vp,,rm
Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Indahnya Persahabatan

Orang yang mencintai sahabatnya karena Allah maka ia berhak mendapatkan cinta dari-Nya.

 

OLEH IMAM NUR SUHARNO

Suatu hari, seorang laki-laki pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Kemudian, Allah mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanan.

Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya, “Engkau mau ke mana? Ia menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini.”

Malaikat bertanya, “Apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?” Laki-laki tersebut mengatakan, “Tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah Azza wa Jalla.”

Malaikat kemudian mengatakan, “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya” (HR Muslim).

 

 
Kisah di atas memberikan pelajaran tentang indahnya persahabatan yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah SWT.
 
 

Kisah di atas memberikan pelajaran tentang indahnya persahabatan yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah SWT. Orang yang mencintai sahabatnya karena Allah maka ia berhak mendapatkan cinta dari-Nya.

Dalam Alquran dijelaskan penyesalan mendalam seseorang yang salah dalam memilih sahabat. “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata:

‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.’ Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab-(ku). Sesungguhnya, dia telah menyesatkan aku dari Alquran ketika Alquran itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia” (QS al-Furqan [25]: 27-29).

Allah telah menggambarkan dengan gamblangnya sosok-sosok yang patut kita dekati sebagai teman dekat. Allah juga telah menjamin, hanya merekalah orang-orang yang baik untuk dijadikan teman.

 
Allah telah menggambarkan sosok-sosok yang patut kita dekati sebagai teman dekat. Allah juga telah menjamin, hanya merekalah orang-orang yang baik untuk dijadikan teman.
 
 

Allah SWT berfirman, “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (QS al-An’am [6]: 69).

Seseorang akan dibangkitkan bersama orang yang dicintainya. Dari Abu Musa RA, ia berkata, “Ada yang berkata kepada Nabi SAW, ‘Ada seseorang yang mencintai suatu kaum, tapi ia tidak pernah berjumpa dengan mereka.’ Nabi SAW lantas bersabda, ‘Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai” (HR Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah mempertemukan kita dengan orang-orang (sahabat) yang selalu mengajak kepada jalan-Nya, sehingga persahabatan itu dinaungi rahmat-Nya dan mengantarkan kepada surga-Nya. Amin. 

Dana Darurat Penting untuk Saat Genting

Kondisi tak terduga dan mendesak dapat terjadi sewaktu-waktu.

SELENGKAPNYA

Buya Hamka: Ulama, Penulis, dan Politisi

Beliau adalah satu dari sedikit ulama Indonesia yang mendapat gelar sebagai mufassir (ahli tafsir).

SELENGKAPNYA

Masjid Sultan Ismail Petra, Nuansa Beijing di Kelantan

Bangunan legasi sultan Kelantan ini menyerupai masjid tertua di ibu kota Negeri Tirai Bambu.

SELENGKAPNYA