Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad (kiri) memberikan paparan didampingi Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi (kanan) saat berkunjung ke Republika, Jakarta, Jumat (19/8/2022). Kunjungan dalam rangka silaturahmi tersebut juga membicarakan tentang | Prayogi/Republika.

Khazanah

20 Aug 2022, 17:57 WIB

MER-C Minta Pemerintah Tolak Timnas Israel

MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina.

JAKARTA -- Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia mengenai polemik keikutsertaan timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun 2023. MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina.

"Ini harapan dan permintaan kami kepada Presiden (Joko Widodo), khususnya agar secara tegas (pemerintah) menolak kepentingan timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia," ujar Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad di kantor Republika, Jakarta, Jumat (19/8).

Sarbini mengingatkan, Presiden Sukarno pernah menolak kepentingan Israel pada tahun 1962 ketika Asian Games. Kalau Presiden Jokowi mampu menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023, artinya Jokowi mampu mengembalikan keberanian dan konsistensi Bung Karno dalam mendukung Palestina.

MER-C yakin Presiden Jokowi akan memperhatikan aspirasi masyarakat. Harapannya, konstitusi Indonesia yang jelas mengatakan bahwa penjajahan di atas bumi harus dihapuskan betul-betul dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh Pemerintah Indonesia.

photo
Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad (dua kiri) memberikan paparan didampingi Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi (dua kanan) saat berkunjung ke Republika, Jakarta, Jumat (19/8/2022). Kunjungan dalam rangka silaturahmi tersebut juga membicarakan tentang sikap tegas MER-C dalam menolak kedatangan timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun 2023. Prayogi/Republik - (Prayogi/Republika.)

Kepada Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, MER-C menyampaikan, Wapres adalah seorang ulama. Karena itu, MER-C yakin, Kiai Ma'ruf akan memberikan yang terbaik kepada pemerintah dan rakyat Palestina. MER-C juga yakin Kiai Ma'ruf akan menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Sarbini mengingatkan, jika timnas Israel mengikuti Piala Dunia U-20 di Indonesia, masyarakat Indonesia pasti akan kecewa. "Akan ada kekecewaan yang terjadi di masyarakat ketika timnas Israel masuk ke Indonesia, bisa jadi ada penolakan yang ekstrem (terhadap timnas Israel)," ujarnya.

Sarbini berpandangan, jika timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia, sama saja pemerintah melanggar konstitusi Indonesia. Jadi, ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, respons keras masyarakat. Kedua, pemerintah melanggar konstitusi. Dua hal ini yang harus dihindari.

"Sesuatu yang tidak bagus untuk kita (pemerintah dan bangsa Indonesia) dan untuk sejarah bangsa Indonesia, maka pemerintah harus tegas untuk bisa melaksanakan hal yang diinginkan oleh konstitusi dan masyarakat Indonesia," ujar Sarbini.

photo
Puluhan massa dari Youths Empathy and Solidarity menggelar aksi Damai Alquds 2022 di depan Gedung Meredeka Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (26/4). Aksi tersebut mengecam kekerasan dari rangkaian serangan aparat zionis Israel di Masjid Al Aqsa saat Ramadhan yang melukai 150 lebih warga Palestina. - (Edi Yusuf/Republika)

Sebelumnya, dalam rangka safari kemanusiaan untuk menolak kedatangan timnas Israel, Sarbini bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH Nazar Haris pada Kamis (18/8). Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh pimpinan MER-C.

Kiai Nazar menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan timnas Israel ke Indonesia. Sebab, penolakan ini adalah bentuk pembelaan terhadap konstitusi bangsa Indonesia.

"Sesuai dengan UUD 1945, tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," kata Kiai Nazar melalui keterangan tertulis.

Kiai Nazar juga menyampaikan, apabila bangsa Indonesia membiarkan Israel hadir ke Indonesia, Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru, dan penjajahan lebih ketat.

“Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa," ujar Kiai Nazar. ';

Ir Juanda Konseptor Perairan Indonesia

Semasa mudanya Juanda hanya aktif dalam organisasi nonpolitik Pagoeyoeban Pasoendan (PP) dan anggota Muhammadiyah.

SELENGKAPNYA

Era Gila Kaisar Caligula

Caligula semakin tidak terkontrol. Kekuasaan mengantarkannya dari seorang tiran menjelma menjadi monster.

SELENGKAPNYA

Luhut: Harga Pertalite Diumumkan Pekan Depan

Keputusan soal harga jual BBM jenis Pertalite akan diumumkan Presiden Joko Widodo.

SELENGKAPNYA
×