Peluncuran Tapera Syariah di Banda Aceh pada Selasa (24/8) | Erdy Nasrul/Republika

Ekonomi

BTN Syariah Dukung Pembiayaan Tapera

Aceh memiliki potensi yang besar dengan sekitar 2.000 ASN yang belum memiliki rumah sendiri.

JAKARTA -- Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Syariah mendukung penyaluran Tapera Syariah oleh BP Tapera. Sebagai bank pertama yang menyalurkan Tapera Syariah, BTN Syariah akan mendorong sosialisasi produk tersebut yang kini sudah diluncurkan di Aceh.

"Produk ini memang telah ditunggu oleh masyarakat dan BTN Syariah sangat bangga menjadi bank pertama yang menyalurkan Tapera Syariah. Semoga produk ini dapat semakin memudahkan masyarakat untuk mewujudkan rumah impiannya," kata Direktur Konsumer Bank BTN Hirwandi Gafar dalam keterangan resmi, Rabu (24/8).

Hirwandi menjelaskan, Tapera Syariah adalah program khusus bagi peserta Tapera yang saat ini masih terbatas pada segmentasi pekerjaan PNS dengan masa kepesertaan minimal 12 bulan. Peserta bisa mendapatkan fasilitas program pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR), pembiayaan renovasi rumah (PRR), dan pembiayaan bangun rumah (PBR). Syaratnya, nasabah harus terdaftar dan terverifikasi pada aplikasi Sistem Informasi BP Tapera atau Sitara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BP Tapera (@bp.tapera)

Dengan memenuhi persyaratan yang ada, masyarakat, khususnya ASN, akan mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan dengan akad murabahah atau jual beli. "Produk Tapera Syariah sangat menarik karena uang muka mulai dari nol persen dan margin tetap sebesar 5 persen sampai lunas dengan jangka waktu maksimal 30 tahun," kata Hirwandi.

Ia menyebutkan, Aceh memiliki potensi yang besar dengan sekitar 2.000 ASN yang belum memiliki rumah sendiri. Untuk tahap awal, UUS BTN memiliki target penyaluran KPR Tapera Syariah di Kantor Cabang Syariah Banda Aceh sebanyak 95 unit.

Di Aceh sendiri, BTN Syariah mencatatkan realisasi KPR subsidi sampai Juli 2022 sebanyak 348 unit atau Rp 47,73 miliar. Sedangkan, realisasi KPR nonsubsidi tercapai 82 unit atau sebesar Rp 16,3 miliar. Kemudian, total penyaluran KPR Tapera Syariah Bank BTN adalah 289 unit atau sebesar Rp 42,7 miliar.

 
 
Tabungan Perumahan Rakyat Syariah menjadi salah satu sarana untuk membantu mewujudkan kepemilikan rumah bagi masyarakat yang kebutuhannya kian meningkat dan kini mencapai 12,75 juta unit.
 
 

Komisioner BP Tapera Adi Setianto menyampaikan, pihaknya mencatat sebanyak 179 ribu peserta Tapera telah menggunakan skema syariah per Agustus 2022. Dana kelolaannya mencapai Rp 358,54 miliar. "(Pembiayaan) Tapera Syariah disalurkan kepada 290 peserta dengan nilai Rp 42,87 miliar," katanya.

Adi menerangkan, BP Tapera terus aktif melakukan sosialisasi dan mengajak ASN melakukan pemutakhiran data di program Sitara agar dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan Tapera. Ia berharap BP Tapera dapat berperan dalam keuangan syariah dan rantai nilai perumahan.

Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meluncurkan Tapera Syariah di Aceh pada Selasa (23/8). Wapres berharap kehadiran Tapera Syariah menjadi salah satu sarana untuk membantu mewujudkan kepemilikan rumah bagi masyarakat sehingga bisa mengurangi selisih antara kebutuhan dan persediaan (backlog) perumahan di daerah hingga nasional.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KH.Ma'ruf Amin (@kyai_marufamin)

"Tabungan Perumahan Rakyat Syariah menjadi salah satu sarana untuk membantu mewujudkan kepemilikan rumah bagi masyarakat yang kebutuhannya kian meningkat dan kini mencapai 12,75 juta unit," kata Kiai Ma'ruf.

Ma'ruf mengingatkan, terdapat tiga tantangan Tapera Syariah untuk bisa semakin berkembang. Pertama, ujar Ma'ruf, Tapera Syariah harus proaktif melakukan penawaran. Salah satunya dengan menjemput bola melalui sosialisasi yang inovatif dan masif kepada masyarakat luas, termasuk di lingkup ASN, BUMN, dan pemerintah daerah. "Manfaat layanan dan keunggulan Tapera Syariah perlu disampaikan kepada calon peserta," katanya.

Wapres Minta Tapera Syariah Terus Berkembang

Hehadiran Tapera Syariah sejalan dengan pengembangan ekonomi syariah.

SELENGKAPNYA

Wapres: Segera Berantas Judi Online

Beberapa hari terakhir, pemberantasan judi gencar dilakukan jajaran kepolisian daerah.

SELENGKAPNYA