Dua orang anak hormat kepada Bendera Merah Putih seusai mengikuti kirab dan pemasangan 77 Bendera Merah Putih di Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (14/8/2022). | ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Khazanah

16 Aug 2022, 06:14 WIB

MUI: Syukuri dan Isi Kemerdekaan

Indonesia diharapkan menjadi negara yang berdaulat sepenuhnya.

JAKARTA – Pada Rabu, 17 Agustus 2022, Indonesia akan merayakan 77 tahun kemerdekaannya. Sebuah momen yang sangat patut disyukuri. Namun, pada saat yang sama, segenap bangsa Indonesia pun harus terus berjuang untuk mengisi kemerdekaan ini.

“Rasa syukur ini dapat dilakukan dengan mendoakan dan mengenang para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, kepada Republika, Senin (15/8).

Bangsa Indonesia juga dia harapkan terus berjuang untuk mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa, yakni menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya, gemah ripah loh jinawi, sejahtera, aman, dan sentosa.

Kiai Cholil juga menekankan, negara yang telah merdeka adalah negara yang berdaulat. Artinya, negara yang merdeka telah berdaulat secara politik, ekonomi bahkan berdaulat dalam kerangka sosial dan keyakinan beragama.

photo
Peserta mengikuti kirab dan pemasangan 77 Bendera Merah Putih di Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (14/8/2022). Sebanyak 77 Bendera Merah Putih dikirabkan dan dipasang di Omah Bendera Wonosegoro yang merupakan rumah salah satu warga setempat yang selalu memasang Bendera Merah Putih sesuai dengan jumlah usia Kemerdekaan Republik Indonesia. - (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Dalam hal ini, dia menilai, Indonesia sebenarnya telah merdeka, hanya saja belum merdeka seutuhnya. Sebab, di bidang politik, Indonesia masih bergantung pada kekuatan asing. Begitu juga di bidang ekonomi, pangan, dan energi, sebab belum dapat dikelola dan dinikmati sepenuhnya oleh bangsa sendiri.

"Saya berharap ke depan Indonesia dapat berdaulat penuh di bidang politik, ekonomi, pangan, dan sosial sehingga dapat memenuhi harapan untuk menciptakan negara yang aman, sentosa, dan mandiri," ujar dia.

Kiai Cholil juga berharap sumber daya manusia (SDM) Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lain. “Juga, Indonesia memiliki pemimpin adil, pebisnis jujur, ulama ikhlas, dan masyarakat yang dapat bersatu serta bergotong royong,” ujar dia.

photo
Suasana pasar Rejowinangun yang dihias dengan nuansa merah putih di kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (10/8/2022). Pengelola pasar bersama pedagang menghias seluruh ruangan pasar dengan nuansa merah putih untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia sekaligus untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. - (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.)

Seruan untuk mensyukuri dan mengisi kemerdekaan juga disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi. Menurut tokoh NU yang akrab disapa Gus Fahrur ini, kemerdekaan adalah anugerah besar dari Allah SWT yang wajib disyukuri. Pada saat yang sama, segenap rakyat Indonesia harus berusaha untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kebajikan, rajin beribadah, dan patuh kepada-Nya.

Gus Fahrur menerangkan, kemerdekaan sejati dalam Islam adalah ketundukan total kepada kuasa Ilahi dan melepaskan diri dari jeratan nafsu serta mengembalikan seluruhnya kepada aturan Allah, dalam bentuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, dan menegakkan keadilan. Adapun makna dari negara merdeka, menurut dia, adalah negara yang berdaulat penuh.

“Negara tersebut bebas dari kekuasaan bahkan campur tangan negara lainnya, berdiri kokoh tegak mandiri melindungi segenap warga negara dan memakmurkan penduduknya,” ujar dia.

photo
Pedagang menyelesaikan kerajinan pohon panjat pinang di Manggarai, Jakarta, Senin (8/8/2022). Menurut pedagang kerajinan pohon panjat pinang yang dijual dengan harga Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta untuk lomba perayaan hari ulang tahun kemerdekaan HUT RI tersebut baru kembali produksi setelah dua tahun berhenti akibat pandemi Covid-19. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Ia menilai, Indonesia adalah negara merdeka yang masih harus berbenah agar sepenuhnya merdeka dalam mengelola sendiri kekayaan alamnya. Juga agar mampu mandiri dan makmur, tidak bergantung pada barang-barang impor.

Menjelang tahun politik yang ditandai dengan adanya pemilu dan pergantian kekuasaan, Gus Fahrur berharap hendaknya tetap dijaga semangat kebersamaan. Penegakan hukum dan keadilan juga harus menjadi perhatian serius pemerintah dan segenap masyarakat Indonesia.

Kemerdekaan di sektor ekonomi juga sangat penting untuk kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyat. “Kita perlu mewujudkan negara dan bangsa yang tidak hanya berdaulat secara politik, tetapi juga sejahtera dan kompetitif di tengah pasar global,” kata dia. ';

Opsi Menaikkan Harga Pertalite Menguat

Kenaikan harga BBM bersubsidi diprediksi akan menaikkan inflasi secara signifikan.

SELENGKAPNYA

Kapolri Perintahkan Sikat Bandar dan Beking Judi

Penindakan oleh aparat kepolisian diperlukan untuk mendukung pemberantasan situs judi daring.

SELENGKAPNYA

Jepang tak Ingin Ulangi Kengerian Perang

Saat ini, Jepang dan Cina masih terlibat dalam sejumlah perselisihan sejarah.

SELENGKAPNYA
×