Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Arki Wisnu (kiri) melakukan selebrasi bersama pendukung setelah timnya berhasil menjuarai pertandingan melawan Pelita Jaya Bakrie Jakarta pada final gim 2 IBL Tokopedia 2022 di Gor C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, M | ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Arena

Dominasi Satria Muda yang Belum Tergoyahkan

Pemain Satria Muda sepertinya memang memiliki standar yang hampir sama.

OLEH FITRIYANTO 

Kompetisi bola basket tertinggi di Tanah Air, Indonesian Basketball League (IBL) 2022, tuntas sudah. Satria Muda Pertamina Jakarta kembali mempertahankan gelar juara atau menjadi back to back champions.

Pada laga final, tim yang bermarkas di Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini menang 2-0 langsung atas pesaingnya, Pelita Jaya Bakrie Jakarta. Pada final pertama yang berlangsung Sabtu (27/8) di GOR C'Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Arki Dikania Wisnu dkk menang 95-87. Di final gim kedua, Ahad (28/8), tim kembali menang 89-74.

Laga puncak musim ini merupakan ulangan final musim lalu. Jika tahun lalu Pelita Jaya mampu mencuri satu kemenangan, musim ini Satria Muda tidak memberikan kesempatan sama sekali. Bahkan, tidak hanya di final, tim asuhan Youbel Sondakh ini tidak pernah kalah sejak babak play-off atau delapan besar. Amartha Hangtuah dan Prawira Bandung pun dikalahkan dengan skor 2-0.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Satria Muda Pertamina (@smpertamina)

Ini adalah gelar ke-12 Satria Muda di kancah perbasketan nasional sejak pertama kali juara tahun 1999 silam. Tim ini memang harus diakui memiliki kemampuan manajerial yang baik sehingga dapat konsisten menjadi klub basket papan atas Indonesia.

Para pemain dibuat betah untuk berlama-lama menjadi keluarga Satria Muda. Lihat saja kapten tim Arki Dikania Wisnu yang sejak datang dari Amerika Serikat pada 2011 tetap setia berseragam Satria Muda hingga kini.

Fictor Roring, pelatih Pelita Jaya yang juga pernah menjadi bagian keluarga Satria Muda baik sebagai pemain maupun pelatih, tanpa ragu menyebut baiknya manajemen Satria Muda tak terlepas dari peran sang pemilik, Erick Thohir. Dalam jumpa pers seusai laga final Ahad (28/8) malam, Ito sapaan akrab Fictor Roring menyatakan, Erick Thohir punya peran terbesar dalam konsistensi dan prestasi Satria Muda selama ini.

"Perhatiannya terhadap klub tak pernah berhenti, selalu peduli terhadap tim. Hal ini juga diterapkan ke bawahnya, manajemen, coaching staff yang terbaik. Gaya dan karakter Satria Muda saat saya jadi pemain hingga kini tetap sama. Satria Muda tidak perlu bintang, semua pemainnya adalah bintang, dan akan seperti itu datang dan pergi. Dulu ada saya, Cacing (Wahyu Widayat Jati—Red), Rogun (Ronny Gunawan—Red), Faisal J Achmad, Christian Ronaldo Sitepu, dan sekarang ada Arki Wisnu," ujar Ito.

 
 
Saya hanya ingatkan kalau Satria Muda adalah tim terbaik Indonesia, para pemain hanya perlu mengeluarkan performa terbaiknya dan bisa tunjukkan itu.
 
 

Pemain Satria Muda sepertinya memang memiliki standar yang hampir sama. Bisa dilihat saat di lapangan, siapa pun yang dimainkan pelatih hampir tak ada perbedaan berarti. Ketika lima pemain utama ditarik, para pemain cadangan dapat menggantikan dengan baik. Bahkan, saat final melawan Pelita Jaya, para pemain cadangan memberikan kontribusi yang luar biasa.

Sang arsitek tim, Youbel Sondakh, mengakui kemampuan semua pemainnya luar biasa. "Saya hanya ingatkan kalau Satria Muda adalah tim terbaik Indonesia, para pemain hanya perlu mengeluarkan performa terbaiknya dan bisa tunjukkan itu. Ini musim yang luar biasa, IBL kerja baik, semoga tahun depan lebih baik. Pandemi berlalu, penonton bisa datang langsung, gim tambah banyak, dan semakin seru," ujar Youbel.

Satria Muda memiliki keunggulan postur pemain dari klub lain. Ini bukan sebuah kebetulan, tim ini memang selalu mengutamakan tinggi badan saat merekrut pemain. Skill dan kemampuan bisa dibentuk dengan latihan keras, tapi tidak untuk tinggi badan. Lihat saja calon pemain masa depan Satria Muda yang memiliki postur menjulang, seperti Kelvin Sanjaya (199 cm) dan Argus Sanyudy (192 cm).

Selain melakukan perekrutan pemain muda untuk regenerasi, Satria Muda juga tidak tabu merekrut pemain jadi dari klub lain, seperti yang dilakukan terhadap bintang Satya Wacana Salatiga, Antoni Erga, pada awal musim ini. Sebelumnya, Hardianus Lakudu yang menjadi point guard utama juga hasil rekrutan dari Hangtuah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Indonesian Basketball League (@iblindonesia)

Setelah juara, capaian ini wajib disyukuri. Namun, jangan sampai terlena. Pasalnya, Satria Muda harus tetap mempersiapkan diri untuk persaingan musim depan. Tim lain pasti akan melakukan persiapan lebih baik lagi untuk bisa meruntuhkan dominasi Satria Muda.

Sejumlah klub bahkan sudah mulai berbenah dengan melakukan perekrutan pelatih baru. Usaha tak akan membohongi hasil. Jadi, siapa yang lebih kerja keras dalam persiapannya, pasti akan lebih dekat untuk mencapai kesuksesan.

Daerah Belum Terima Arahan BLT Terdampak BBM

Anggaran subsidi energi setara dengan pembangunan 227.886 SD.

SELENGKAPNYA

Jokowi Janjikan Harga Telur Turun dalam Dua Pekan

Berdasarkan pantauan Pemkot Bandung, kenaikan harga terjadi di seluruh pasar di Kota Bandung.

SELENGKAPNYA