untuk dipamerkan.


×