Sejumlah atlet menembak membidik sasaran dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak | ANTARAFOTO

Halaman 13

Menuju Gemilang Prestasi Olahraga

DBON akan mencakup keseluruhan, mulai dari hulu, yakni kebugaran dan hilirnya adalah prestasi.

OLEH RAHMAT FAJAR

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Langkah ini bertujuan memajukan industri olahraga Indonesia sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi pada masa akan datang. Pemerintah ingin dengan adanya DBON, olahraga Indonesia tertata dan terstruktur.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan, lahirnya DBON sebuah langkah yang diambil pemerintah untuk meningkatkan prestasi atlet. Target utama dari DBON itu adalah sukses di Olimpiade dan Paralimpiade. Adapun tingkat ASEAN dan Asia hanya dijadikan sasaran antara sekaligus persiapan tampil di Olimpiade dan Paralimpiade.

“Jadi, pembinaannya seperti itu, terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan jangka panjang sebelum ada desain olahraga. Pembinaan dan prestasi kita by accident (kebetulan), tak tertata. Sekarang lahir Perpres Nomor 86 2021 tentang desain besar olahraga nasional. Semuanya tertata,” kata Zainudin saat ditemui pada acara pengangkatan PNS para atlet berprestasi, di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (10/8).

photo
Sejumlah remaja mengikuti latihan di salah satu klub pembinaan olahraga Taekwondo di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/12/2020) - (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Zainudin mengeklaim, DBON sudah berjalan di daerah-daerah dengan melakukan perekrutan di beberapa sentra yang ditempatkan di perguruan tinggi. Menurut Zainudin, permulaan DBON dimulai dari perekrutan di sentra-sentra yang telah ditentukan. Sentra-sentra tersebut untuk pembinaan usia dini dan pemerintah telah merekrut lulusan SD.

Untuk sementara perekrutan fokus di Pulau Jawa karena dipandang paling siap untuk menjalankan program tersebut. Di Jakarta dan sekitarnya, sentra tersebut ditempatkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Adapun di Jawa Tengah dan sekitarnya di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jawa Barat di UPI, dan Jawa Timur di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Ke depannya, kata Zainudin, akan mengembangkan ke luar Jawa karena banyak potensi di usia dini yang bisa dibina sebagai atlet masa depan. Namun, hal itu saat ini belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

Zainudin menceritakan bagaimana penemuan anak kelas 1 SMP yang memiliki tinggi 182 meter saat perekrutan. Banyak cabang olahraga yang ingin membina anak tersebut untuk dijadikan atlet. Dari pengalaman itu, menurut Zainudin, anak tersebut tak akan terjangkau jika tak ada DBON.

“Dia sekolahnya di lab school, tetapi dia tinggal di situ kemudian biaya semua ditanggung negara, bahkan dapat uang saku, makannya dan kurikulum disiapkan,” katanya.

Dalam suatu kesempatan, Zainudin menyampaikan bahwa kemajuan industri olahraga dapat menunjang prestasi. DBON, kata dia, akan mencakup secara keseluruhan mulai dari hulu, yakni kebugaran, dan hilirnya adalah prestasi. Ia menegaskan, pemerintah akan mendorong kemajuan industri olahraga dan pariwisata olahraga ke depannya.

Kelemahan olahraga nasional saat ini karana tak majunya industri olahraga nasional. Ia mencontohkan, meskipun banyak event organizer (EO) olahraga di Indonesia, masih banyak menggunakan tenaga asing dalam penyelenggaran-penyelenggaran kegiatan olahraga berlevel internasional, seperti Asian Games, Asian Paragames, dan PON. Namun, Zainudin mengatakan, pengembangan itu tak bisa dijalankan oleh satu kementerian saja.

“Kalau industri kita kan harus dengan kementerian perindustrian, gak bisa kita sendiri,” ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kemenpora RI (@kemenpora)

Membangun Sinergitas

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan keolahragaan untuk bersinergi, menjadikan semangat demam berolahraga secara nasional serta menjadikan olahraga sebagai program wajib.

"Kita akan membangun semangat demam olahraga nasional dan menjadikan olahraga program wajib di daerah, provinsi, dan kota agar prestasi olahraga terus berkembang," kata Wapres.

Arahan Presiden sudah jelas terkait hal tersebut yang tertuang dalam Perpres Nomor 86/2021 sekaligus mengoordinasikan pelaksanaan DBON pusat dan daerah agar prestasi olahraga Indonesia semakin berkembang di tingkat dunia.

Penyelenggaraan DBON, kata Wapres, merupakan tanggung jawab bersama dan bukan hanya Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi keolahragaan, dunia usaha, serta masyarakat, baik dalam dukungan kebijakan, anggaran, kurikulum, sarana prasarana, juga lain-lain perlu terus dibangun.

"Kita ingin membangun olahraga prestasi nasional kita supaya ke depan itu kita memiliki prestasi olahraga di tingkat dunia," ujar Wapres.

Menurut Wapres, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dari tingkat pusat hingga daerah untuk melahirkan talenta atlet berkualitas. "Sebetulnya talenta kita tidak jelek, tetapi perlu adanya upaya membangun pembinaan lebih baik lagi agar melahirkan talenta atlet yang berprestasi," katanya menambahkan.

Wapres juga menyoroti pentingnya pembangunan sarana prasarana olahraga di daerah, seperti sport center, agar kaitan olahraga dengan budaya berolahraga semakin erat. "Tampaknya, akan menjadi krusial betul perlunya sport center dan budaya olahraga," kata dia seperti dilansir dari laman resmi Kemenpora.

Jangan Lupa Soal Kebersamaan

Para pendiri bangsa ini telah memberikan teladan untuk bahu-membahu, saling membantu menghadapi tekanan penjajah.

SELENGKAPNYA

Di G-20, Tantangan Indonesia tak Main-Main 

Persaingan strategis AS-Cina di Indo-Pasifik saat ini mungkin yang paling sengit sejak ASEAN dibentuk pada 1967.

SELENGKAPNYA

Tapak-Tapak Presidensi Indonesia

G-20 terbentuk pada 1999. Ia lahir sebagai respons atas krisis ekonomi dunia pada 1997-1998.

SELENGKAPNYA