Tim dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meninggalkan kediaman istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Kedatangan LPSK tersebut untuk melakukan asesmen psikologi terhadap istri Irjen P | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Nasional

KPK dan PPTAK Diminta Terlibat di Kasus Sambo

Irjen Ferdy Sambo dilaporkan ke KPK atas dugaan suap terhadap LPSK.

JAKARTA — Tim pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memproses hukum pelaporan dugaan suap yang dilakukan oleh Irjen Polisi Ferdy Sambo ke sejumlah kalangan.

Pengacara Kamaruddin Simanjuntak juga meminta agar Pusat Pelaporan dan Analisisi Transaksi Keuangan (PPATK) turut melakukan pelacakan perbankan dari empat rekening milik Brigadir J dan juga akun keuangan milik Irjen Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi Sambo.

 “Kalau soal suap, itu kan sudah ada yang melaporkan ke KPK. Kita minta juga agar itu diproses karena sudah ada pengakuan juga dari keterlibatan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban),” ujar Kamaruddin di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/8).

Kamaruddin menjelaskan, dari pengakuan LPSK, disebutkan adanya pertemuan bersama Irjen Sambo di kantor Propam Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (13/7). Pertemuan tersebut terkait dengan permintaan Irjen Sambo kepada LPSK untuk memberikan perlindungan saksi dan korban terhadap Putri Candrawathi dan ajudannya, Bharada Richard Eliezer (RE).

Seusai pertemuan, Irjen Sambo lewat peran ajudannya memberikan sejumlah amplop cokelat kepada para komisioner LPSK. Amplop tersebut diduga berisikan sejumlah uang.

photo
Mobil Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tiba di kediaman istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). LPSK mendatangi kediaman istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi untuk melakukan asesmen psikologi. - (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.)

Terkait dengan dugaan suap kepada para komisioner LPSK ini, Wakil Ketua LPSK Susilaningtias, pekan lalu (12/8) mengakui kabar pemberian amplop tersebut. Menurut dia, setelah pertemuan dengan Irjen Sambo itu, seseorang yang diduga sebagai ajudan Irjen Sambo memberikan amplop yang diduga berisikan uang. “Memang itu kejadiannya pada saat awal-awal kita bertemu (dengan Irjen Sambo), pada saat awal-awal permohonan perlindungan itu,” kata Susi.

“Ada dua amplopnya. Dan memang kita menduga itu isinya uang,” imbuhnya. Akan tetapi, kata Susi meyakinkan, pemberian amplop saat itu juga ditolak oleh para komisioner LPSK.

“Dan kita langsung seketika menolak pemberian itu. Iya, kami kembalikan langsung saat itu juga,” ujar Susi.

Terkait dengan desakan keterlibatan PPATK oleh pengacara, Kamaruddin melanjutkan karena diduga adanya aliran sejumlah uang dari rekening Irjen Sambo, pun Putri Candrawathi. Bahkan, kata Kamaruddin, juga ada aktivitas perbankan yang mencurigakan dari empat rekening milik Brigadir J ke rekening milik Irjen Sambo, yang terjadi setelah Brigadir J ditemukan tewas pada Jumat (8/7).

“Jadi kita ada temukan itu aktivitas transfer antara rekening milik orang yang sudah mati. Dan itu sangat tidak mungkin kan?,” ujar Kamaruddin.

Menurut dia, di dalam rekening Brigadir J itu terdapat masing-masing saldo berkisar Rp 200-an juta. Namun terdeteksi, pada Senin (11/8) terjadi pengurasan isi saldo yang mengalir ke rekening milik Irjen Sambo dan para ajudan lainnya.

Dalam penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J, Bareskrim Polri sudah menetapkan empat tersangka yakni Irjen Sambo, Bharada Richard Eliezer (RE), dan Bripka Ricky Rizal (RR), serta satu inisial KM. Empat tersangka itu dijerat dengan sangkaan Pasal 340 KUH Pidana subsider 338 KUH Pidana, juncto Pasal 55, dan Pasal 56 KUH Pidana.

photo
Timsus Polri bersama personel Brimob dan tim Inafis saat melakukan penggeledahan di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara II, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Penggeledahan tersebut dilakukan di rumah pribadi Ferdy Sambo yang digunakan untuk tempat tinggal ajudan guna melengkapi barang bukti dalam kasus kematian Brigadir J. - (Republika/Thoudy Badai)

Pada Senin (15/8), KPK menyatakan akan memverifikasi laporan yang dilayangkan oleh Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (Tampak) soal dugaan suap yang dilakukan mantan Irjen Ferdy Sambo. Tampak melaporkan dugaan suap tersebut ke Gedung KPK, Jakarta, pada hari yang sama.

"Benar, KPK telah terima laporan tersebut pada bagian pengaduan dan pelaporan masyarakat KPK. Kami memastikan akan tindak lanjuti setiap laporan dari masyarakat dengan melakukan langkah-langkah analisis lebih lanjut berupa verifikasi mendalam dari data yang kami terima," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin. 

Jangan Lupa Soal Kebersamaan

Para pendiri bangsa ini telah memberikan teladan untuk bahu-membahu, saling membantu menghadapi tekanan penjajah.

SELENGKAPNYA

Di G-20, Tantangan Indonesia tak Main-Main 

Persaingan strategis AS-Cina di Indo-Pasifik saat ini mungkin yang paling sengit sejak ASEAN dibentuk pada 1967.

SELENGKAPNYA

Strategi Menuju Merdeka dari Covid-19

Pandemi membuat sadar sistem kesehatan nasional butuh diperbaiki.

SELENGKAPNYA